Merantau Ke Kepulauan Riau

Merantau Ke Kepulauan Riau
Jangan suka membicarakan fitnah dan panggilan pertama


__ADS_3

Keesokan harinya biasa, menjalani rutinitas seperti biasa. Walau panas mendera, hari ini, Aku tidak akan banyak mengeluh lagi, disetiap lokasi yang ramai, kami singgah tidak pun ada lowongan, kami duduk istirahat aja, sabar baru seminggu kok.


Pulang seperti biasa, Aku mengerjakan tugas pekerjaan rumah, menyapu, mengepel, mencuci piring, bajuku dan Fatih. Karena Aku tinggal disini, sekalian bantu kak shela meringankan tugasnya.


"Na, gak usah repot-repot ngerjain ini semua, kamu duduk sambil nonton aja!"


"Gak apa-apa kak, udah biasa melakukan ini di rumah."


Kalau Ipar lain mungkin banyak yang menusuk dari belakang. Sering menuduh Ipar yang tidak-tidak, pemalaslah, angkuhlah, tidak masaklah, tidak mengerjakan pekerjaan rumahlah, mengadu domba antara suami istri atau dengan kakak dan adik. Tapi, bagiku, "untuk apa melakukan itu semua?" dengan mencari muka, rela menuduh, memfitnah yang hukumnya lebih kejam dari pada pembunuhan.


Aku bukanlah manusia seperti itu, insyaallah Aku akan berusaha se dewasa mungkin, tidak menyakiti seseorang, tidak mencari muka dengan cara keji, biarlah orang itu menyukai ku apa adanya, kalau suka ya, Alhamdulillah, kalau tidak, ya gak apa-apa gak usah dipaksa.


Aku juga menyukai orang apa adanya bukan ada apanya. Bukan menyukai seseorang hanya dalam saat memiliki sesuatu bukanlah seperti itu.


"Ya, Kamu kan, harus banyak istirahat, setiap harinya kamu harus jalan gak pakai kendaraan, pasti sangat capek loh. Kakak sudah merasakannya, pagi berangkat siang pulang, capek bangat kaki keram mau tidur siang apa kata orang karena tinggal di rumah orang."


Makanya kakak tidak mau  membiarkan siapa yang tinggal disini merasakan kesusahan yang kakak alami. Udah mengerjakan pekerjaan rumah, eh, masih dijelek-jelekkan oleh teman yang mencari muka."


"Aku bukan seperti itu kak, tidak mau melakukan pekerjaan orang yang kurang kerjaan itu. Aku, hanya mencuci bajuku, baju Fatih, piring, nyapu, dan ngepel. Aku, melakukan yang belum sempat kakak lakukan aja. Kakak kan juga repot ngurus suami, anak, dan rumah yang gak ada habisnya."


"Rumah ini gak seberapa besarnya kok, ya udah deh,  kalau capek, gak udah dipaksain, istirahat aja,"


"Tentu kak, oh, ya, kak. Bang Faisal masuk kerja kapan aja? temanku bilang, keluarganya ada yang masuk pagi, masuk siang, masuk second,"


"Iya, Bang Faisal semuanya. Memang rata-rata Karyawan masuk semua jam yang ditentukan perusahaan,"


" kalau masuk malam ada masuk second, kakak di rumah sendirian dan sama Fatih juga?"

__ADS_1


"Iya, kenapa emangnya?"


"Nanya aja kak, berani kakak tinggal di rumah sendirian?"


"Beranilah, gak apa-apa kok, disini ramai, tetangga depan, belakang, kiri, kanan. Banyak juga anak kos yang tinggal sendirian gak masalah kok,"


" Tapi, isi hati orang tidak ada yang tau kak. Apa gak takut terjadi sesuatu menimbulkan fitnah?" 


"Disini kota, stigma fitnah itu hanyalah kata-kata orang desa, dunia maya dan fiksi. Kamu sering baca Novel kan?"


"Sering kak, tapi musibahkan tidak ada yang tau kapan datangnya,"


"Musibah, jangan dipikirkan, berdo'a, minta lindungan pada Allah, kuatnya do'a umatnya insyaallah, Allah akan selalu  dan mengabulkan do'a umatnya. Melindungi kita dan membuat orang jahat segan sama kita, kalau masih Kena musibah, tidak lewat cara ini dengan cara lain datang pada kita. Cobaan adalah ujian dari Allah untuk menguji kesabaran dan keimanan umatnya. Percaya pada Allah. Allah tau maksud dan isi hati umatnya. Allah tidak akan memberikan cobaan melewati batas kemampuan umatnya."


"Lalu, apa kakak pernah mengalami hal yang ganjal gitu?"


"Tapi, kenapa orang lain sesholeh apapun, selalu beribadah,  berdoa, minta lindungan Allah, masih kena fitnah dan diperkosa?"


"Ya, itu ujian untuknya, ujian itu macam-macam untuk menguji keimanan manusia. Allah berikan penyakit, musibah, dan kekecewaan , agar manusia itu semakin kuat imannya. Hidup tak luput dar cobaan. Orang lain hanya menjadi penonton, pintar mengutarakan pendapat, nasehat, tapi lupa menasehati diri sendiri giliran dinasehati balik tidak terima itulah orang. Suka ngomong fitnah, mengutarakan pendapat giliran terjadi pada dia orang lain akan mengunjungnya lagi begitu seterusnya. Kalau semua tak lupa ada tangan Allah yang ikut campur menulis kisah kehidupan seseorang, Ada setan yang menggoda manusia agar mengikuti jejaknya.


"Panjang bangat kak, ngos-ngosan dengarinnya." kak shela tersenyum menanggapinya. Usianya masih 25 tahun, tapi tutur kata dan perilakunya nya lebih dewasa dari usianya. Walaupun sudah melahirkan, tubuhnya masih langsing, kulit putih cerah, wajah cantik, ciri khas perempuan sunda.


Jujur, Aku lebih sering berinteraksi dengan kak shela dari pada Bang Faisal. Karena kak shela dirumah aja. Bang Faisal kerja pergi jam 07.00wib pulang jam 17.00wib. Kalau lembur, pulang jam 22.00wib. Kalau masuk second, berangkat jam 23.00wib. Pulanh jam 12.30wib. Gak kebayang jadi perempuan pergi malam, dan pulang malam.


"Hallo, kami dari PT. pxxxxxxxxxx Batam, menghubungi Anda atas nama, Nazalia Nazeefa untuk tes besok pagi pukul 08.00wib."


"Ya, dengan saya sendiri, Nazalia Nazeefa bersedia menghadiri tes besok pagi, terimakasih,"

__ADS_1


"Ya, sama-sama."


Tit tit


Alhamdulillah, ya Allah, engkau telah mengabulkan do'aku. Senang rasanya, besok tes. Hari ini, harus banyak belajar tes apa aja yang dilakukan besok. Mending aku belajar sama mereka aja.


"Ada apa, Na?" 


"Alhamdulillah, besok Aku tes kak,"


"Alhamdulillah, kalau gitu,"


"Kakak, kan pernah kerja di perusahaan itu. Ajarin dong kak, gimana tes nya, apa aja yang harus dipelajari!"


"Ya, nanti kakak ajarin, tunggu Fatih tidur dulu ya!"


"Ya, kak."


Ku telpon Alya, apakah dia sudah dihubungi sama pihak perusahaan apa belum. Gak afdol rasanya kita melamar nya berdua, ketika salah satunya sudah diterima yang satunya tidak, walau tidak masalah sebenarnya tapi alangkah baiknya kita berbagi informasi. Tapi, Aku SMS aja deh, kalau Aku telpon, nanti pihak perusahaan menghubungi nya tidak aktif lagi.


"Hallo, Alya!" kamu gimana, udah nerima panggilan apa belum?" Aku udah nih, besok tes,"


"Alhamdulillah, sudah, kita barengan perginya besok!" jawab Alya.


"Insyaallah, kalau gak diantarin, Bang Faisal, ya,"


"Ok, sampai jumpa besok."

__ADS_1


Next.....


__ADS_2