Merantau Ke Kepulauan Riau

Merantau Ke Kepulauan Riau
Alhamdulillah


__ADS_3

Alhamdulillah, ya Allah, Aku lolos. 2 bulan berjuang kesana kemari akhirnya dapat juga, benar kata Ibu, usaha tidak akan mengkhianati hasil. Besok Aku sudah mulai bekerja.


"Alhamdulillah, kita lolos, ya! Ujar seseorang wanita


"Alhamdulillah, juga 5 kali tes akhirnya lolos juga." ujar seseorang laki-laki.


"Aku, juga udah 2 tahun nganggur dapat juga." ujar seseorang lelaki


"Aku, juga udah puluhan kali tes, apa aja aku tes yang penting lolos dapat kerja." ujar seseorang wanita.


"Alhamdulillah, Aku juga, tuh lah, usaha tak akan mengkhianati hasil."


Mereka sangat bersyukur atas kelulusannya tes demi tes yang kami jalani. Ternyata mereka sudah lama berjuang untuk mendapatkan nya. Tidak sebanding dengan Aku yang baru 2 bulan udah krasak krusuk rusuh pengen pulang.


Kemana ya, Bang Faisal?"


Celingak celinguk kesana kemari mencari Bang Faisal tak kunjung muncul. Astagfirullah, Astagfirullah, itu kan dokter yang melakukan medical cek up tadi sedang duduk merapikan berkasnya.


Jangan sampai badanku terlihat oleh dia. Malunya itu loh sampai ke ubun-ubun. Mending Aku langsung keluar lagi deh.


Nah, itu dia. Sudah menunggu di parkiran.


"Ayok! kita pulang, Na!"


"Ayok! Bang!"


Tidak ada percakapan antara kami berdua, sepertinya Bang Faisal enggan untuk menanyakannya karena mereka sudah pernah melalui itu semua. Pasti sudah punya pengalaman masing-masing.


"Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam! Gimana, Na?"


"Alhamdulillah, lulus kak, besok udah mulai kerja."


"Alhamdulillah, kalau itu."


"Alhamdulillah."


"Cepatan tidur, Na! jangan begadang, Besok harus bangun lebih pagi."


"Iya, Bang."

__ADS_1


Bismillahirrahmanirrahim.


Ayam mulai berkokok pertanda hari sudah mulai pagi. Azan subuh berkumandang. Lekas menunaikan Rutinitas Subuh yang biasa dilakukan umat muslim. Selesai sholat, tak lupa menghubungi Ibu di kampung dan Alda. Mereka harus tau kalau Aku sudah mulai bekerja.


"Assalamualaikum, Bu!"


"Walaikumsalam, Nana, Ada apa kok pagi subuh gini udah nelpon?"


"Bu, Alhamdulillah, hari ini, Aku udah mulai kerja."


"Wah! Alhamdulillah! yang baik-baik kerja ya, Fokus, jangan hiraukan teman yang agak mals kerja!"


"Ya, Insyaallah, Bu, Nana, akan fokus kerja."


Selesai ngobrol sama Ibu telponan sama Alda. Katanya hari ini dia tidak masuk alasan sakit dan sudah mengirim surat keterangan sakit dari dokter.


lekas mandi merapikan baju, kerj di perusahaan harus good looking gak boleh kusam. Orang akan menilai kinerja kita lewat penampilan kita, skill belakangan. Goodlooking perlu modal, orang tidak akan mau tau pokoknya harus good looking.


Kalau kerja keluar negri, kemampuan otak dan skill yang utama, good looking belakangan. Karena good looking bisa didapatkan ketika kita sudah bekerja dan perlu modal untuk merawat badan.gimana mau good looking kalau uang tidak ada. Itu lah orang memiliki pendapat sendiri dalam bersikap.


Diantarin Bang Faisal sampai ke lokasi. Karena kita berdua sama-sama masuk pagi. Kulihat sudah banyak pekerja yang mengantri termasuk yang baru lolos kemaren. Terlambat aja 5 menit, satpam akan menutup pintu gerbang.


Leadernya sangat berjiwa pemimpin, tegas, dan gagah perkasa. Bagi yang belum makan mereka memberikan waktu 15 menit untuk makan. Kebanyakan mereka makannya pada rakus sepertinya sangat kelaparan. Entah usia muda dimana usia sangat kuat makan entah apa tapi aku biasa saja.


Selesai makan istirahat sejenak, mulai kerja ternyata mereka makan bergantian. Entah apa yang harus aku lakukan. Leader sudah membeberikan petuah. Aku harus mencontoh karyawan lama bagaimana caranya mereka bekerja.


Leadernya tak berhenti mengawasi kami. Untung Aku cepat nangkap kalau tidak, bisa puyeng. Ternyata perusahaan ini bergerak di bidang Electronic, perusahaan jepang yang menerima barang dari jepang dan dikirim ke perusahaan ini dalam bentuk separo jadi, karyawan perusahaan yang merakitnya.


Zuhur tiba, saatnya makan sama seperti tadi gantian yang makan. Mengantri di depan catering. Aku takut lauknya habis. Aku Ambil nasi dan lauk sebanyak yang aku mau sebab kata orang kita tidak boleh nambah.


Ternyata tidak ada waktu untuk sholat. Mereka jarang melakukannya, inilah resikonya kerja di perusahaan Asing walaupun berdiri di negara sendiri. Kalau mau sholat harus cepat-cepat makan itupun juga tidak bagus menurut agama lalu, kita harus bagaimana?


Kerja termasuk Ibadah diikut sertakan sholat 5 waktu tambah berkah, ini kerja doang tapi ibadah yang lain tidak apakah akan berkah?"


Bagiku mungkin sah-sah aja, tapi agama menilai kufur nikmat. Kita berdoa dan berusaha. Allah mengabulkan nya. Setelah dapat kita lupa ibadah yang lainnya.


Mudahan waktu ini aja zuhur nanti jangan sampai ketinggalan waktu. Ingat pesan Ibu, jangan pernah tinggal kan sholat. Tapi hari ini bolong.


Mulai kerja, kata leader harus cekatan nanti kita ketinggalan mesin. Braakkk Tuh, kan ketinggalan, dus-dusnya bertabrakan dan menumpuk.


"Eh! lihat duh dus-dus nya berantakan! tuh."

__ADS_1


"Duh! Maaf biar ku beresein."


"Cepetan! jangan lelet!" Ternyata leadernya sangat galak harus kebal mental dan bathin tidak boleh baper.


Ku beres kan satu persatu itupun mesin terus berjalan hingga Aku ketinggalan jauh. Aku harus mengantarnya sendiri. Ah, hari ini gagal. Lalu, Aku harus bagaimana?


"Kamu, itu bisa kerja aoa tidak sih!" lagi-lagi leader meneriakiku


"Bisa, pak!"


"Cepat selesaikan! Jangan ada yang berantakan sedikitpun."


"Iya, pak! Kubereskan satu persatu biar lah tertinggal mesin, besok aku usahakan tidak lagi tinggal. Sampai ashar tak kunjung diberikan jam istirahat. Biarlah ku qhodokan aja sholatnya nanti.Hingga waktunya pulan harus cepat-cepat tiba dirumah kejar-kejaran dengan waktu.


Tin tin


"Bang Faisal!


"Ayok!


"Ya! Sampai dirumah lekas mandi dan mengqhodo kan sholat yang tertinggal. Segitunya bekerja di ngeri sendiri yang mayoritas muslim, bagaimana mereka yang di luar negri?


"Gimana! kerjaan kamu awal ini, Na! Sapa kak shela." sebenarnya malas aku mengingat yang tadi. Awal mula bekerja malah berantakan.


"Awalnya berantakan, kak."


"Ya, memang gitu awalnya, kakak juga gitu dulu,"


"Benar, kak!"


"Iya."


Lama berbincang sama pasangan suami istri itu saatnya tidur. Keesokan harinya hari kedua aku kerja. Tiba ditempat entah dimana seseorang yang bernama Alda itu, apa hari ini dia masih sakit? Apa sudah mulai masuk?


Bekerja seperti biasa aku akan berusaha sefolus mungkin dan tidak berantakan lagi dibentak-bentak mulu sama reader mengingat ku pada guru-guru semasa sekolah membentak kami setiap saat membuat ku kebal mental tidak mudah terbawa perasaan.


Masih sama seperti biasa. Aku harus makan diruang lain sekaligus sholat zuhur. Kejar-kejaran dengan waktu takut terlambat ditegur lagi. Hari ini aku belum menemukan teman. Hingga hari ketiga aku bekerja tiba -tiba....


"Hai! Nana!" terdengar suara seorang wanita di seberang jalan. Menoleh ke belakang ternyata...


Next...

__ADS_1


__ADS_2