
Motor melaju dengan kecepatan sedang, hembusan angin malam yang lembab membuatku bercucuran keringat walau dimalam hari, lengket yang kurasakan membuatku juga cepat gerah, indahnya Kota Batam membuatku semakin semangat untuk mencari kerja, Aku disini tidak bersama orang lain tapi, bersama keluarga kandungku sendiri walau beda rasanya berada di Rumah orang tua dan saudara.
Entah kemana Alya motor ini melaju, Aku hanya fokus memperhatikan jalan. 30 menit lama ya sudah sampai di tempat. Berada di kecamatan Sekupang kota Batam. Turun dari motor menuju Alfamart, membeli cemilan untuk dimakan di pantai nanti.
"Belanja yuk, Na, kamu bawa uang kan?"
"Ayok!" bawa kok," tentu saja Aku tidak pernah tidak membawa uang ketika berpergian. Entah terjadi apa di perjalanan uang adalah kebutuhan bangat.
Membeli, Fanta, buah-buahan, Roti-roti dan lainnya. Berjalan sambil memakan cemilan kami menuju pantai. Lihat kiri kanan begitu indah pantai ini, pantai yang luas, ramainya pengunjung yang memadati pantai ini. Dari kejauhan kulihat kerlip-kerlip lampu dan gedung-gedung yang tinggi. "Apa itu negara singapura malaysia atau singapura?"
"Na, itu lampu dan gedung singapura, Na." wau gedung singapura, bagus bagat, baru saja dari jauh, gimana disingapuranya nanti. Hatiku bermonolog kagum sama panorama yang satu ini.
"Benar, itu singapura?" bangus bangat,"
"Iya, benar, kita naik ke atas itu dan kita duduk disana!"
"Ayok." kami naik ke atas duduk dan tak lupa mengambil gambar.
"Selfi yuk, Na, kita upload ke Aplikasi warna biru." lagi-lagi Alya ngajak selfi, adalah hal yang termalas Aku lakukan.
"Kamu aja, Aku enggak, lagi gak mood, atau Aku akan memotret kamu aja. Alasan aja tidak mood memang sangat malas mengambil gambar diri sendiri.
"Nana, kamu itu cantik, kulit kuning langsat, mata sipit, rambut ikal Alami bersih lagi, tinggu badan semampai, ya, seperti Aktris atau idol kpop."
"Kamu berlebihan, ya, perasaan Aku, Aku biasa aja, kenapa pula disamai dengan Aktris atau idol kpop."
"Yang menilai baik atau buruknya kita orang lain yang menilai, kita melihatnya di cermin. Kita pasti pernah merasa diri kita itu cantik."
"Kamu juga, seperti Aktris korea,"
"Tuh kan kamu menilai Aku juga seperti itu, karena kamu itu seperti penuh beban itu, padahal tinggal di rumah kakak kandung, wali sah mu lagi, bukan orang lain, makan tinggal ambil, duit tinggal minta."
"Memang tinggal dirumah keluarga sendiri tapi, duit juga tidak bisa seenak hati diminta, yang diminta punya tanggung jawabnya pula."
"lalu, apa yang kamu pikirkan?"
"Na, kita ini seumuran, umur kita masih 18 tahun, santai aja jangan dipikirkan hidup ini nanti kamu cepat tua, hihi,"
"Enggak ada yang yang Aku pikirkan, Ayok lah kita selfi!"
"Nah, gitu dong, Ayok semangat!"
"
"
"
Cekrek cekrek
__ADS_1
Selesai berselfi tak lupa meng-upload nya di Aplikasi warna biru. Banyak like dan komentar yang memenuhi kolom komentar. Nanti saja setiba di rumah Aku membalasnya satu persatu.
"Kita, kesana yuk!"
Lanjut ke pantai, lalu lalang aja, mencari lokasi yang pas yan nampak gedung singapura tertangkap di kamera.
Cekrek cekrek
Upload lagi di sosial media, tak lupa fotoku sama Alya ku upload juga. Sejam lamanya di pantai saatnya pulang, jam 9 harus sampai di rumah, tak mau melewati jam sedetik pun, tak mau pula mengecewakan kepercayaan orang di Rumah.
"Ayok, kita pulang, Na! Kapan lagi kita kesini, malam minggu dan hari minggu kita piknik juga ya!
"Insya Allah, Alya, yok!
Pukul 20.30WIB. Saatnya pulang, jam segini pengunjung sedang ramai kita malah pulang. Bang Faisal belum sepenuhnya percaya pada kami, sedang asyik-asyiknya malah pulang. Ah, ya sudah lah, perjalanan masih panjang.
Singgah di toko buah, tak lupa membeli oleh-oleh untuk orang di rumah. Fatih sudah bisa memakan buah-buahan. Motor melaju dengan kecepatan sedang. Pukul 21.00WIB sampai dirumah, Ah, rupanya kami bisa menepati waktu.
"Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam, eh kalian udah pulang."
"Hehe, udah kak, Ayok, ya masuk dulu!
"Gak usah, Na, Langsung pulang aja."
Gak mampir dulu."
"Ya, sampai jumpa besok pagi,"
Alya langsung meninggalkan rumah, takut tantenya menagih motornya mungkin, sama dengan perasaanku terhadap orang di Rumah.
"Gimana jalan-jalan kalian, Na!
"Seru, kak, sayang nya hanya sejam disana, disaat sedang ramai pengunjung kami malah pulang."
"Ya, gak apa-apa lain kali aja kesana, sekarang kalian belum hafal sudut kota ini."
"Ceria bangat nampaknya, upload fotonya lagi,"
"Kakak lihat di Aplikasi warna biru?"
"Iya, kakak lihat semuanya. Kalian itu remaja yang akan beranjak dewasa. Di usia kalian yang masih muda ini, sedang kuat makan, ke ingin tahun itu sedang tinggi-tingginya. Ya, sedang ingin menikmati indahnya piknik. Sudah seusia kakak nanti hasrat untuk piknik sudah menurun."
"Kok, gitu kak,"
"Ya, gak semua sih, tergantung orang juga, orang punya batas bosan dan lelah untuk melakukan sesuatu. Ada yang bosan ada yang tidak."
"Apa kakak, pernah merasa bosan di rumah mulu?"
__ADS_1
"Bosan pasti ada, pengen juga piknik sesekali agar gak dungu hehe. Tapi, biasanya malam minggu dan minggu siang Bang Faisal mengajak piknik."
"Malam minggu depan aja, kak?"
"Gak, bisa, Fatih masih kecil. Tunggu Fatih agak gede dikit."
"Lama amat nunggu gede, ya udah, tidur lagi kak, Bang Faisal mana,"
"Lagi keluar, Ya."
"Assalamualaikum,"
"Panjang umur, baru disebutin udah nongol,"
"Waalaikumsalam,"
"Udah pulang, Na?"
"Udah, dong Bang, tepat waktu malah." sela kak shela."
"Ya sudah, tidur sana."
"Oh, ya, Kak, Bang, ada buah tangan yang kubeli dari pantai tadi,"
"Repot amat, Na, pakai beli buah tangan pula,"
"Gak apa-apa kak, Nih, kak, Bang."
"Iya, makasih, Na." Sela Bang Faisal."
"Ya, sudah, Aku tidur dulu."
"Ya."
Berselancar du dunia maya, membalas komentar orang satu persatu.
Netizen. ("Wah, bagus bangat, dimana tuh, Na?")
Nana. ("Di Batam")
Netizen ("Bagus")
Netizen ("Indah")
Netizen ("Cantik orangnya")
Nana ("Cantik orangnya apa pantainya?")
Netizen ("Cantik orangnya")
__ADS_1
Banyak lagi komentar lainnya yang tidak sempat ku balas satu persatu. Memilih tidur, besok pagi harus berangkat lagi mencari yang lain.
Next...