
Untuk sampai ditempat, kami berlari kejar-kejaran, bagiku ini persis seperti Ayam yang berebutan makanan sama Ayam lainnya, "ih, kok pikiran Aku melayang kesana sih, padahal tidak jauh," batin Nana.
Banyaknya lautan manusia berbeda jenis kelamin mengerumuni lokasi perusahaan yang membuka lowongan kerja. Ternyata, gerbangnya tutup, mereka berebutan memberikan surat lamaran nya, berdesakan, saling dorong agar surat lamaran nya sampai. Alya, meminta surat lamaran ku untuk diberikan ke security sebagai penerima surat lamaran.
Bagi yang didepan yang sudah memberikan surat lamaran, terkurung susah untuk keluara karena berdesakan dengan yag lainnya, tak lupa membantu mengambil surat lamaran orang di berikan ke security, sampai surat lamaran itu tak terlihat lagi didepan mata, ya, surat lamaran kami juga sudah sampai, menurut cerita menunggu surat panggilan lagi.
Mereka kemudian bubar, hampir berjam-jam lamanya berdesakan, ada yang dompet, KTP, Atau HP, tapi bagi orang bodo amat yang penting bukan barang mereka yang hilang.
Kami melanjutkan perjalanan, mencari lokasi lain untuk mencari lowongan lagi. Dimana yang ramai disitu orang berkumpul.
"Oh, ya, Na, "mereka berjalan mutar sana mutar sini, lihat sana lihat sini, bukan jalan sembarangan jalan ya. Kayak lagi olahraga di taman ya, Anggap aja sambil olahraga bergerak menyehatkan badan, berjemur di pagi hari menguatkan tulang tubuh agar tidak mudah lelah dan kurang vitamin D," Alya, masih ingat dengan pembicaraan ku tadi.
"Iya, Aku lihatnya sih gitu. Tapi sekarang Aku ngerti, karena setalah ini, kita akan mengikuti jejak mereka juga,"
"Nah, udah mengertikan caranya, gak bengong lagi kan?"
"Enggak kok, kalau kamu dapat info, tolong hubungi Aku juga ya,"
"Iya, tenang aja pasti Aku hubungi,"
Alya, cukup ramah juga ya. Aku bisa sih cerewet, lebih cerewet dari orang cerewet asal dengan orang yang tepat.
"Oh, ya, Na, "kamu sama siapa disini?"
__ADS_1
"Aku disini sama Abang dan ipar Aku,"
"Wah, kamu sama saudara disini, ada gak minta tolong sama saudaramu?"
"Ada, sayangnya, Abangku suruh Aku berjuang dengan caraku sendiri, entah bagaimana caranya, baru pertama kali menginjak negeri orang, belum tau tempat dan karakter orang disini,"
"Ih, kok, Abangmu gitu?" tentu saja Alya heran dengan ucapan ku barusan.
"Mungkin Abangku ingin Aku belajar mandiri, apa-apa harus sendiri, seperti niat awal ku dulu untuk kesini, ingin mencari biaya sendiri untuk kuliah,"
Ya, Niat awal ku untuk mandiri, terbesit dipikiran Abangku untuk menyuruhku berjuang sendiri.
"Kamu mau kuliah, tapi terhalang biaya makanya kesini,"
"Tidak hanya itu kok, Aku kesini ingin merantau, mencicipi pahit manisnya hidup di rantau, berjuang ingin bekerja menghidupi diri sendiri, mencicipi jerih payah sendiri, mencari pengalaman, membantu ekonomi orangtua dan menabung untuk biaya kuliah." Ya, itulah niat awalku yang umum dimiliki oleh sebagian orang, selain mencari pengalaman dan membantu ekonomi keluarga, akan banyak harapan yang diharapkan di tanah para rantau ini.
"Kenapa kamu tidak mau?" Kamu bersyukur orangtua kamu sudah berjuang agar anak-anaknya sekolah tinggi, ada sebagian orangtua, yang tidak mampu untuk membiayai kuliah anaknya, karen ekonomi, atau apalah banyak alasannya,"
"Iya, tapi sayangnya ujung-ujungnya juga jadi IRT,"
"Gini ya, zaman sekarang sudah modern, wanita sudah jarang hanya berada di dapur, sumur, dan kasur, hanya dirumah, dirumah dan dirumah, lihatlah di sekeliling kita, banyak perempuan yang bekerja dengan Alasan tertentu, tentu ilmu yang dia ambil dari SD,SMP,SMA, S1, S2, S3. Dll."
"Sangat berguna untuk masa depannya, tidak hanya bekerja unutuk menghidupi diri sendiri dan keluarga, terutama anak dan orangtua dan membangun bisnis, ilmu itu tidak ada ujungnya, tetap berguna untuk kehidupan manusia, mentransfer ilmu untuk anak-anak, untuk menciptakan anak yang cerdas butuh ibu yang cerdas juga untuk mendidiknya."
__ADS_1
"Zaman sekarang pelajaran anak SD semakin lama semakin tinggi, pelajaran mereka aja sangat tinggi dari pada pelajaran kita dulu, anak sekarang pintar-pintar, kalau anak bertanya pada Ibunya tentu Ibu harus tau dong, kalau tidak tau, merasa gimana gitu sama anak sendiri ya, kalau ibunya punya perasaan, Ibu kan madrasah pertama untuk Anak-anaknya, maka jadilah madrasah pertama yang terbaik untuk Anak-anaknya,"
"Ya, semua orang harus berpendidikan tinggi untuk menciptakan generasi yang cerdas untuk masa depan bangsa."
"Panjang bangat kamu jawabnya, Na, tadi irit bangat," Iya, Na, Aku paham katamu, sudah sering ku dengar kok kata-kata itu. Ya, kalau mau jadi Ibu yang cerdas kalau ibu yang baik pasti akan melakukan apapun untuk anak-anaknya termasuk ibu kita, juga tidak berpendidikan tinggi, tapi mereka insya allah sudah berusaha untuk menjadi Ibu yang cerdas tak kalah cerdas dari Ibu-ibu sarjana yang kebanyakan anak-anaknya juga tumbuh seperti kita malah jauh dibawah kita lagi, pengalaman Aku, biasa aja, malah mereka menjadi si tukang bully disekolah karena mereka merasa lebih tinggi derajat ekonomi sama pendidikan orangtuanya dari pada orangtua kita, satu angka aja nilai saya, mereka pinjam Raport saya berbulan-bukan lamanya sampai hilang, mau menghitung kembali nilainya benar gak segitu?" Nampak bangat dirinya, tidak terima dengan kenyataan,"
"Ya, itukan mereka yang penting bukan kita, terserah mereka iri, merasa tersaingi, mereka merasa lebih pintar dari orang lain biarin aja, h kamu kepikiran sama sifat mereka. Ya, memang gak banyak beda sih, kalau sukses itu memang untuk mereka yang mau berjuang, setinggi apapun gelar kalau malas gengsian ya gak akan maju, tapi ilmu tidak akan percuma, Agama aja menuntun kita untuk menuntut ilmu dari buatan sampai liang lahat, kenapa kita pula yang menjudge "ngpain perempuan sekolah tinggi-tinggi, ujung-ujungnya juga jadi IRT, ngapain sekolah tinggi-tinggi, sukses juga gak tergantung dari sekolah tinggi, "karena pendidikan akan berguna sepanjang masa untuk dunia dan Akhirat,"
"Ya, Aku paham ya, kamu cerdas ya,"
"Satu lagi, perempuan sekarang walau tercipta dari tulang rusuk yang bengkok mudah patah kalau tidak hati-hati memperlakukannya, perempuan sekarang kebanyakan sudah multitalenta, melahirkan berkali-kali, menyusui sampai begadang, mengurus suami, anak, rumah, orangtua atau mertua, mereka juga tetap bekerja dengan alasan tertentu."
"Mereka walau tulang rusuk, tapi mereka sangat kuat, tegar, penyabar jauh lebih kuat dari laki-laki. Ingin kerja ingin punya penghasilan sendiri, karena gak kerja suami dan mertua yang tidak paham agama akan mengatakan istri dan menantu pengangguran hanya duduk manis dirumah menghabiskan uang suami. Atau mereka bekerja untuk orangtua yang sudah sepuh, atau ibu yang janda dan adik-adik yatim, kasihan kan kalau tidak dibantu, itu juga kewajiban kita, memberikan kehidupan untuk mereka agar tidak luntang lantung, mengharap saudara?" Itu hanya menurut syar'at aja, kenyataannya tidak begitu, wanita janda dan anak yatim tidak diperhatikan nafkahnya menyerahkan sepenuhnya ke Ibunya,"
"Iya, ya Deh, Nana yang manis Aku paham kok, kata-katamu barusan, sayangnya semua diawali itu dengan Niat, ya mudahan suatu saat nanti hatiku terbuka untuk menerima nasehatmu tadi, makasih ya, hari ini padahal baru kenal tapi kayak sudah kenal lama, Aku paham sifatmu."
"Hehe, iya juga, ya, Aku juga minta terima kasih ya, kamu udah mau ngajakin aku keliling, besok jangan lupa kita jumpa lagi,"
Tentu Aku senang hari ini karena dapat teman baru
"Sama-sama ayok kita pulang bareng, kamu arah mana?"
"Aku arah SS,"
__ADS_1
"Aku ke marina arah kita sama, Ayok!
Next....