
Merantau ke kepulauan riau 94
Tidak jauh berbeda dari dulu banyak juga aku melihat masyarakatnya susahnya mencari rezeki. Karena tidak punya skill. Ya, Allah. Lindungilah mereka berikanlah mereka kesehatan dan rezeki yang banyak amiin.
Rumah makan hanya seperti ini aja tidak ada perubahan, sudah banyak saingan di sini, karena lokasinya strategis dekat dengan kampus dan kos-kosan. Rumah makan ini selalu ramai makanya banyak orang yang menyewakan tempat nya untuk membuka usaha di sini.
"Assalamualaikum. Ibu!"
"Waalaikum salam! Kok, tidak bilang kamu bawa calon!" Calon! Mungkin ibu sudah lelah dengan bom pertanyaan dari kerabatnya menanyakan mulu aku kapan nikah. Ibupun seperti nya tak sabar melihat aku menikah.
"Mau bikin surprise, tante!" Ryan menjawab, apa maksudnya memberi surprise? Ryan tidak bilang akan mengunjungi rumahku.
"Ah, pakai surprise pula. Ayo masuk." Ibu mempersilahkan kami masuk. " ibu membersihkan ruang keluarga karena aku tidak bilang ryan ikut jadi ibu terburu-buru menyediakan tempat. Ryan jadi sungkan."
"Tidak sudah tante! Biar seperti ini aja."
"Tidak apa-apa." Setelah membersihkan ruangan, ibu memberikan cemilan untuk kami. Banyak karyawan bertanya siapa yang datang? Tentu saja mereka tidak tau karena mereka semuanya baru. Karyawan lama sudah resign. Tapi, mana rani? Apa sudah menikah?
Aku meletakkan barang ke kamar walaupun sudah di tinggal bertahun-tahun, kamar ini tetap rapi. Setelah itu ibu menyuruh karyawan membersihkan kamar bang faisal untuk kamar tamu. Ryan menolak katanya dia tidur di hotel aja. Iya, ryan kesini kan mau piknik. Masa rumahku di jadikan homestay gratis.
"Sinta! Tolong kamu bersihkan kamar bang faisal untuk tamu!"
"Iya, bu!"
"Tidak usah tante, saya tidur tidur di hotel aja."
"Nak. ryan! Dulu Nana sudah sering cerita tentang kamu. Apa benar kamu membuka usaha tekstil di tanah abang?"
"Benar tante. Saya lihat usaha tekstil tidak begitu banyak saya mencoba membuka usaha itu aja. Lumayan tante, membuka usaha dari muda untuk masa depan."
Aku menoleh kiri-kanan. "Mana rani, bu!"
"Sudah menikah sama, devi," Hah, menikah sama devi? Gak salah? Kapan? Kenapa mereka sampai menikah? Lalu apa kabarnya sekarang?
***
Malam berlalu waktunya tidur. Malam ini aku tidak bisa tidur, ryan nginap di hotel pangeran dekat pandai padang.
[Na! Mumpung kita berada di kampung mu. Apa kamu masih tidak mau mengungkapkan sesuatu pada ibumu? Kalau tidak, aku cari yang lain]
Pesan dari ryan mengagetkan ku. Apa ryan masih menginginkan hubungan ini berlanjut ke pernikahan? Aku sudah tidak percaya lagi padanya. Banyak bohong nya. Apa ryan sudah mendapatkan pengganti ku?
__ADS_1
[Menurutmu? Apa kamu sudah memiliki yang lainnya? Menikahlah sama dia]
[Kamu dekat sama siapa sekarang? Jujur, aku sudah tidak mau mencari orang baru yang tidak jelas karakternya. Harus memulai lagi dari nol, aku sudah lelah. Apa kamu tidak mau menikah? Apa sebabnya?]
Sebabnya, aku tidak mau percaya pada kamu lagi ryan. Tapi, hatiku menolak untuk menjauhimu. Karena aku juga takut menjalani hubungan dengan orang baru yang tidak jelas karakternya. Melihat kelakuan mu padaku dulu membuatku muak. Tapi, hatiku berperang tidak mungkin selamanya kelakuan orang itu buruk
[Kenapa diam] kata Layla kejutkan aja.
[Baiklah, teruskan aja]
[Kapan itu]
[Kamu maunya kapan]
[Karena setiap orang itu butuh kepastian, besok malam aja. Besok kita mengurus berkas nya. Kapan lagi kita kesini coba]
Menikah? Besok? Tepat di hari ulang tahun ku? Merasa tidak percaya besok akan menikah. Ya, mudahan jodoh. Toh, kalau tidak cocok nanti kita bisa bercerai.
[Baiklah]
[Baiklah, aku ke rumah mu sekarang]
***
"Kenapa tidak bilang dari awal kalian kesini mau minta restu? Pasti tante restui."
[Mau bikin kejutan aja. Kami mau menikah besok tepat di hari ulang tahun Nana]
"Ya, sudah. Na! Apa kamu sudah bilang pada, abang mu?"
"Belum. Bu!"
"Kakak mau menikah?" ujar angga.
"Iya."
Ibu menghubungi bang faisal dan kak shela yang masih berada di kota batam sana. Ryan minta restu pada ibunya, ibunya kaget tak percaya anaknya akan menikah secepat ini. Ada apa gerangan? Apa aku hamil duluan? Ah, salah besar, tiga bulan ini hubungan kami sudah renggang.
Tante Ratih memberi restu, setelah menikah kami akan tinggal di padang dan Jakarta.
Tak percaya akan menikah secepat ini, bolak balik kesana kemari mengurus berkas nya. Bang faisal dan kak shela tidak bisa datang karena mendadak dan kak shela sedang hamil besar. Udah mau tiga aja anaknya.
__ADS_1
SAH
Alhamdulillah pernikahan kami SAH secara hukum dan negara. Penghulu dan kerabat sudah pulang. Di kamar ku ini kami berada. Merencanakan bulan madu kemana dan resepsinya kapan.
rencananya kami akan mengadakan resepsi setelah bulan madu. Impianku ingin bulan madu ke korea apakah sampai? Entahlah. Atau tidak bulan madunya umroh aja. Tapi, aku ingin ke korea mengunjungi negara yang berbeda selain arab saudi.
"Alhamdulillah. Gimana perasaannya?" Tanya ryan
"Biasa aja."
"Yakin?"
"Iya."
"Setelah ini mau bulan madu kemana? Resepsi nya kapan? Apa pengen pergi ke suatu tempat dan merayakan resepsi gitu?"
"Menurut mu?"
"Kok gitu? Terlalu penurut sih."
"Terlalu penurut? Setelah menikah apa aku tidak boleh terlalu penurut pada suamiku sendiri? Nanti tidak nurut di bilang aku istri durhaka, mana yang benar?"
"Boleh itu wajib tapi tidak polos juga. Kita kan punya akal pikiran. punya dosa sendiri. Kamu pasti maksudku apa."
"Iya deh. Aku maunya ke korea. Bertemu idol BTS, EXO, Blackpink, Twice, dam IU. Aku juga ingin bertemu lee min ho, bae suzy, kim soo hyun, han so hee, sama song jong ki, gimana?"
"Kita ke korea nih?"
"Iya, berani gak? Ngajak aku bulan madu ke korea? Jangan bilang nanti ke korea nya nanti sama bini muda. Aku kesana sama suami baru nanti."
"Baiklah. Aku udah menabung sedikit demi sedikit mau ke luar negeri."
Hahaha
Malam ini kami tidak melakukan apapun entah kenapa ryan lebih menunda melakukannya katanya di korea aja nanti padahal sudah halal. Kok, aku jadi ke gatalan gini sih? Salah gak sih? Gatak sama suami sendiri? Baru menikah pula.
Hanya tiga hari kami mengelilingi tempat wisata yang ada di sumatra barat kami belum melakukannya. Setelah itu kembali ke Jakarta, mengurus paspor dan visa mau ke korea mudahan perjalanannya lancar dan bandara tidak tutup untuk anak pribumi amiin.
Masa bandara di tutup untuk pribumi tapi membeli tiket dan membuat pasport di bolehkan itu hanyalah penipuan secara terang-terangan dan hanya menguras uang orang pribumi. Dosa besarlah mereka.
Next.
__ADS_1