Merantau Ke Kepulauan Riau

Merantau Ke Kepulauan Riau
Obat patah hati adalah mencari pengganti


__ADS_3

Merantau ke kepulauan riau


Part 83.


Ada yang pacaran lama tapi tidak jodoh. Ada juga sampai menikah tapi malah bertahan seminggu dan sebulan. Ada juga yang pacaran sebentar dan tidak pernah sama sekali malah jodoh. Jadi, untuk apa memperjuangkan orang yang tidak mau sama kita. Mending nonton Drakor sana."


"Kenapa harus menonton Drakor?"


"Karena di sana banyak cowok-cowok ganteng yang membuat kita bisa melupakan cowok lokal yang gantengnya gak seberapa."


"Ini bukan masalah ganteng ini masalah ke nyamanan"


"Nyaman itu kita yang bikin sendiri jangan berharap kita mendapatkan kenyamanan dan jangan pula kita nyaman sama seseorang terus dia harus jadi milik kita. Oh, tidak. Kenyamanan yang di dapatkan pada orang lain itu sifatnya sementara. Ke nyaman yang di ciptakan oleh kita sendiri itu yang abadi."


"Gitu, ya!"


"Iya. Yuk! Kita pulang. Biarkan mereka berjuang untuk mendapatkan restu orangtua masing-masing."


***


Tiara bertekat tidak akan berjuang lagi. Biarlah orang lain yang akan memperjuangkan wanitanya nanti bukan sebaliknya. Tiara akan belajar melupakan seorang ryan. Masalah orang tuanya biar dia jelasin nanti. Benar kata Layla tidak bisa memaksakan kehendak.


Aku harus minta maaf pada Nana dan Ryan.


Brak


Entah siapa yang menabraknya begitu kencang badan tiara oleng untung yang menabrak cepat bergerak kalau tidak, tiara bisa jatuh dari tangga.


"Maaf! Ya! Karena saya kamu hampir terjatuh."


"Yang penting saya tidak apa-apa." Tiara menoleh ke sumber suara.


"Hanafi?"


"Tiara? Sekali lagi maaf, ya!" Tiara mengangguk langsung pergi tapi tangannya di tahan oleh Hanafi.


"Minta kontaknya."

__ADS_1


"Cari di grub. Di sana ada kontak semua karyawan di kantor ini." Tiara pergi sedangkan hanafi hanya bengong melihatnya. Bagi hanafi perempuan ini terlalu cuek.


Ahai Tiara sudan menemukan tambatan hati tuh. Tinggal Layla lagi.


"Nana! Kamu sibuk gak!"


"Sibuk bangat."


"Na! Kerjain aja. Aku mau ngomong sesuatu sama kamu. Maafin aku ya! Aku sudah egois memaksa kehendak sendiri sama seseorang yang tidak mencintaiku sama sekali."


"Untuk apa minta maaf. Aku sudah mundur, lagian mungkin kami tidak jodoh orangtua kami belum bisa menerima kami masing-masing. Waliku jadi tidak ada. Ibunya juga tidak menerima ku bagaimana cara aku masih ke rumah nya."


"Kenapa kamu tidak menikah sama orang minang saja. Tuh, hanafi kayaknya dia juga menyukai mu bukankah kalian menikah pihak laki-lakinya masuk kerumah kalian? sampai aku iri bangat ingin menikah sama orang minang biar gak masuk ke rumah mertua."


"Kamu takut? Itu juga yang aku rasakan. Hubunganku sama hanafi seperti kakak beradik kandung tidak akan menikah sampai kapanpun. Ambil saja hanafi. Kapan perlu keduanya ambil juga."


"Kasihan Layla masa aku ambil keduanya. Gimana nih mau gak kamu maafin aku? Aku janji tidak akan menguntit kalian lagi."


"Iya, deh aku maafin."


***


Sampai Ryan terjerumus ke pergaulan bebas aku tau itu karena barusan di hubungi oleh teman wanita ryan di kota batam. Dia termasuk teman dari wanita yang pernah berhubungan sama ryan. Ok, kepercayaan aku sama ryan semakin luntur.


Sekarang datang Tiara ingin minta maaf padaku karena dia sudah mundur untuk mendapatkan cintanya. Entah apa yang terjadi pada anak itu biasanya dia sangat bucin sekarang kenapa mundur? sedangkan mereka sudah di jodohkan dan orangtuanya sangat welcome sama calon menantu sedangkan aku belum di terima oleh ibunya.


Masa lalu ryan sangat kelam aku mungkin bisa menerimanya tapi kalau aku yang memiliki masa lalu kelam tentu aku tidak di terima oleh ryan. Netizen maha benar juga membullyku melebihi pendosa hebat.


Sekarang aku tidak akan berharap apapun pada ryan aku minta pada tuhan semoga aku di jauhi sama ryan. Sebelum terlambat mending aku jauhi mulai dari sekarang. Sayangnya hatiku sangat lemah tidak bisa menolak nya dengan berbagai alasan. Aku lihat sampai mana perjuangan nya untukku mendapatkan restu orangtuanya. Setelah itu aku tidak akan menjadi wanita lemah Siapapun bisa ku jadikan lawan. Ular besar sekalipun tetap aku hadapi.


***


Sebulan kami tetap berkomunikasi seperti biasa. Tiara dekat dengan hanafi. Ingat yang dia bilang padaku. Dia ingin berumah tangga dengan tenang tanpa ikut campur tangan mertua. Satu-satunya lelaki yang sudah jelas akan membawa istrinya keluar dari rumahnya, ya mereka lah lelaki minang bukan lelaki lain tidak akan membawa istrinya hidup mandiri.


Zaman sekarang sangat jarang terjadi karena mertua sekarang kebanyakan tidak mau merelakan anak lelakinya hidup mandiri dengan alasan surga anak laki-laki terletak di bawah telapak kaki ibunya sampai mati. Anak laki-laki bertanggung jawab mengurus orangtuanya ujungnya memberatkan menantu perempuan yang bukan kewajibannya sama sekali.


Menantu perempuan yang memiliki jam kerja lebih tinggi dari pada anak laki-lakinya sedangkan waktu sangat singkat harus pula mengurus rumah dan menjadi ibu yang cerdas untuk anak harus di korbankan demi merawat mertua.

__ADS_1


Anak-anak terbengkalai istri lagi yang salah. Mending mati aja orang yang terlalu menyalahkan wanita.


***


Ryan


Hancur, hancur, hancur. Nana menolak dengan tegas tidak mau berhenti dari taksi yang menumpangi nya. Taksi nya sudah ku bayar mahal tapi pindah ke taksi lain.


"Selesaikan urusan kalian dulu baru ngomong samaku."


Dengan apalagi aku harus berbicara pada mama dan Tiara. Kedua wanita itu sangat egois mementingkan keinginan sendiri tidak pernah mau memikirkan perasaan aku.


Mama belum tau nana orangnya seperti apa karena mereka belum pernah bertemu.


Dalam sebulan ini entah kenapa Tiara tidak lagi menghubungi ku. Tidak pernah lagi mengikuti ku. Tinggal mama yang menyuruhku menikahi Tiara. Mama juga tetap memaksa tiara untuk mengikutiku jadi selama ini ulah mama.


Mama menyuruh ku pulang katanya papa sedang kritis apa ini alasan mama ingin membahas perjodohan itu lagi? Baiklah. Aku akan membawa Nana sekalian.


"Nana! Minggu depan kita ke rumah orangtuaku."


"Memang nya mama kamu sudah mau menerima ku?"


"Kita coba dulu."


"Kalau mama kamu tidak kamu menerima ku kita mundur aja."


"Apa kamu menyerah?"


"Kalau salah satu orangtua kita tidak merestui tidak usah ibuku bilang nanti berakibat fatal."


"Kita cari tetua untuk membujuk orangtua kita agar merestui kita kamu tenang aja."


"Baiklah."


Hari yang di nanti pun tiba kami pergi ke rumah orangtua ryan yang ada di Depok. Perasaan aku tidak karuan. Tiba-tiba ibu menghubungi ku. Katanya tidak usah menikah dengan orang jauh yang tidak jelas karakternya. Ibu takut aku hilang di negeri orang semakin bertambah beban kami. Aku juga tidak mau menjadi anak pembangkang.


"Nana! Kalau orangtua ryan belum mau menerima mu. Gak usah di lanjutkan, lagian ibu juga kurang percaya sama orang jauh yang belum jelas karakternya. Mending kamu menikah sama orang minang aja. Dengan begitu ibu tidak khawatir kamu akan hilang di negeri orang."

__ADS_1


"Akan nana pikirkan, bu."


__ADS_2