Merantau Ke Kepulauan Riau

Merantau Ke Kepulauan Riau
Kita sudah di setara kan gendernya


__ADS_3

Malam ini seharusnya menjadi malam pelepasan masa lajang Nana dengan seorang pengusaha asal kota padang. Tapi, di gemparkan dengan menghilangnya Nana.


Tamu yang datang mencari Nana ke sudut rumah ikut tetangga yang kepo ingin tau kemana Nana pergi banyak pula orang bilang Nana kabur sama pacarnya.


"Nana tidak ada? Wah jangan-jangan kabur sama pacarnya lagi. Makanya punya anak itu gak usah maksain nikah gini nih jadinya malu sendiri kan ?" ujar salah satu tetangga Bu Maryam.


"Ini yang membuat ku ogah menyuruh anak menikah. Kalau dia tidak mau ya mau gimana lagi mungkin ada cita-citanya yang masih belum tercapai. Di paksa nikah ujungnya juga nyusahin orangtua. Lebih baik kabur berarti belum jodohnya." Ujar salah satu kerabat bu maryam.


"Perempuan ngapain punya cita-cita. Ujungnya juga ke dapur ada suami yang menafkahinya. Cita-cita tinggi ujungnya tunduk sama suami." Ujar tante yuni paling serius mengusik keluarga Nana.


"Itu wanita zaman dulu. Sekarang sudah modern. Wanita sudah di setara kan gender nya sama laki-laki, artinya sudah memilik hak yang sama dengan laki-laki. Karena lelaki zaman sekarang sudah banyak yang tidak bertanggung jawab. Istri di suruh jadi IRT biasa tapi suami abai sama nafkah untuk istri dan anak ujungnya susahnya double. Coba kalian sering-sering nonton vidio yang berbobot di youtube milik Mata najwa atau cinta laura. Jangan vidio yang gak ada bobotnya sama sekali. Ujar kerabat bu maryam yang bernama maysitah.


"Tidak ada yang tertulis wanita sudah memiliki hak yang sama dengan laki-laki." Tante yuni masih kokoh sama pendiriannya.


"Ketinggalan zaman kamu." Ujar Bu Maysitah sedangkan tante yuni nampak tidak terima dengan kata-kata bu maysitah. "Nampak kamu perempuan yang tidak berpendidikan jawabannya ngawur. Orang seperti ini yang membuat generasi bangsa hancur. Karena kata orang, kuat atau lemahnya generasi bangsa tergantung perempuan yang mendidiknya. Gak nanyain "kapan nikah mulu" kalau mereka balik nanya "Kapan mati?" Gimana perasaan mu? Begitu pula perasaan orang yang di tanyain kapan nikah." Bu maysitah sama-sama kokoh dengan pendiriannya.


"Benar tuh, yuni. Saya juga tidak mau memaksa anak menikah kalau mereka mau menikah akan menikah juga suatu saat nanti." Ujar salah satu teman bu maryam yang bernama Bu saeda. Tante yuni nampak meradang mendengar ulasan teman-temannya itu. Tapi, tante Yuni kehabisan kata-kata.


Ya, sering membaca konten youtube kesetaraan gender untuk perempuan. Perempuan memang sudah memiliki hak yang sama dengan laki-laki. Tidak terlalu mengikuti peraturan di zaman kuno duku. Lelaki di tugaskan berburu dan wanita di tugaskan hanya di rumah memasak hewan buruan tadi. Zaman sekarang sudah modern. Negeri ini masih tertinggal jauh dari negara maju. Pola pikirnya juga masih banyak yang tertinggal.


Perempuan di negara ini masih di kekang laki-laki dan orangtua seperti melarang berkarir, di paksa menikah padahal belum ingin di paksa menikah kalau masih tidak mau jadinya kabur membuat orang di rumah malu. dan di larang berkarir. Perempuan terlalu manut, kebanyakan ujungnya susah sendiri. Suami abai terhadap tanggung jawabnya, istri tidak boleh kerja dimana istri dapat makan dan membeli barang yang dia mau?


Manut boleh tapi tidak polos juga, cintai diri sendiri, lindungi diri kita, kita berhak bahagia. Orang lain tidak punya hak mengatur kita.


***


"Yang benar Nana kabur sama pacar? Kok, selama ini tidak pernah tau Nana punya pacar?" Ujar tetangga bu maryam.


"Kasihan bangat calon suami dan keluarga nya. Pasti malu bangat."


"Anak itu tidak usah di paksa. Anak zaman sekarang jarang yang mau di jodohkan seperti ini. Tetap melanjutkan dengan dalih sudah jodoh, kabur."


"Gimna nih, Maryam! Nana kemana? Kami tidak mau menanggung malu." Ujar Yanti ibu devi.

__ADS_1


"Saya juga tidak tau nana kemana? Sore tadi masih ada." Ujar Maryam


"Ya, di cari dong anaknya."


"Gimana nih, Nana tidak ada"


Telpon tidak di angkat wa tidak di balas, mereka sampai mencarinya ke bandara tidak ada. Sedang kan penghulu sudah datang.


Hingga pukul 10 malam Nana tidak di temukan keberadaannya. Penghulu dan tamu sudah pulang.


"Maryam! Saya tidak terima di permalukan seperti ini, mau di taruh di mana muka kami? Kami harap kalian mengganti semua kerugian yang sudah kami bayar kemaren."


"Nana, Nana! Kenapa kamu ini susah bangat di bilangin." Ujar paman hadi.


***


POV Angga


"Bang! Ibu udah bilang apa belum. Hari ini kak Nana mau nikah?"


"Sama devi yang katanya pengusaha kaya asal kota ini."


"Kapan


"Malam nanti."


"Mana Ibu?"


"Ibu! Bang Angga nih!" Bu maryam menyudahi pekerjaannya.


"Hallo! Bu! Kok, Ibu tidak bilang Nana mau menikah, sama siapa?"


"Maaf, Ibu tidak bilang, buru-buru soalnya. Menikah sama anak Almarhum Datuk ramadhan dan Bu yanti.

__ADS_1


"Yang mana? Bukan anaknya sudah menikah?"


"Yang nomor dua"


"Memangnya Nana mau sama dia?"


"Entahlah, mungkin sudah jodohnya."


"Ya, sudah. Maaf ya Bu! Aku tidak bisa jadi wali nikahnya serahkan ke Angga aja."


"Iya."


"Uni! Mana Nana? Suruh dia mandi! MUA sudah datang." Ujar Ria


"Ada di kamarnya."


Ria datang ke kamar Nana tapi nihil Nana tidak ada. Sudah di cari ke sana kemari tidak ada. Bu maryam juga tak kalah panik. Putri nya itu yang nampak tenang tidak neko-neko. Tapi, nekat melakukan sesuatu yang dia mau. Bu Maryam berpikir, apa Nana kabur? Kalau Nana tidak di izinkan keluar, Nana sudah terbiasa tidak membutuhkan izin dari Ibunya. Pergi aja seperti orang tidak bersalah.


Pernah keluar ikut touring dari kota padang ke Pekanbaru tembus jambi dan Padang lagi bersama geng motornya. Baik laki-laki maupun perempuan sama-sama pintar membawa motor apalagi usianya masih muda mentalnya sedang kuat kurang memperhatikan keselamatan diri.


Ibunya shock tau putrinya diam-diam ikut turnamen itu. Tidak mengizinkan Nana berpartisipasi lagi tetap ikut kakinya liar untuk jalan. Tapi, bukan Nana namanya kalau tidak bisa menjaga diri. Kebanyakan laki-laki pun segan sama wanita tomboy dan pemotor.


"Kemana kakakmu, Ga!" Ujar Bu Maryam panik. Ini ke sekian kalinya bu maryam bertanya tapi jawabannya selalu tidak tau.


"Sama sekali enggak tau, Bu. Bukannya tadi masih ada di rumah?"


"Ini sudah jam 21.00wib kakakmu belum juga ketemu."


"Benar kak Nana kabur? Baguslah, ogah bangat jabat tangan sama si kebo. Ibu nyuruh aku buat jadi wali nikahnya lagi. Abang Faisal sudah di hubungi tidak bisa pulang juga menyerahkan wali nikahnya samaku. Tapi, kak Nana kemana ya?"


Angga tidak ada niat mencari kakaknya, dia memilih tidur menyetel musik memakai hedset apapun yang terjadi di luar dia tidak peduli yang penting tidak mengusiknya. Karakter Angga sama dengan Nana.


Tamu sudah pulang, karena bu maryam tidak menyukai ruang yang kotor karyawan rumah makan membersihkan rumah malam itu juga.

__ADS_1


Nana kemana ya ?


__ADS_2