
Ibuku pernah bilang
Hidup di dunia ini benar-benar butuh perjuangan, tak boleh terlalu santai kita juga yang rugi, masa depan tergantung kita sendiri, bukan orang lain, saudara, dan orangtua. Mereka hanya ada pada saat tertentu. Bukan meragukan Allah yang menjamin rezeki setiap umatnya, tapi Allah juga menyuruh orang bekerja juga. Gak kerja Allah tidak akan menjatuhkan uang dari langit untuk orang pemalas. Kalau masih tidak ngerti boleh di tambahin lagi ot4knya tuh.
Bekerjalah apapun yang penting halal tidak usah berharap uang orangtua atau saudara, mereka memiliki kewajiban yang lain yang dipenuhi selain kita. Benarkan, kalau ada uang segala sesuatu bisa kita lakukan kalau gak ada ya tanggung aja. Jangan terlalu menyiksa diri kalau ada yang inginkan beli lah, hadiahi diri sendiri dengan jerih payah sendiri. Toh, hidup hanya sekali, dunia tak selebar daun kelor, menjelajahi negeri sama dengan membaca buku, jika tidak pergi berpetualang, sama aja kita hanya membaca satu halaman aja. Marilahi menikmati apa yang ada didunia ini semampu kita, jika tidak mampu tidak usah dipaksa. Berusaha lah semampu kita, apa yang di kerjakan sekarang akan menentukan masa tua kita. Intinya masa muda untuk masa tua.
Tak banyak berbicara kembali pulang membelah jalanan yang masih macet seperti tadi hari minggu memang mereka gunakan untuk liburan.
"Kamu turun di sini aja ya! Na, Aku buru-buru," tiba di jembatan SS Alda menurunkan aku disini, padahal tadi dia rela menjemput sampai alamat kenapa sekarang turunnya tidak sampai ke Alamat.
"Antarin dikit aja lah gak jauh kok ke tempat tadi." ya, kalau bisa menjemput kenapa mengantar kembali tidak bisa.
"Duh, Aku buru-buru, Na, hari udah sore bangat." buru-buru gimana, perasaan dia ngekos bukan tinggal bareng Ayahnya.
"Antarin dikit lah, nanti orang rumah memikirkan kamu yang tidak-tidak lagi." Jelas aja Aku kesal, berarti dia ini tipe teman yang benar mementingkan diri sendiri.
Lagian ya, tadi kamu bisa menjemput Aku sampai ke alamat kenapa sekarang tidak, walaupun buru-buru kalau teman setia antarin sampai alamat dong. kita pergi bareng pulang sampai Alamat juga bareng.
"Duh, sekali lagi maaf ya, Na, bukan aku teman tidak setia sekali lagi mengertilah Aku sekarang terburu-buru bangat. Daa, Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam," dikit demi sedikit kelakuan aslimu mulai tampak, Da! Aku harus hati-hati sama kamu."
Jalan sampai ke rumah untung aku tidak belanja banyak hingga menghabiskan seluruh gaji, mending langsung aku kirim ke kampung aja barang-barang untuk Ibu dan Angga. Entah mereka suka atau tidak aku tidak tau, kalau suka Alhamdulillah, kalau tidak, tidak akan mengirimnya lagi, biarlah ku kirim uangnya aja. Di kota ini aku harus menghemat pengeluaran. Godaan belanja sangat besar, aku harus menjauahi orang-orang yang boros, gak mencapai target nanti.
Selesai mengirimnya, jalan lagi menuju rumah, tak berhenti memikirkan kelakuan Alda tadi yang menurunkanku di SS. Kalau seorang sudah berani bertindak pada kita suatu saat dia akan mengulanginya lagi. Aku harus ingat tidak boleh terlalu polos.
"Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam, wah, Na, kok sendirian, temanmu mana?" nampak kak shela dengan rambut yang masih basah sepertinya baru selesai mandi.
"Udah pulang kak."
"Kenapa gak minta antarin sampai rumah, Na?" kak shela pasti curiga kenapa aku sampai di rumah sendirian.
"Ya, dia, ngantarin sampai jempatan SS aja, soalnya dia buru-buru, Fatih mana kak?"
"Di bawa ayahnya main kerumah temannya."
"Oh, ya, aku bawain buah tangan untuk kalian, dimakan ya!"
"Wah, terimakasih, Na, tapi jangan keseringan belanja ya! Nanti kecanduan. Godaan belanja di kota ini besar, banyak orang yang habis kontrak udah gak punya uang lagi."
"Hehe, ya, kak! Aku ingat kok."
Istirahat sejenak berselancar di dumai banyak bangga orang yang mengomentari postinganku, ada yang mengirim pesan, dia juga ingin kerja di sini. Karena gak mau di kirain sombog, Ku balas satu persatu. Selesai mandi, sholat, makan dan tidur. Besok harus masuk pagi lagi.
Sudah 6 bulan kerja, banyak asam garam yang kurasakan, banyak masalah, si tukang bully, si tukang fitnah, manis di mulut busuk di hati, orang yang suka memanfaatkan kepolosan kita, tukang hutang, dan tukang pinjam tapi tak pernah di kembalikan, sok berkuasa suka menyombongkan diri dan menyuruh yang lainnya membantunya tampa mengerti orang juga punya kerjaan tapi tak mau membantu.
"Eh, lo, ambil barang yang di sebelah pojok itu dong antarin kesini!" sapa seorang bernama Diana. Sebut nama kek, apa susahnya.
__ADS_1
"Iya,"
"Ambil yang di sana juga ya!"
"Iya,
"Ambil 20 dus yang tersusun di bawah meja itu ya!"
"Iyaa."
"Jangan lambat, gue butuh cepat."
"Iya." setelah mengantar semua yang sia suruh Aku lekas mengerjakan pekerjaan ku yang sempat tertunda.
"Ambilin lagi dong."
kurasa sudah selesai lekas kembali ketempat semula mengerjakannya lagi.
"Nana, ambilin lagi dong bawa semua ke atas ini!" kesal kesal kesal kalau gak diturutin aku gak enak. Pergi lagi dan lagi padahal dia melihat aku banyak kerjaan juga bukan dia aja gak punya adab ini orang.
"Iya, Nih," kembali melanjutkan pekerjaan tiba-tiba...
Braaak.... Barang-barangnya diana jatuh
"Duh, pakai jatuh pula."
Setiap kembali mengerjakan pekerjaanku, Dia siap lupa memerintah aku kembali seperti bos dan karyawan. Udah puluhan kali menyuruhku membuatku lalai dari pekerjaanku sendiri.
"Nana, susun 40 dus itu ke gudang ya."
Nana diam
"Nana, cepat susun 40 dus itu setelah itu bantuin gue menagkatnya keatas mesin produksi."
Nana diam
"Nana, lo dengar gak sih! cepat Ambil barang-barang itu berikan ke gue!"
Nana diam
"Nana, lo dengar gak sih, gue tend4ng nanti lo." silahkan saja mendend4ng gue kalau lo mau kena PHK. Batik Nana.
"NANAAAA."
Suaranya mengalahkan petir disiang bolong, pita suaranya seperti mau putus dan yang mendengarpun tersentak dan ratusan pasang mata melihat kedua orang itu. Nana bukannya tidak mendengar tapi Nana juga punya kerjaan sama seperti dirinya, Nana tidak mau lagi memembantunya dia sendiri tidak sudi membantu Nana terus aja minta bantu padahal tau orang juga sibuk terlalu mementingkan diri sendiri juga membuat orang jengkel.
Nana lagi-lagi diam
Jengkel di diamkan, Diana jalan dengan dada naik turun dan mata setajam pedang yang siap menebas manusia. Nana merasa di perlakukan seperti babu oleh selama karyawan sendiri.
__ADS_1
"EH, LO BUDEK YA GAK DRNGAR APA YANG GUE BILANG, CEPAT AMBIP SEMUA BARANG-BARANG ITU LETAKKAN KE DALAM GUDANG."
Nana tetap pada pekerjaannya.
"BRAKK....
Karena kesal Diana menendang barang-barang yang di kerjakan Nana bertebaran dimana-mana. Ratusan pasang mata hanya memandang sambil berbisik tidak ada yang membantu merapikannya lagi. Nana lagi-lagi diam tak menanggapi ucapan Diana.
Tiba-tiba Diana memegang kerah baju persis seperti orang mengajak duel dengan emosi naik turun dan mata membulat besar.
"EH, LO BUDEK, APA TULI? CEPAT BANTUIN GUE KALAU GAK GUE JAMB4K LO."
"Lo, punya kaki dan tangan kan? Kenapa minta bantu orang lain? Coba lihat kiri kanan, apa mereka pernah minta bantu teman-temannya? Gal ada! Hanya lo doang."
"KURANG AJAR LO MAU NYARI MATI LO." tangannya makin erat mencengkram kerah baju Nana sampai sobek.
"Kalau gue, kurang ajar lalu lo apa? Sesama karyawan seenak jidat memerintah yang lainnya lebih dari seorang bos?" Nana menjawabnya setenang mungkin dengan alis naik sebelah.
"KURANG AJAR, BRAAAK...." Diana menendang4ang perut Nana tapi Nana berhasil mengelak dan Diana hanya menend4ng angin.
"OH, LO UDAH BERANI SAMA GUE.' BRAAAAKK." lagi- lagi diana menend4ng, menampar, menjambak sayangnya Nana pintar mengelak dan Alhasil Diana sukses menendang4ng mesin membuat kakinya sakit bangat. Orang sekelilingnya hanya tertawa menyaksikan tontonan gratis itu.
hahahah, hahahha, hahahhah, hahahha.
Duel ditengah karyawan lain, membuat yang lainnya terpana melihat kegigihan Nana yang tidak mengizinkan dirinya terkena serangan. Diana sudah seperti orang g!la.
"Hahahah hahahah hahah, Diana, g!la, Diana G!la, Ratu yang paling di segani disini sudah kalah.' ucap karyawan lain.
"Iya, makanya jangan sok cantik, jangan sok jagoan, biasana suka memerintah kan orang lain saatnya si bos abal-abal kalah dari yang tidak terduga." kata yang lainnya lagi.
"Huu huu huu...Ayo lumpuhkan si bos abal-abal itu." ucap yang lainnya lagi.
"Diana sudah lumpuh akibat kekurangan energi. Diana sudah kalah, diana sudah terkalahkan, berkurang populasi bos abal-abal di pabrik ini." ucap yang lainnya lagi.
" Sudahlah, Nana, kembali kerja nanti lo di berikan surat peringatan kedua kalinya." ujar Alda.
"Ya, jengkel bangat selama 6 bulan ini tau, banyak bangat menghadapi masalah semua di tunjukkan ke Aku."
"Sabar, Na, Aku jauh lebih mengenaskan dari pada kamu, dia memang suka membully dan memerintah karyawan lain seenak hati."
"Kamu juga Da? Jangan-jangan dia yang lo maksud waktu pertama kali ke Nagoya?" menurut ucapan Alda, mengingat ku 6 bulan yang lalu bahwa Alda sering di bully dan diperintahkan seperti Babu oleh selama karyawan.
"Iya, dia orangnya banyak lagi."
"Kita tidak sendirian kok, kita harus pintar membela diri dari orang-orang seperti dia cepat kita lanjutkan lagi kerjaan kita!" ayok."
"Ayok!" kayaknya kita lembur lagi nanti."
"Ya, gak apa-apa bagus malah nampah gaji."
__ADS_1
Next....
"