
MERANTAU KE KEPULAUAN RIAU
PART56
Setegah hari berada di pulau ranoh bareng Ryan. Ryan mengajakku ke sana untuk mengenali ku lebih dalam lagi. Ryan mencari calon istri, kerja aja belum udah mau menikah. Tidak apa-apa sih. Tapi, bagiku kerja dulu yang benar baru cari calon istri. Wanita seusiaku mencari yang sudah mapan untuk di jadikan suami.
Jodoh, Ah, aku tidak memikirkan jodoh perbaiki dulu diri jodoh akan datang di waktu yang tepat. Aku bukan wanita gila lelaki, bukan pula wanita yang mudah jatuh cinta, bukan pula wanita yang bucin. Kalau dia sudah tidak menginginkan aku lagi lepaskan aku, aku juga tidak mau sama lelaki yang tidak punya pendirian.
"Assalamualaikum." Tampak Ibu yang sedang melipat baju Fatih.
"Waalaikumsalam, udah pulang, Na!"
"Udah, Bu! Kenapa Ibu melipat baju Fatih?"
"Tidak apa-apa, kakak mu tidak sempat memberesnya. kemana aja tadi?"
"Ke Pulau Ranoh."
Istirahat sejenak, membersihkan diri, melaksanakan kewajiban sebagai umat muslim. Mengurus toko dan rumah makan.
Fatih di antar Ibunya ke pengajian, Bang Faisal duduk di meja kasir sambil nonton drama korea, sejak kapan Bang Faisal menonton drama korea? Baru kali ini aku lihat. Tentang pelakor pula.
"Asyik bangat nontonnya,"
"Sesekali gak apa-apa, Sejak kapan kamu di sini?"
"Tuh, ke asyikan nonton gak sadar aku udah pulang padahal nontonnya menghadap ke pintu rumah."
"Dari tadi Bang lihat tidak ada seorangpun yang masuk ke rumah."
"Udah ah, aku mau makan dulu. Makan Bang! Makan Bu!" mengajak keluarga makan sudah menjadi budaya yang harus di lestarikan, makan jangan lupa ajak siapapun yang nampak, hitung-hitung basa basi.
"Ya, duluan aja."
Brak
"Duh, capek." Tiba-tiba angga datang mengagetkan orang rumah.
"Kemana aja kamu, Ga!" Ujar Bang Faisal.
"Jalan-jalan, bareng loudy."
"Perempuan atau laki-laki?" uajrku
__ADS_1
"Laki-laki, kakak gak tau loudy? Teman SMP ku dulu sekarang dia juga di sini."
"Enggak tau."
***
Malam saatnya toko dan swalayan kebanjiran pembeli, kami kwalahan melayaninya. Berdagang harus ramah-ramah kalau tidak mau pelanggan pergi, rezeki memang ada di setiap umatnya. Tapi, menjemput rezeki itu di barengi do'a dan usaha.
"Angga, kok mau duduk aja, tolongin dong!" Ujar Ku.
"Apa yang harus aku tolong, kak?"
"Astagfirullahal'azim. Duduk manis aja kalau gitu.
"Yah, katanya minta tolong."
"Beli galon, Ga!" Ujar Bang Faisal.
"Berat bang,"
"Letakkan makanan ke meja nomor lima."
"Apa aja yang mereka pesan?"
"Gak pernah Bang,"
"Astagfirullah." Aku dan Bang Faisal menggelengkan kepala di buat nya.
Tiba-tiba Ibu datang membawa daun pisang yang sudah di layukan, nasi padang menjadi semakin enak di bungkus dengan daun pisang, wanginya dapat menyerap ke nasi dan lauk pauk.
"Ternyata angga menjadi anak ke sayang Ibu." uajrku
"Kata siapa? Tidak ada yang menjadi anak kesayangan, semua anak Ibu sama aja, ada apa tuh, Na!"
"Semuanya tidak tau Bu."
"Ya, sudah. Angga memang jarang membantu Ibu, lebih memilih pergi seharian bersama temannya."
"Hoalah, gitu, toh."
**
Usaha yang di jalani ketika bang Faisal di PHK. lama menganggur, mencari kerja kesana kemari tidak dapat. Adanya perusahaan mencari calon tenaga kerja untuk wanita. Terbalik memang. Kak shela mengambil alih menjadi tulang punggung keluarga.
__ADS_1
Tak mau larut terlalu lama bergantung menjadi anak buah orang lain. Kenapa tidak tidak buka usaha aja. Kita sendiri jadi karyawan sekaligus bos. Dengan modal keyakinan, materi tak seberapa, do'a dan usaha, Alhamdulillah toko sudah berkembang pesat.
Tring tring
[Lagi apa, Na!] Ternyata Ryan yang DM.
[Lagi tiduran aja, kamu?]
[Sama, belum tidur?]
[Belum, habis mengurus toko]
[Rame ya?]
[Lumayan]
[Boleh gak, aku kesana besok?]
[Boleh aja]
Malam semakin larut, kantuk tak jua datang. Tubuhku memutar kesana kemari seperti jarum jam. Entah kenapa perasaanku sekarang ini lain dari biasanya dag dig dug tak karuan.
***
Azan subuh berkumandang membangunkan orang untuk melakukan kewajiban umat muslim. Subuh ini entah kenapa perasaanku masih seperti malam tadi.
Mentari pagi menyinari bumi dan isinya, cahayanya menembus jendela kamar rumah. Biasanya pagi-pagi di sibukkan dengan tugas yang menumpuk. Tapi, hari ini tidak. Pikiranku traveling ke beberapa tahun yang akan datang. Mau di bawa kemana ilmu ini? Tidak mungkin aku bergantung ke saudara.
Berselancar di dunia maya membaca novel berbayar menjadi tujuan utamaku. Aku tidak pelit membuang uang untuk membeli sesuatu yang ku mau, bukan berarti boros ini untuk kesenangan pribadi. Uang bisa di cari.
Entah kenapa aku malah menyukai gendre romance tentang petualang wanita sederhana mengejar cinta seorang CEO tampan. Atau sebaliknya CEO Tampan menyukai wanita sederhana.
Sudah cukup membaca Novel saatnya mengurus rumah makan. Sudah ada karyawan yang datang kebanyakan mereka hanya bertahan selama tiga sampai lima bulan. Karena bekerja di sini hanya untuk singgah aja sebelum mendapatkan pekerjaan di perusahaan. Ada juga mahasiswa mencari uang tambahan yang tidak semuanya di cukupi orangtua. Pagi-pagi palingan karyawan pabrik yang singgah makan lagi karena tak sempat masak.
Fatih di antarkan Ibunya Ke sekolah. Selama cuti kehamilan, momen itu di gunakan Kak shela menjadi guru privat untuk anaknya. Pelajaran sekarang semakin tinggi, kak shela sering minta bantuan ku, karena bukan jurusan ku, cukup membuatku pusing memilih mencari kunci jawaban di internet tidak membuatku puas. Ku putuskan menghubungi teman jurusan matematika meluruskan jawabannya.
Kak shela membeli semua buku anak SD, Mempelajarinya, mendekati guru di sekolah dan mengundang guru privat juga. Nilai Fatih tak keluar dari 10 besar. Sekolah di manjusri sekolah swasta yang didirikan orang tionghoa pelajarannya lebih tinggi dari sekolah lainnya cukup membuat para Ibu pusing harus Full menjadi IRT tidak bisa mengandalkan guru dan anak atau guru privat.
Kelas satu SD sudah ada hafalan, ulangan, dan pelajaran lainnya yang tidak ku jumpai di sekolah dulu. Nilai harus 80 kurang dari itu ngulang sampai nilai 80. Untung kak shela tipe Ibu yang tidak mau memaksa anaknya untuk bisa, menurut kak shela ada seorang Ibu yang menganiaya anaknya habis-habisan karena tak kunjung bisa mengerjakan tugas padahal masih kelas dua SD loh. Menurutku anak itu tidak bisa di paksa, kalau di paksa otaknya jadi belong, tertekan, mentalnya jadi drop.
Banyak pula para Ibu yang memindahkan anaknya ke sekolah biasa Beratnya usaha untuk menjadi pintar. Tapi, nilainya murid sekolah ini tertinggi se provinsi kepulauan Riau. Makanya mereka orang tionghoa cerdas-cerdas lihat dulu pelajaran di sekolahnya mereka di tuntut untuk bisa.
Next dulu
__ADS_1