Merantau Ke Kepulauan Riau

Merantau Ke Kepulauan Riau
Welcome to Batam And City Metropolitan


__ADS_3

Kenapa Nana ingin merantau?" padahal orangtuanya terbilang cukup mampu membiayai kuliahnya.


Orangtuanya memiliki usaha kolam ikan, sawah, dan rumah makan ampera yang di kelolo oleh ibunya. Abangnya juga rutin mengirim setiap gajian. 


Apa karena orangtuanya perhitungan sama Anak-anaknya?" Jawabannya, bukan. Melainkan, karena Nana sama seperti Abangnya, tipe anak tidak mau memakai uang orangtua segitu banyak, apalagi ibunya seorang janda ditinggal mati Ayahnya.


Uang bisa dicari, ingin mencari sendiri, bukan tidak bersyukur, tapi, ingin mandiri, mencari sendiri, memanfaatkan tenaga mencicipi jerih payah sendiri, tentu rasanya beda dari pada mencicipi jerih payah siapapun.


Padahal Nana masih tanggung jawab orangtua sampai dia menikah setelah itu tanggung jawab beralih ke suaminya. Iya, lalu, apa salahnya?" tidak ada salahnya.


Zaman sekarang semua gender sudah diberikan hak yang sama dalam bekerja, Anak-anak, para perempuan,Remaja, dewasa, dan orangtua mereka sudah bekerja karena beberapa alasan.


Ingin menyambung hidup, mencari pengalaman hidup, tanggung jawab untuk keluarga, mencari bekal untuk pendidikan anak-anak dan investasi masa tua agar tidak mengharap lebih ke Anak-anak. Memang Anak memiliki tanggung jawab terhadap orangtua nya  terutama Anak laki-laki memiliki tanggung jawab terhadap orangtua nya sampai kapanpun.


Apalagi Anak laki-laki lebih mengutamakan tanggung jawab terhadap keluarga kecilnya baru orangtuanya. Kalau anak perempuan tergantung izin suaminya. 


Tapi, lagi Aku berpendapat, selagi muda dan sehat, puas-puas lah membangun bisnis seperti menuntut ilmu dari buatan sampai liang lahat. Bekerja dan menuntut ilmu termasuk ibadah mengerjakannya mendapat pahala.


"Bekerja yang baik aja, ya, hehe!"


Menabung untuk investasi masa tua, Insyaallah."


Tiba di Bandara Hang Nadim Batam. Aku menghubungi Bang Faisal.


Setelah menunggu antrian pengambilan barang, Aku celingak celinguk, Aku bermonolog.

__ADS_1


"Dimana barang-barangku?" ternyata, Bang Faisal sudah mengambil barang-barangku, karena setiap tas dan dus-dus sudah tertulis namaku.


"Assalamualaikum, Bg." 


sambil bersalaman, "Gimana kabarnya, sudah lama ya menungguku?" 


"Waalaikumsalam, Kabar Alhamdulillah, baik, ya seperti inilah, tidak kok, Abang kesini sejam yang lalu ketika kamu sudah dalam pesawat."


"Kok, tau aku udah dalam pesawat, Abang kesini."


"Ya, tau lah, sesuai jam keberangkatan, kamu upload ke Aplikasi berlogo biru."


"Oh, iya, iya, hehe."


TAKSI TAKSI


Dalam taksi, supir bertanya banyak pada kami biasa, seorang sopir tidak bisa hanya mengandalkan mobil dan sopir untuk mencari penumpang. Harus ramah, banyak bicara paket plus untuk memudahkan mencari penumpang.


"Kalian dari mana!" ujar sopir


Bang Faisal, "Saya dari MKGR, menjemput Adik saya, dari padang."


Sopir, " Dari padang ya, sama siapa kesini?"


Nana, "sendiri aja."

__ADS_1


Sopir, "ke Batam mau kerja atau apa?"


Bang Faisal, "katanya mau kerja, mencari biaya untuk kuliah."


Banyak lagi perbincangan kami dalam taksi, Bang Faisal memang selalu nyambung bicara sama siapapun tak lupa sopirnya bilang.


Anaknya juga dibatam ikut ayahnya bekerja juga mengatakan hal yang sama mencari biaya untuk kuliah, istri dan anaknya yang lain dikampung tak bisa ikut karena anaknya yang lain masih kecil-kecil. Tak lupa, saling tukar no. Hp, siapa tau bisa membantu untuk mendapatkan pekerjaan.


Memandang keluar macet, banyak pemandangan yang kulihat, pengamen, pengemis, menjual aneka ragam jajanan sambil memikulnya jajanannya ada pula sambil memikul anaknya entah ada yang membelinya entah tidak, Bang Faisal menyuruh taksi berhenti untuk membeli jajanan mereka walau beli satu, dua, atau tiga, itu sangat berarti untuk mereka. Seperti mereka ini selalu ada di setiap kota.


Tak sengaja mataku memandang tulisan Welcome to Batam And City Metropolitan, namanya yang indah, sesuai pemandangannya. Ah, jiwa travelingku meronta.  "Nanti, Aku main kesini Ah."  


kota ini sangat indah, Terbentang dari selat malaka berbatasan dengan Negara Malaysia dan Singapura,  Laut Cina selatan, Laut Vietnam, laut kamboja kota ini, menjadi saingan bisnis Malaysia dan singapura. Kota ini  ini dibangun oleh **. Habibi berdarah Bugis dan Jawa, Dikota dengan Lagu daerah Hang Tuah, pahlawan dari Bugis Makassar, yang Menetap di Pulau Bintan.


Kota ini dipenuhi lengkap orang dari berbagai provinsi, suku, Etnik,  dan Agama. Ada yang dari Sumatra sampai Papua, ada yang bersuku, Melayu, orang asli kepulauan Riau dan sebagian sumatra sampai Kalimantan.


Ada yang bersuku minang, Komering, Jawa, sunda,  Dayak, Banjar, Bugis, Manado, Mete dll. Ada Tiongho termasuk mayoritas menguasai pasar disini,  Arab, dan India.


Taksi menuju kecamatan Batu Aji tempat tinggal Bang Faisal bersama Istri dan Anaknya. Mereka tak henti berbincang sejam lamanya tiba juga di alamat, turun membantu sopir mengeluarkan barang-barangku, ada koper berisi baju-bajuku, ada dus-dus, ada yanh berisi oleh-oleh berisi Keripik sanjai kesukaan Bang Faisal, Rendang daging dan Lokan,  dendeng, daging burung, dan belut goreng, kesukaan bang Faisal dan istrinya.


Istrinya dari kota kembang bandung tapi pecinta masakan padang. Ada yang berisi, buah-buahan, seperti Cabe, Tomat, Aneka Terong, kentang dan wortel, semua tidak beli, lauk-lauk itu dimasak sambil untuk dijual dalam bungkusan Nasi Ampera 10RB an, harga yang ekonomis cukup sekali makan.


Terutama kalangan mahasiswa. Mahasiswa suka membeli karena harganya cukup memperhatikan dompetnya. Buah-buahan dipetik dari kebun sepetak di belakang rumah. Menanamnya hanya sedikit tapi banyak ragamnya yg kami tanam cukup membantu pengeluaran sama saja sebenarnya, menanamnya juga membeli Aneka ragam pupuk cor dan semprot. Merawatnya, sabar menunggu panen. 


Tampak lah istri Abangku atau iparku menggendong Anaknya sedang Aktif-aktifnya.

__ADS_1


Next.


__ADS_2