
Merantau ke kepulauan Riau
Part 53
Hari ini minggu pertama lulus kuliah. Mencari informasi lowongan kerja di kampus, menghubungi teman yang sudah lebih dulu lulus, berselancar di internet semoga ada satu lowongan untukku. Aku tidak mau nganggur terlalu lama, masa depan kita, kita sendiri yang memperjuangkannya jangan berharap banyak pada manusia nanti kecewa.
Malam ini kami akan menghadiri sebuah acara di Nagoya lembaga adat untuk mempererat tali persaudaraan perantauan. Acara ini biasanya di adakan sekali setahun. 7 tahun di Batam, ini pertama kalinya pergi ke acara tersebut. Mengundang penyanyi dari Padang sumatra barat dan artis Ibu kota yang berdarah Minang.
Suku Minang ini suku dengan jiwa perantauan dan persaudaraan terkuat di negeri ini. Jiwa penggembala yang di turunkan oleh nenek moyang masih mengalir sampai sekarang. Mereka bukan tipe orang yang mau duduk manis di rumah, mereka akan berusaha sekuat mungkin menjelajah negeri menggunakan ilmu dunia dan akhirat menciptakan sejarah bagus untuk anak cucu.
Acara pembuka di awali dengan tari pasambahan, memiliki makna sebagai tarian untuk penghormatan dan menyambut tamu baik dari dekat maupun jauh. Tarian ini biasanya melekat untuk pernikahan. Pihak dari perempuan akan menyambut mempelai dan penggiringnya datang ke rumah untuk mengabdikan diri kepada istri dan keluarga. Unik bukan!
Acara berikutnya adalah Buya Datuk Ameer rizki memberi tausiah dan pesan-pesan untuk perantau. Di ambil dari pepatah yang pernah di Utarakan oleh para Imam salah satunya imam Syafii'i
Merantaulah
"Merantaulah! Orang berilmu dan beradab tidak diam beristirahat di kampung halaman. Tinggalkan negerimu dan hidup di negeri asing (di negeri orang)" - Imam Asy-Syafii
Maksud dari pepatah itu adalah, bumi ini luas, banyak gunung yang di daki, lembah yang di tempuh, jeruji jeruji yang harus di tembus. Kalau kita diam di tempat terlalu sayang karena dunia ini luas sedangkan Allah menyuruh kita merantau ke manapun yang kita mau, agar kita menjadi orang yang berilmu semakin bertambah, di perantauan satu orang 1 karakter 1000 orang 100 karakter. Ada yang baik, buruk, biasa aja, manis mulut, penipu dan lainnya. Kita akan di tuntut untuk memutar otak untuk berpikir menghadapinya agar kita semakin kuat, melihat perbedaan Agama, Ras, dan cara menyikapi dan menghargainya, belajar budaya baru dan lainnya. Tentu beda cara pandang anak perantau dari pada tidak.
Merantaulah…
"Kau akan dapatkan pengganti dari orang-orang yang engkau tinggalkan (kerabat dan kawan)." Karena dengan merantau, jauh dari keluarga dan sanak saudara, kita harus pandai menetapkan diri sebab keluarga kita bukan keluarga kandung lagi. Tapi, orang lain juga. Bukankah semua umat muslim itu bersaudara.
__ADS_1
***
Acara selanjutnya pertunjukan dari penyanyin asal Minang. Penyanyi dari kampung halaman ku ini cukup bagus, lirik dan maknanya sangat bagus tidak kalah dari yang sudah terkenal wara wiri di televisi. Walaupun minim promosi, mereka cukup sukses menguasai chanel youtube menjual Album sampai ke Negera tetangga terutama lagi pop melayu karena dominannya orang minang ada Asean pop melayu.
Acara selanjutnya pertunjukan dari penyanyi asal Ibu kota yang Album solo nya sempat nge-hits juga sampai ke Negera tetangga di lanjutkan dengan Tari piring yang di tunjukkan oleh para remaja dari sumatra barat. Menurut penuturan MC Tadi mereka sudah sampai ke Taiwan. Keren bukan.
Tak lupa para panitia juga memberikan petuah dan sumbangan suara emas dari pengunjung
Usai acara pengunjung di berikan nasi bungkus makan di tempat
Kita umat muslim itu saudara saling membutuhkan satu sama lain. Di kampung lain lagi saudara di perantau cari teman akan menjadi saudara paling dekat dari pada kandung. Masalah perbendaan hargai itu jangan di perdebatkan semua orang berhak memiliki pendapat sendiri kita tidak bisa memaksa ke hendak. Siapapun bisa jadi saudara.
***
"Sampai juga di rumah," Nana dan sekeluarga telah sampai di rumahnya. Ini perjalanan pertama untuk Nana dan sekeluarga seumur hidupnya.
"Kamu ini sukanya mencela aja yang penting mereka percaya diri, mereka tidak mempedulikan pendapat orang lain. Memangnya kamu bisa nyanyi? Berani tampil?" ujar Nana. Mereka memang suka cekcok.
Angga menghempaskan tubuhnya ke sofa, Faisal, Shela dan Fatih langsung tidur. "Beranilah siapa takut! Dulu, memang gak bisa nyanyi. Tapi, aku kursus nyanyi sudah jago kok, kakak itu yang gak bisa."
"Setidaknya tidak mencela."
"Siapa yang mencela."
__ADS_1
"Kamu,"
Ibu yang mendengat perdebatan anaknya pusing mendengarnya. "Sudah, sudah. Nana ke kamar sana tidur lagi, ini sudah pukul 1 dini hari! Angga, tidur lagi.
"Iya"
***
Mentari pagi sudah muncul, cahayanya menyinari bumi pertiwi, jam sudah menunjukkan pukul 6 pagi. hari ini Nana dan Angga bangun kesiangan. Capek usai menghadiri acara semalam membuat mereka masih terbuai di alam mimpi. Orangtua tidak membangunkannya karena mereka sudah dewasa harus bisa mandiri bangun sendiri tanpa melibatkan orangtua lagi.
Shela sedang cuti kehamilan. Faisal dan Ibu mengurus Toko, Fatih sudah masuk sekolah. Hari ini hari pertama Nana nganggur. Istirahat dulu capek ngasah otak selama 4 tahun.
Semua orang di rumah ini mandiri, kak Shela termasuk menang yang beruntung. Tidak ada satupun keluarga suaminya yang menganggu rumah tangganya. Mereka punya uang sendiri untuk membeli sesuatu. Beda dari novel yang ku baca.
Tahun ini usiaku sudah 24 tahun. Tidak pernah sekalipun merayakan ulang tahun. Sadar aku bukan anak kecil lagi yang mau di rayakan justru ultah Fatih di adakan setahun sekali.
Toko dan rumah makan semakin besar, Nikmat mana lagi yang kau dusta kan. Tahun ini Ibu insyaallah akan pergi umroh. Ini untuk pertama kalinya Ibu melakukannya sambil mengumrohkan Almarhum Ayah.
Ayah pasti bangga dengan pencapaian anak-anaknya.
Layla mengajakku ke kota Jakarta ingat gak dengan Layla?
Teman akrabku dulu. Dia masih menetap di jakarta bekerja di sebuah perusahaan tenama jurusan Akutansi.
__ADS_1
Insyaallah aku akan kesana.
Next.