
Merantau kepulauan riau 86
Tiba di Jakarta ngantuk melanda benar bangat tidak bisa menjemput Nadia sedangkan Layla sudah di bandara. Untung aku membawa kunci cadangan kalau tidak, aku akan menunggu Layla sampai tengah malam.
Kalau aku capek bangat langsung ke kamar bukan duduk dulu bukan pula menonton.
"Nana!" Itu pasti mereka. Alhamdulillah Nadia sampai dengan selamat.
"Nana! Kita ketemu lagi." Kami bersalaman dan berpelukan. Pertama kali bertemu setelah pulang dari batam cuma sekali itu aja sedekah itu aku berangkat meninggal kan kota padang bersama Layla.
"Sepertinya gak sabar bangat kamu mau ke Jakarta."
"Iya, dulu itu kalian tinggalin aku."
"Iya, ma'af! Tapi, sekarang kita bertemu lagi, kan?"
"Iya." Apa Nadia kesini hanya liburan atau memperjuangkan cintanya? Dunia sudah terbalik, wanita pula yang rela datang dari jauh hanya untuk seorang lelaki.
***
Hari ini bekerja seperti biasa. Nadia tinggal di kos sendirian. Malam nanti rencananya kami alumni yang ada di Jabodetabek berkumpul dan piknik bersama. Ryan kurang menyetujui aku bermain sama teman-teman. Loh, loh, belum aja menikah udah larang-larang belum lagi sudah menikah aku terus saja menyindir agar Ryan tidak gegabah agar aku tidak membatalkan pernikahan.
"Na! Kamu gak usah lah pergi biar mereka aja."
"Kamu kok gitu? Walau bagaimanapun mereka teman-teman aku. Keluarga aku. Kamu itu gimana, balum aja menikah udah ngekang aku, gimana menikah nanti. Jangan-jangan kamu jadi lelaki seperti di luar sana lagi."
"Bukan begitu, Na. Sebelum menikah ini banyak godaan yang datang takutnya nanti membatalkan pernikahan kita."
"Sayang nya aku tidak melarang kamu dekat cewek-cewek cantik lebih muda tuh. Pakai tebar pesona lagi."
"Kapan aku mendekati cewek-cewek cantik? Itu hanya sebatas hubungan pekerjaan. Kamu jangan aneh-aneh deh."
"Aku juga hanya sebatas reuni. Udah ah, kami pergi dulu. assalamualaikum!"
"Nana!" Siang tadi Sesa bangat hatiku lihat cewek-cewek cantik lebih muda lagi tebar-tebar pesnona pada ryan. Banyak cowok di perusahaan ini. Ryan yang jadi sasaran.
***
__ADS_1
Nadia berusaha mendekati hanafi tapi seperti ryan dulu. Hanafi biasa aja tidak merasa ada seorang wanita yang butuh perhatiannya. Nadia, kami sama-sama pernah menempuh jenjang universitas, Sayangnya, masih banyak wanita yang kalah akan cinta.
Tapi, sepertinya Nadia mendekatinya dengan cara elegan tidak bar-bar seperti Tiara.
Kita alumni sudah seperti keluarga, sejak SD bersama sampai SMK. hanya jalan kita menempuh pendidikan yang beda.
Layla orang sangat santai dengan urusan hati, dia seperti nya hanya pasrah pada tuhan. Kalau ada orang baik yang mau sama dia ya, sudah. Kalau dia mau menikah dia menikah kalau tidak ya gak usah.
"La! Kamu gak ada niat buat nyari calon suami gitu? Nadia mencoba mengejar cintanya dan Tiara mati-matian berjuang agar dia bersatu dengan cintanya."
"Aku sih santai, Na. Kalau ada jodoh ya udah, kalau gak ya sudah. Aku gak ada niat buat mencarinya biarlah dia datang sendiri."
"Emang kamu gak butuh perhatian gitu?"
"Enggak. Sudah biasa di abaikan. Ketika kecil aku sedang butuh perhatian tapi di abaikan demi bekerja paruh waktu alasannya untuk kami tapi selembar baju di hari raya aja tidak dapat. Biaya pendidikan dari beasiswa. Sudah capek butuh perhatian sekarang aku mati rasa. Tidak membutuhkan perhatian lagi."
"Segitunya kamu. Mereka bekerja juga buat kelangsungan hidup. Masih untung lo dapat beasiswa kalau tidak lo juga gak akan seperti ini."
"Lagian menikah itu tidak wajib kok. Kecuali untuk orang yang suka gonta ganti pasangan baru wajib. Toh, banyak juga ulama yang tidak menikah karena mengabdikan diri untuk menuntut dan menyebabkan ilmu. Lagian menikah juga tidak semuanya ibadah."
"Iya, menikah memang tidak wajib. Sebagai manusia normal, ada barang bagus kenapa di anggurin?"
"Hahaha!"
***
"Seru ya! Jalan-jalan bareng teman?" Tiba di kos baru merebahkan diri sudah tiga kali panggilan masuk dan notifikasi wa pun tidak ku balas karena hpku tidak sengaja aku bisukan.
"Biasa aja. Kenapa tuh?"
"Enggak apa-apa sampai aku hubungi gak di angkat."
"Hp ku silent"
Selama seminggu ini Nadia gagal mendapatkan hanafi, Zeus maju untuk Nadia. Hanafi mendekati Tiara tapi ada teman ryan bernama daniel anak paman adrian yang ikut kami dari depok ke Jakarta untuk mendekati Tiara. Akhirnya laris manis juga dia. Kasihan hanafi tidak tau siapa wanitanya. Dia tak kenal menyerah mendekati wanita yang lebih muda agar tidak patah hati terlalu lama. Itulah lelaki.
Revo pun menjomblo karena pacarnya selingkuh dan hamil sama pria lain. Katanya waktu pergi jalan-jalan sebelum ke Depok kemaren. Pacarnya tidak di bolehin oleh ibunya ikut kami ternyata open BO sama orang lain. Bisa-bisa nya revo di tipu.
__ADS_1
***
Minggu ini rencananya mau kepuncak bersama ryan sambil mengambil gambar prewedding kami. Lebaran nanti pulang ke kampung halaman dan menikah.
Aku akan datang terlebih dahulu ke kos ryan. Entah kenapa ada firasat aneh mudah-mudahan di antara kami tidak ada yang kenapa-kenapa amiin.
Setelah sampai di depan kos sebelum mengetok pintu. Aku mendengar suara wanita. "Ray! Kamu serius ingin menikah dengan Nazalia?"
Deg
"Suara siapa itu?" Ujarku
"Serius kenapa emang nya?"
"Apa yang kamu lihat dari dia? Aku dan dia sama-sama cantik mungkin aku lebih cantik. Lebih muda dan terpandang lagi. Papaku memiliki perusahaan garmen di kota ini. Katanya kalau aku menikah, perusahaan akan di investasikan ke suami aku."
Mendengar itu aku membisukan notifikasi dan merekam ucapan mereka. "Aku merasa mendapatkan tantangan baru untuk menikah dengannya. Entah kenapa aku tertarik untuk memilikinya karena dia salah satu wanita yang tidak banyak cerewet tidak banyak protes. Aku merasa dia beda dari wanita lain."
"Karena dia tidak banyak cerewet artinya bisa di atur-atur seenak jidat gitu, bukannya dia orangnya keras menurut ku sih begitu? Apa kamu mencintainya?"
"Sudah menikah nanti dia berada di genggaman kita semua bisa berubah. Ada wanita lain yang aku cinta sayangnya sekarang dia ada di depan ku. Awalnya aku mencintainya tulus bangat. Tapi, melihat kelakuannya, aku sadar dia dia bukan yang terbaik untukku. Antara menyesal entah tidak. Aku mulai ragu padanya."
"Kamu bilang wanita yang kamu cinta ada di depanmu? Artinya akulah yang selama ini kamu cinta? Jadi, selama ini yang kamu lakukan padaku karena cinta?"
"Amelia! Aku mencintaimu mari kita bercinta. Setelah ini aku akan ke puncak." Astagfirullah. Ryan, ternyata selama ini dia mempermainkan aku? Pantesan aku ragu padanya ternyata ini yang sebenernya, perasaan aku hancur bangat ingin menangis.
Aku sedih
Tes
Airmata mengalir deras, tidak-tidak, aku harus kuat.
Aku semakin mendekatkan telinga ke pintu. "Jadi, pernikahan mu bagaimana?"
"Entahlah selama ini aku dan dia seperti nya tidak serius mengurus pernikahan itu."
"Aku harap kamu tidak menikah sama dia." Ya, Allah ternyata ryan selama ini berbelit-belit. Lalu perjuangan dia untuk mendapatkan restu orangtuanya itu apa? Sampai tiara mundur dari perjodohan itu. Hatiku sakit bangat. Sekarang aku sudah mendapat kan jawaban dari istikharah ku ternyata ryan tidak pernah berubah. Ryan meragukan aku, ryan tidak begitu mencintaiku. Baiklah aku akan resmi membatalkan pernikahan ini.
__ADS_1
Aku tidak akan membiarkan mereka berzina.