
Merantau ke kepulauan Riau
#Part36
"Na,"
"Ya!"
"Ada yang mau saya omongin!"
Deg deg de
"Ngomong apa?"Duh, Kira-kira dokter Fernando mau ngomong apa ya? Rasanya makin tidak nyaman aja. Duh, Alda cepatan dong. Batin Nana.
"Bawa santai aja jangan canggung bangat." Dia tau saat ini kondisiku sedang tidak nyaman, jantung berdetak kencang, keringat dingin bercucuran, Alda terasa lama jahat ke toiletnya.
"Iya, mau ngomongin apa?"
"Dengerin baik-baik ya!. Dulu pada saat Faisal minta bantuan saya buat memberikan info lowongan kerja untuk saudaranya, awalnya saya tidak tertarik entah siapa saudaranya yang jelas saya menghubungi teman saya yang bekerja di perusahaan manapun."
"Terus?" Aku harus mendengarnya setenang mungkin, berusaha untuk mengendalikan perasaan yang entahlah susah di kabarkan untuk seorang gadis masih di bawah 20 tahun.
"Tidak sulit bagi saya karena saya punya kenalan banyak di perusahan. Ketika saya memberikan info lowongan ke Faisal untuk kalian berdua ternyata kalian tidak lolos."
"Iya, saya sama teman saya yang dulu tidak lolos, tapi saya lolos ketika saya di masukkan oleh Alda."
"Iya, waktu itu saya ingin memberikan informasi sama Faisal tapi kata Faisal kamu duluan tau dan sedang melakukan tes tulis."
"Lalu?"
"Semenjak kalian melakukan medical cek up, saya melihat ada seseorang yang sepertinya mirip Faisal. Ingin bertanya tapi kita harus professional tidak boleh sembarang bertanya pada calon pekerja kalau tidak penting."
Deg deg deg, Duh, Alda kemana ya, dia tau hanya kita berdua disini, tapi lama bangat, apa perasaan saya aja ya? Omongannya mengarah ke 8 bukan yang lalu, duh ,plis, jangan, malu Aku mengingat hal itu.
"Santai aja, Na, jangan di bawa serius, saya tau kok perasaanmu hari ini." Gak usah basa basi kenapa sih, entah bagaimana mukaku sekarang.
Ah, lagi-lagi dokter Fernando menebak isi hatiku, plis selanjutnya jangan di tebak.
"Dia, cantik, goodlooking, Sepertinya pemalu, pendiam dan cerdas. Setelah selesai melakukan medical cek up, saya bertemu Faisal, katanya ada saudaranya yang sedang melakukan tes hari itu, Dia tidak bilang nama tidak bilang adik, dia hanya bilang saudara, saya jawab "Oh! iya."
Ternyata Bang Faisal tidak mau mengakui ku adiknya hanya saudaranya saja. Tapi, Alasannya ya? Tapi, tidak apa deh Mungkin Bang Faisal punya alasannya sendiri.
Sejak hari itu wajahmu selalu teringat di Memori saya ingin minta kontakmu tapi keburu pergi, ingin minta ke Faisal atau teman lainnya tapi segan. Saya sangat sibuk waktu itu hingga berbulan-bulan lamanya, ketika kamu membawa Diana ke UKS saya tanya yang lainnya "kenapa, mereka jawab "Diana, berantam sama Nazalia karyawan baru, sampai berlumuran darah." Temannya bilang kamu yang salah duluan, yang lainnya bilang "Dia yang salah yang suka mencari masalah selama masuk." saya sih tidak mau tau masalahnya apa, yang saya ingin lakukan, saya segera mendekati kamu, minta kontak kamu dan lainnya.
Mulai hari itu saya jadi tertarik dan ingin dekat denganmu.
__ADS_1
"Na!"
"Iya." Dengar baik-baik ya!" hari ini saya ingin mengutarakan perasaan saya, sejak pandangan pertama bertemu, saya sudah tertarik padamu, tapi aku tau, kamu masih sangat muda untuk melakukan sebuah komitmen, kamu memiliki cita-cita untuk kamu kejar, kamu tidak ingin berhubungan dengan lawan jenis, kamu fokus demi masa depan yang cerah. Apa kamu tidak mau melakukan sesuatu yang lebih, maksudku ya komitmen tadi.
Sambil melihat kiri kanan, depan belakang tidak ada orang. Kata-katanya cukup tajam untuk seorang perempuan seperti itu, makin tidak nyaman. Alda, awas aja kamu lama bangat ke toiletnya.
Ok, Saya tau semuanya kita gak usah pacaran, kita berteman aja seperti saudara, kita coba aja dulu, mencari pengalaman lain selama masih muda."
Aku yakin pasti ada kata-kata yang berusaha dia tahan karena tidak ingin membuatku berpikir terlalu jauh, Apa pantas seorang bergelar mengatakan hal itu? Kata-katanya cukup mudah di tebak.
"Nazalia, Jangan berpikir macam-macam.
Aku tersentak dari lamunan, benar dokter Nando sangat pintar menebak isi hatiku, Aku harus bagaimana? Aku sama dia menjalani komitmen seperti saudara? Tiba-tiba dia mengeluarkan gawainya sepertinya sedang ngchat seseorang tapi keburu dia letakkan lagi di atas meja.
"Giman, Na! Setuju gak?"
"Aku pikir dulu ya?"
Brak...
"Ngomongin apa sih? Mukanya serius banget, kamu kelihatannya juga kaget dengan kedatanganku." Tiba-tiba, Alda datang mengagetkan aku, apa Alda dengar pembicaraan dokter Nando?
"Iya, kedatanganku kali ini kayak kemunculan setan di siang bolong tau gak."
"Ketawa pula gak lucu."
"Maaf! Cerita nanti ya, Na." kurasa Alda gak perlu tau pembicaraan kami, menurutku itu privasi.
Tiga jam nonton sama sekali tidak masuk ke dalam otak. Hanya nyemil dan bercerita sama Alda, dokter Nando hanya diam, sepertinya dia juga tidak menikmati Film ini, untung ada Alda kalau tidak, bisa runyam hal yang kami bahas.
"Ayok! keluar."
"Ayoklah."
Mobil melaju dengan kecepatan sedang membelah kota batam lagi-lagi banyak pemandangan yang nampak, gembel, pengemis, pengamen, orang gila, mereka jualan keliling membawa sobek, alat rumah tangga, kerupuk, sol sepatu. Badan mereka yang ringkih mulai dari anak kecil berusia 5 tahun, kemana Keluarganya? Anak usia sekolah, sekeluarga yang membawa Anka membawa jualannya, kasihan anak-anaknya, mereka melakukan itu karena keadaan ekonomi yang tidak ada jalan lain untuk mencari sesuap nasi. Miris memang kehidupan ini.
Ada yang sedang sakit tetap berjualan. Kalau kalian yang baca ada rezeki beli lah dagangan mereka, beli satu sangat berarti baginya. Sering lah belanja ke warung tetangga dan warung kecil lainnya walau mahal, mereka membeli juga di swalayan, membawanya kesana kemari di bawah terik matahari yang menyengat dan hujan lebat tak meruntuhkan semangat mereka demi sesuatu nasi. Dari harga yang lebih mahal itu di putar kembali untuk modal, harganya di mahal kan sedikit itulah untung buat mereka makan sekeluarga.
Mobil berhenti membeli beberapa dagangan mereka, hatiku tersentuh melihat dekter nando berlari mendekati mereka, membeli beberapa dagangannya. Senyum manis yang tergambar di wajahnya cukup membuat para wanita yang melihatnya terpesona. Bagaimana aku tidak tertarik coba.
Dokter Nando memasukkan belanjaannya ke bagian belakang, beberapa makanan dan minuman di berikan ke kami menyuruh memakannya. Mobil kembali melaju dan berhenti di sebuah kafe ala-ala tionghoa.
"Kalian lapar gak? Ayok! Turun, makan dulu!"
Dokter Nando mengajak kami turun menuju meja kosong, kebanyakan yang makan kalangan elit. Tidak ku lihat karyawan pabrik makan disini.
__ADS_1
Pramusaji datang menanyakan pesanan. Gambarnya berisi aneka seafood tapi bentuknya seperti yang kulihat di siaran luar negeri itu. Ini asing bagi kami tidak pernah memakan yang seperti ini.
Dan minuman jus yang sepertinya juga cukup asing. Aku tidak terbiasa dengan minum jus, hanya air putih aja.
Aku memesan yang ada kerang-kerang nya, sebenarnya semua jenis seafood bisa ku makan ingin mencoba yang lebih berbeda.
Dokter Nando dan Alda tidak kesulitan mencari yang mau di pesan sepertinya mereka sudah terbiasa memakan sesuatu yang baru. Minumannya entah apa yang mereka pesan.
Pramusaji datang membawa pesanan. Aku cicip sepertinya sangat tidak cocok di lidahku. Yang biasanya memakan yang pedas, ini manis campur pedas, sangat tidak enak tapi terpaksa ku habiskan.
Selesai duduk sejenak kami bertiga asyik dengan dunia kami. Saatnya pergi dan pulang. Dokter Nando mengantar Alda terlebih dahulu.
"Na, biar saya antar pulang ya!"ujar Dokter Nando.
"Gak, usah, Aku mau membantu Alda membereskan barang-barangnya sebab mau pindah besok." Tolak ku.
"Oh, ya sudah. Saya pergi dulu ya!"
"Ya."
Aku memutuskan main sejenak di kosan Alda. Dokter Nando ingin mengantar aku pulang tapi tegas ku tolak dengan alasan mau membantu Alda membereskan barang-barang nya karena besok mau pindah ke kos baru.
"Masuk, Na!"
"Ayok!
"Duduk dulu, hari ini kita istirahat aja, kita masuk malam kan?"
"Iya, kalau gitu Aku pulang dulu!"
"Kenapa gak menerima tawaran dokter Nando tadi?"
"Malas, berdua aja,"
"Cie, Nana, udah jadian, ehem ehem."
"Enggak kok, kami temannya aja, udah ah, aku pulanh dulu mau bobok siang."
"Ya, sudah, nanti cerita ya!"
Assalamualaikum."
Walaikumsalam."
Next.
__ADS_1