
Ok, ya sudah, Assalamualaikum!"
"Waalaikumsalam.
Anggun memang suka gonta ganti pacar. Sudah berulang kali ku ingati, tapi tidak dia gubris tetap pada pendiriannya, dari pada pacaran mulu nanti setan menggoda, mending menikah aja, susah senang semua orang akan menanggung nya.
Layla, pindah ke Jakarta. Tidak jadi kuliah di UNP. Tapi Layla tidak menghubungiku. Nadya entah dimana, apa masih di padang apa sudah pindah tidak tau, nanti aku hubungi mereka. 3 sahabatku yang sejak SD sampai SMK sudah bersama. Usia 18 saatnya kita berpisah sementara, penuh drama dan airmata membasahi pipi ketika merayakan perpisahan 3 bulan yang lalu.
Entah kapan ketemu lagi, karena usia SMA adalah masa-masa paling indah dalam seumur hidup. Di masa itu kita mulai mengenal cinta, cinta lokasi, PDKT, tebar pesona, serius belaja tanpa beban demi masa depan. Kenakalan remaja yang sangat butuh pengawas orangtua. Banyak kenangan indah kutulis dalam buku diary akan aku kenang sepanjang masa.
Aku harus serius memperjuangkan mimpiku disini. Aku harus serius, tidak boleh plin plan.
Bismillahirrahmanirrahim.
No. Asing calling...
Nah siapa tau dari perusahaan. Batin Nana.
"Hallo?"
"Hallo, Nana, apa kabar?" sapa seseorang dari seberang.
"Hallo, Nadia! Astaga Nadia, kabar aku Alhamdulillah baik! Kamu?" Ah, ternyata Nadia yang menelpon.Ku kira dari perusahaan. Batin Nana.
"Alhamdulillah, baik juga, kamu apa tujuanmu selanjutnya? Apa jadi kuliah?"
"Jadi dong Na, Nadia gitu loh, tau kan Nadia orangnya seperti apa?"
"Ya, tentu tau, Nadia murid paling cerdas di sekolah. Menghasilkan nilai dan aatitude terbaik selama 6 tahun di sekolah."
"Nah, tau kan, Na, tak mungkin aku tidak kuliah."
Biasa kami ngobrol panjang lebar tapi lekas aku ingin mengakhiri obrolan kami. Karena aku takut Alda atau pihak perusahaan menghubungi ku nanti tidak aktif. Kecolongan pula nanti. Nadia memang yang tercerdas di antara yang lainnya, semangat belajarnya yang tinggi bercita-cita ingin menjadi dosen. Tenaga pendidik untuk mencerdaskan anak bangsa.
1 Jam kemudian
No. Asing calling....
Mudahan ini dari perusahaan. Amiin.
"Hallo!
"Hallo, kami dari PT. PxxxxxxxIndoBatam. Menghubungi Anda atas nama Nazalia Nazeefa untuk menghadiri tes di tempat besok pagi pukul 08.00wib."
"Ya, dengan saya sendiri, Nazalia Nazeefa bersedia untuk menghadiri tes di tempatnya besok pagi. Terima kasih."
"Sama-sama."
"Alhamdulillah, ya Allah. Mudahan tes besok lancar. Amiin."
Ternyata Anak supir taksi itu benar-benar membantuku. Jujur, Aku melihat Alda walau berhijab entah kenapa perasaan aku itu rusuh bangat. Entah Aku cocok berteman sama dia entah tidak nanti, entah lah, yang penting aku dapat kerja. Batin Nana.
Hari ini aku berangkat ke tempat bisa karena, kita tidak hanya bergantung pada satu tempat, kita harus cari tempat yang lain. Kalau tidak lulus yang ini cari lagi yang lain. Sayangkan seandainya ada satu perusahaan yang buka loker, lamaran ku tidak masuk.
Masih sama. Pulang. Tidur sejenak, kerja membantu kak shel seperti biasa. Bermain sama Fatih dan belajar untuk tes besok.
__ADS_1
Keesokan harinya, Aku berangkat ke lokasi untuk tes. Mendengat petuah seperti kemaren. Tes. Tesnya sama aja cuma beda so'al.Aku harus hati-hati tidak boleh ada typo. Aku kerjain yang mudahnya dulu baru yang susah.
Ok, siap mengumpulkan kunci jawabannya. Pulang. Tinggal menerima panggilan tes kedua sore nanti. Telponan sama Alda, dia siap membantuku. Tapi, Alda tidak bisa menjamin Aku akan lolos apa tidak. Itu serahkan semua ke calon pekerja. Alda hanya mengajari ku interviu aja. Biasanya orang akan menanyakan Visi dan misi kita, pengalaman, dan tujuan untuk bekerja di sini.
Terakhir cek up medical. Orang akan memeriksa seluruh badan kita termasuk daerah sensitif apa ada lecet apa tidak. Kata Alya tidak boleh malu, biasa aja yang melakukannya dokter yang sudah di percaya pihak perusahaan. Bai itu laki-laki maupun perempuan sama aja. Mudahan dokternya perempuan. Amiin.
Tak terbayangkan dokternya laki-laki. Ya wajarlah malu. Sebab bukan muhrim. Tidak ada dosa baginya karena dia sudah bersumpah itu sudah menjadi tugasnya.
Lagian Aku hanya ingin tubuhku, hanya dilihat oleh muhrinku kelak. Bukan orang lain termasuk dokter.
"PT. Pxxxxxx. Calling.
No. Asing itu ku nama kan PT. Pxxxxx. Agar tak sesat menerima panggilan nanti.
"Hallo!"
Alhamdulillah, Aku lulus tes tulis, Aku berjalan ke tempat semula. Ternyata hanya ada sebagian yang lulus tes tulis. Selainnya gagal. Sama seperti ku kemaren.
Interviu
Apa Visi dan Misimu?"
"Belajarlah dari buayan sampai liang lahat karena belajar akan berguna untuk bekal kehidupan kita. Agar memiliki adab, akhlak dan iman untuk dunia dan akhirat."
Apa Pengalamanmu?"
"Pernah kerja di konter. Tentu aja Aku bohong. Dimana pula Aku kerja di usia sekolah. Sibuk belajar kursus ini kursus itu, sibuk pula membantu Ibu mengurus RM dan mengantar pesanan."
Oh, ternyata, staff nya mengetes Aku. Ok.
Alhamdulillah, lancar.
Tujuanku untuk mencari biaya kuliah. Kami orang kurang mampu, Ayahku sudah tidak ada, Ibuku hanya Ibu Rumah Tangga biasa yang mengharap kan biaya hidup dari saudara.
Kata Alda. Kita harus banyak drama untuk menarik simpati staff, staff tau kita bohong. Tapi staf menilai kita sangat siap untuk bekerja.
Interviu selesai. Menunggu panggilan ketiga untuk medical cek up.
Pulang sebentar tak lupa mandi, Ganti Baju, kata staff, untuk menghadiri tes medical cek up nanti boleh memakai baju apa aja asal bersih dan good looking. Sholat dan berdo'a pada tuhan agar dilancarkan segala tesnya. Untuk auratku yang tak sengaja akan diperlihatkan sama dokter kelak, itu diluar kenadaliku. Memang seperti itu tesnya. Kak Shela, Bang Faisal dan yang lainnya juga.
Mudahan lolos Amiin.
Tak mau keluar karena masih tidak ingin kak Shela dan Bang Faisal bertanya yang macam-macam nanti, baju sudah terganti entah lolos entah tidak.
PT. Pxxxxx Calling...
Allhamdulilah aku lolos interviu.
Bismillah. Mudahan lolos.
"Mau kemana, Na?" tanya Bang Faisal.
"Aku mau menghadiri tes, medical cek up Bang."
__ADS_1
"Oh, dimana?"
"Di PT. PxxxxxxxIndoBantam, Bang."
"Oh, ya sudah, sekarang? Ayok, Abang antar."
"Gak usah, Bang. Abanh baru pulang."
"Gak apa-apa, hari sudah mulai malam, kurang percaya naik angkot sendirian."
"Oh, ya sudah, gak apa-apa."
"Kemana?" sapa kak shela.
"Mau ngantarin, Nana, mau tea medical cek up."
"Oh, ya sudah, hati-hati. Ya!"
"Ya." serempak menjawab.
Di antar Bang Faisal. Aku berangkat. Tiba di tempat ternyata hanya sebagiannya lagi yang lolos interviu termasuk Aku. Tinggal selangkah lagi ujian ku untuk lolos. Ku lihat Bang Faisal mauk ke arah perusahaan entah kemana perginya. Pada saat ini tentu malu sama Bang Faisal, ya mau gimana lagi, mereka juga seperti itu dulu.
Saatnya medical, satu persatu di panggil masuk ke ruangan. Calon pekerja udah pucat pasi. Termasuk Aku.
"Aduh, Aku malu." ujar teman sebelah.
"Aku juga." ujar yang satu lagi.
"Du, Aku apalagi."
"Ah, elo, sama pacar aja gak malu, kenapa sama mereka malu?" ujar yang belakang.
"Pacar itu lain, ini lain lagi." ujar temannya.
Rata-rata mereka membilang malu, apalagi aku. Mereka bolak balik ke toilet termasuk Aku. Jantungku rasanya dag dig dug tak karuan. Mereka yang keluar ku. Tinggal Aku lagi. Bismillah mudahan lancar.
Nazalia Nazeefa
Jedaaaar... namaku yang di panggil. Bismillah lancarkan ya Allah.
Masuk ke ruang. Ada satu dokter laki-laki yang menunggu, kata Alda dokternya orang-orangtua sudah menikah. Tapi, aku lihat masih muda belia usia 30tahunan lah. Aku bisa melihat kalau dokter ini belum menikah. Apa Alda bohong ya?"
Ah, sudah lah yang penting aku lolos. Jantung berdetak semakin kencang, tiba-tiba keringat membasahi pipi. Waktu berjalan terasa lama. Aku takut sesuatu yang keluar di daerah sensitif. Mudahan tidak. Amiin.
Selesai tak lupa ke toilet, ternyata aman. Menunggu nama-nama siapa saja yang lolos untuk bekerja. satu, dua, tiga, empat, lima.
Nazalia Nazeefa selamat anda lolos bekerja besok pagi.
Alhamdulillah, ya Allah tak lupa aku sujud syukur pada pada Allah swt. Aku diterima.
Hanya sebagian 30 orang yang di terima selebihnya tidak.
Yang gagal perjuangan tidak berhenti disini saja. Saat ini belum beruntung sama sepertiku kemaren yang tidak lulus tes tulis. Entah apanya yang salah pada kesehatan mereka aku tidak tau. Tak lupa staff memberikan petuah untuk yang lolos dan yang tidak lolos.
Mereka memberikan surat tanda tangan kontrak. Siap di kontrak selama 3, 5 tahun. Kalau keluar akan dikenakan uang pinalti, kecuali meninggal dan di PHK. Yang menikah tetap bekerja kalau regina atas perintah suami. Suami juga harus membayar uang pinalti kalau tidak kita akan di gugat.
__ADS_1
Mereka juga memberikan baju-baju untuk bekerja.
Baiklah. Aku Nazalia Nazeefa alias Nana. Siap bekerja besok pagi.