
Pulang bersama berjalan menuju SP tempat perkumpulan orang-orang pelamar kerja. Cerita-cerita, tanya jawab sama yang lainnya. Menanyakan di kota ini sama siapa, udah berapa lama menganggur, Apa agamanya, kalau agama itu bagiku privasi tidak bisa bebas dipertahankan.
"Hei! "Kalian, berdua dari mana?" Tanya seseorang bernama, Alina.
Menyapa seseorang adalah hal yang paling memuakkan bagiku, entah kenapa risih aja gitu, karena Aku merasa bukan duniaku masuk kerja bersama orang banyak seperti ini. Tapi, Aku pernah belajar sosiologi semasa SMK. Dimana Manusia itu makhluk sosial yang butuh orang lain untuk bersosialisasi, kita hidup berdampingan dengan orang lain tidak bisa hidup sendiri. Baiklah akan Aku ikuti semua pelajaran semasa sekolah.
"Aku dari Medan, kamu ?"Jawab seseorang bernama, Novia.
"Aku dari, Depok." Kamu?" Jawab seseorang bernama, Metta.
"Aku dari Bangka Belitung." Jawab seseorang bernama Rizka.
Aku bisa melihat, sepertinya, Novia ini orangnya Friendly, ceria, mudah bergaul, pintar mencari teman, cantik goodlooking. Tingkat percaya dirinya sangat tinggi, suka tebar pesona. TB sepertinya 5cm di bawah ku, Mungkin sekitar 155cm. Sedikit gemuk tapi bodynya bagus tidak ada yang berlemak. Kulit putih, mata sipit, sudah ciri khas orang, Nias. Seperti orang sumatra bagian selatan. Apa kebanyakan orang sumatra seperti itu?" Apa orang indonesia asli seperti itu?" sebab kak shela juga. Batin Nana.
"Kalian?"
"Aku, dari, Lampung."
"Aku, dari, Kota Padang Sumatra Barat."
"Wah, orang Minang, Ya?" senang berkelan dengan kalian."
"Iya, kami senang juga berkenalan dengan kalian."
"Oh, ya, kalian yang cowok dari mana aja?"
"Kami semua dari Medan, ada dari Nias, Melayu deli, Mandailing natal dan Batu Bara."
"Oh, semua dari, Medan, sama kita, Aku juga, dari Nias."
"Wah, kalau gitu boleh lah kita berteman, baik, sama-sama dari medan juga, nanti kita gabung di komunitas orang Medan dan yang lainnya juga ya! Sela seseorang bernama, Ryan.
"Baiklah." Jawab Alya.
"Ayok! Sambil menunggu panggilan kedua, Kita duduk aja di Cafe dulu!
"Ayok, Ya!
"Mau pesan apa?"
__ADS_1
"Aku, Pesan Nasi goreng sama Jus jagung aja,"
"Aku pesan bakso."
Pramusaji datang menghidangkan pesanan, Makan dengan lahap tak lupa jus jagung menjadi menu penutup. Duduk sejenak, setelah itu ke mushola untuk melaksanakan sholat zuhur, tak lupa berdoa selalu diberikan kesehatan dan di mudahkan jalan untuk mendapat kerja.
Menunggu panggilan kedua, berbincang di mushola, tak lupa menelpon dan chat Bang Faisal dan kak shela, Aku akan terlambat pulang, Aku memilih duduk di mushola untuk menunggu panggilan kedua.
1 jam, 2 jam, 3 jam, hingga jam 5 sore duduk istirahat di mushola, tidak ada satu panggilan pun yang datang pada kami, SMS pun tidak, kata staf tunggu panggilan sampai sore, kalau ada panggilan berarti lolos tes tulis kalau tidak berarti tidak lolos.
"Apa kita tidak lolos, Ya?"
"Mungkin tidak, Na, sebab sudah 3 jam kita menunggu belum ada panggilan." Apa mungkin jawaban kami banyak yang salah?" Apa kami masih kurang pintar mencari simpati staf ? Aku yang banyak diam hanya ingin di sukai apa adanya berusaha memberikan yang terbaik tidak cukup untuk mendapatkan sebuah pekerjaan.
"Ah, mungkin benar kita tidak lolos, apa mungkin di tes tulis jawaban kita banyak typo ya?" karena kata staf jangan ada yang typo saingan kita juga ratusan yang di cari hanya 30 orang."
"Mungkin juga, Na, tulisan Aku juga banyak typo, mungkin hari ini kita masih belum beruntung, coba lagi besok kita kesana mau lihat nama siapa saja yang lolos interviu dan nama siapa saja yang lolos dan tidak lolos interviu."
"Ok, lah, yuk! Kita pulang."
"Ayok! Na."
Bagi siapa saja yang ingin kerja dukung lah, lihat dunia luar begitu sulitnya mereka mencari sesuap nasi, kering suara, kering kerongkongan demi Anak istri, biar mereka merasakan bagaimana perjuangan untuk melanjutkan kehidupan. Yang mau kerja dukung aja, yang tidak mau ya sudah, hidup ini gak kerja ya gak makan memang rezeki Allah yang ngatur tapi kalau tidak dicari dan di perjuangkan tidak akan dapat tidak mungkin jatuh dari langit?" itu hanya dongeng.
"Ayok! Na." Naik angkot yang ada penumpangnya aja biar lebih cepat. Mengantarkan kami ke rumah. Tidak jauh memang. 15 menit kemudian sudah sampai di jembatan SS.
"Duluan, ya, Ya!
"Ya."
Tak lupa membeli sate padang, Gorengan dan martabak untuk orang rumah. Kalau Aku punya uang, Insya Allah, Aku tidak hitung-hitungan. Tapi, cukup kan kebutuhan pribadi dulu, baru yang lainnya.
"Sate 3, Pak!
"Ya, duduk dulu ya! Sambil menunggu. Aku duduk di pojokan. Aku bisa merasakan ada Aura yang berbeda di tempat ini. Tidak asing bagiku, pengalaman masuk keluar suatu restoran sudah sering kulakukan, disitu Aku bisa merasakan ada Aura lain atau pun tidak di suatu tempat. Restorannya sepertinya Ramai. Rasanya yang pedas, bumbunya tajam terasa di lidah ciri khas Sate padang yang meracik bumbunya sepertinya orang Minang. Bisa merasakan masakan yang di buat oleh orang Minang dan yang bukan minang.
"Nih, dek!
"Berapa?"
__ADS_1
"15RB."
"Nih!
"Terimakasih,"
"Sama-sama."
Menjelang keluar dari Restoran, Aku melihat motor Bang Faisal, "Apa itu Bang Faisal?" Ah, biar lah. Tapi, ternyata Bang Faisal tau ada Aku di belakangnya, walau sudah jauh tapi lewat kaca spion dia melihat di belakang memang Aku. Bang Faisal belok dan menghampiriku.
"Gimana, Na? Apa kamu lolos tes tulis?"
"Sepertinya belum, Bang, kata staf perusahaan, dia suruh kami menunggu panggilan kedua sore ini, tapi sampai pukul 17.30 ini tidak ada sekalipun mereka menghubungi kami."
"Oh, ya sudah, berarti belum beruntung, coba lagi." Itu apa?"
"Ini, sate, martabak, sama gorengan."
Oh,". Ayok! naik!
"Iya, Bang."
Assalamualaikum,"
Waalaikumsalam," Jawab kak shela.
"Udah pulang, Bang, Na!
"Udah dong, ini kak, ada Makanan untuk kita,"
"Wah, enak nih,"
"Aku, mandi dulu ya?
"Ya."
Gerah rasanya, tampa istirahat sejenak Aku mandi, kalau istirahat nanti ngantri sama Bang Faisal, hari pun sudah cukup sore mandi untuk anak gadis. Pamali kata orangtua zaman dahulu, entar sulit dapat jodoh, entah benar entah tidak, Aku tidak tau tentang mitos itu untuk menakuti anak-anak gadis agar tidak lalai soal waktu nanti akan terbawa sampai tua.
Next...
__ADS_1