Merantau Ke Kepulauan Riau

Merantau Ke Kepulauan Riau
Rencana selanjutnya


__ADS_3

Natuna sebuah pulau mungkin masih sangat asing terdengar di telinga masyarakat. Jarang ter ekspos media. Masyarakatnya ramah, nuansa melayu nya sangat kental lebih condong ke malaysia karena letak geografisnya lebih dekat ke malaysia. Tanahnya mengandung gas alam paling tinggi di indonesia yang di ekspor ke negara tetangga.


Natuna juga menyimpan lokasi wisata yang indah tak kalah dengan lainnya. Hanya di ketahui oleh traveler lokal maupun mancanegara. Bagi kalian yang ingin wisata ke kepulauan Riau, jangan lupa nyeberang ke Natuna, ya! wisatanya dijamin membuat wisatawan gagal move on.


***


Malam ini di sibukkan dengan menyusun barang ke mobil jangan ada satupun yang ketinggalan. Di setiap wisata yang kami kunjungi, tak lupa membeli oleh-oleh untuk orang rumah terutama Fatih, anak sekecil itu sangat suka dengan pemberian seseorang.


Sejauh mata memandang, hanya Azril yang membeli barang begitu banyak karena untuk di jual lagi di batam.


"Jauh-jauh, Azril ke Natuna hanya untuk belanja. Di jual lagi di mahalin sedikit untungnya gak seberapa palingan ngembaliin ongkos aja." Ujar Fero.


"Namanya juga usaha butuh proses." Azril tetap melakukan pekerjaannya," Gak membebankan orang tua."


"Emangnya kenapa, kita membebankan orang tua? Mereka kerja kan untuk kita, kecuali gak kerja nganggur bisa di tuntut." Ujar Fero


"Tuntut bagaimana? Gak ada satu hukum manapun yang mengabulkan anak menuntut orang tua kecuali hukumnya tumpul ke atas tajam ke bawah." Ujar Shelin.


"Dasar anak durhaka. Kebanyakan baca budaya barat tuh, yang anak-anak memperbolehkan menuntut orang tua kalau di lahirkan tidak di inginkan oleh anak itu. Hai, Bung, kita ini orang timur, budaya taat dan berbakti sudah di ajarkan dari kecil." Ujar Ryan.


"Banyak bangat belanja lo! kayak emak-emak tau gak! Ujar kris.


"Ya, kayak emak lo!"


Hahahah


***


Selesai semuanya besok pukul 09.00wib kapal sudah berangkat, kami harus sampai sebelum jam itu.


Senja menyapa matahari mulai menenggelamkan diri pertanda hari akan gelap. anak-anak ada yang sibuk dengan dunianya sendiri meninggalkan ruangan. Sebagian pergi ke mesjid.


***


Waktu keberangkatan tiba, Buru-buru mengejar waktu. Menyusun barang di kapal membutuhkan waktu sejam jam lebih jadi kami berangkat pukul 10.00wib.


Hanya dua setengah jam kapal berlayar sudah sampai ke pelabuhan internasional Batam. Menunggu antrian mengambil barang, di luar pelabuhan, ada rombongan taksi dan supir yang berjuang mencari pelanggan.

__ADS_1


Untung barangku tidak banyak hingga tidak merepotkan ku membawanya kesana kemari. Rumah pertama yang ku kunjungi rumah bang Faisal. Selama libur kuliah aku akan membantu mereka mengurus toko dan rumah makan.


Tiba di rumah ku serahkan semua oleh-oleh ke mereka, mereka senang terutama Fatih ku bawain baju baru dan mobil-mobilan. Suami istri itu entah suka entah tidak sama oleh-oleh ku, kalau tidak suka kapan-kapan aku tidak akan membelinya lagi.


"Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam," Kak shela keluar dari kamarnya. "Nana sudah pulang?"


Nana menyalami kakak iparnya, Melirik kiri kanan sunyi. "Iya, kak. Fatih dan Bang Faisal ke mana?"


"Keluar sebentar. Duduk, Na!"


"Sudah pulang, Na!" Tiba-tiba Bang Faisal dan Fatih datang dari samping toko.


"Udah, Bang. Ini ada oleh-oleh untuk Abang, kakak dan Fatih di makan, Ya! Dan ini untuk Fatih.


"Bilang apa? Bilang terima kasih tante!"


"Asyik banget piknik kalian, Na! Sampai gak ingat nyawa."


"Ingat lah Bang, kak namanya juga piknik gak mungkin kita berpikir macam-macam. Nanti tidak jadi kesana kemari seperti katak dalam tempurung."


Teman-teman bang Faisal dan kak shela juga ikut meramaikan dan mempromosikan rumah makan ini. Teman-temanku tak luput ikut gabung mempromosikannya. Ternyata banyak teman banyak rezeki juga.


Siang tidak terlalu ramai karena orang-orang bekerja, sore sampai malam sudah mulai ramai mungkin orang-orang sudah kembali ke rumah karena siang sibuk kerja.


Fatih menyukai keramaian kalau banyak orang banyak tingkah lucu membuat pelanggan terhibur.


"Fatih kenapa? Ayah mana?" Fatih datang dengan wajah yang sendu.


"Atih, tidak mau sama ayah,"


"Kenapa?"


"Ayah suka marah."


"Itu karena Fatih suka gangguin ayah ketika kerja. Ayah lagi sibuk, tuh banyak orang yang datang. Kalau Fatih nakal, tante juga marah. Fatih main yang bagus jangan ganggu, Ayah ya!"

__ADS_1


Fatih menggangguk.


Usai libur semester yang panjang, besoknya sudah kembali kuliah. Pagi ini mau pulang ke kos, Entah sudah berapa minggu meninggalkan1 kos, kos penuh debu, semut , dan bau yang tidak sedap.


Ku putuskan membersihkan semuanya tak lupa menyemprotkan dengan pewangi ruangan. Walaupun sederhana yang penting tidak bau.


Tinggal tiga semester lagi nyusun skripsi lulus wisuda. 24 jam cuma sebentar, hari bertambah hari, bulan bertambah bulan, tahun bertambah tahun umur semakin bertambah tak terasa kini aku wisuda.


Ibu dan Angga tak lupa menghadiri acara wisudaku di susul kak shela yang telah hamil lagi, bang faisal dan Fatih yang sudah berusia enam tahun.


"Selamat ya, Na! Usai menjalani KKN dan sidang skripsi yang begitu panjang lulus juga!" Ujar Bang Faisal.


"Iya, Bang!"


"Selamat ya, Na! semoga ilmunya bermanfaat buat bangsa dan agama. Amiin."


"Amiin, terima kasih, kak!"


"Kita barengan masuk kuliah. Tapi, kakak duluan yang tamat. Ajarin aku nyusun skripsi ya kak! Di tolak mulu capek ngulang terus," Mereka memang barengan masuk. Tapi, Nana lebih cepat wisuda sedangkan Angga masih mengulang satu semester lagi karena sering bolos dan skripsi nya juga asal-asalan.


"Selesaikan sendiri kok minta bantu aku."


"Ye elah, pelit pula kakak ini."


"Selamat, Ya, Na. Akhirnya kamu lulus juga." Ujar Ibu untuk pertama kalinya datang ke Batam menghadiri wisuda Nana, Rindu cucu, anak dan menantu, dan membantu persalinan kedua Shela nanti.


"Iya, Bu! Terima kasih sudah mendoakan dan mensupport Nana selama ini. Karena do'a Ibu, Nana bisa melewati pekerjaan dengan baik, kuliah dengan baik dan tidak menyusahkan Ibu."


"Tidak ada yang berarti bagi seorang Ibu melainkan untuk kebahagiaan anak-anaknya. Semoga Ilmunya bermanfaat. Amiin."


Amiin.


Hari ini terakhirnya di kampus, rencana akan berada di kota Batam sampai kak shela melahirkan. Setelah itu kembali ke Padang, reunian dan menyusun rencana akan di bawa ilmu ini. Aku tidak mau ilmu ku hanya di alihkan ke satu, dua, tiga atau empat anak manusia.


Aku mau ilmu ini bermanfaat oleh jutaan anak bangsa, membantu mencerdaskan mereka dan membangun Bisnisku.


Aku wanita yang terlahir di dunia sudah modern tidak mau hanya mengabdi di dapur, sumur, dan kasur. Tentu tidak melanggar perintah agama selagi itu baik, tidak ada seorang manusia pun yang menghalangi tujuanku.

__ADS_1


Next..


__ADS_2