Merantau Ke Kepulauan Riau

Merantau Ke Kepulauan Riau
Memulai dari nol


__ADS_3

Merantau ke kepulauan riau 91


"Sekarang rencana kamu selanjutnya apa, ray? Mama lihat paling tidak bisa menolak permintaan wanita. Sekarang hutang mu menumpuk di bank, dengan cara apa membayarnya?" Benar saja mama pusing dengan hutang ratusan juta di bank, tidak terhitung berapa ke rugian yang harus kami tanggung, uangnya terbuang percuma. Otakku buntu memikirnya nafsu makan pun berkurang.


"Lihat aja nanti, ma! Aku kembalikan aja uang itu ke bank."


Mama menoleh "Kok gitu? Hutang itu tidak sedikit, loh,"


"Aku akan berinvestasi. Entah dengan cara apa, aku sekarang sedang pusing. Jadi, jangan salahin aku lagi. Aku pusing, Ma!"


"Kamu mau buka usaha apa?"


"Tidak tau, Ma. Sebelumnya tidak pernah buka usaha. Udah dulu ya, aku sedang tidak berselera.


"Ryan! Habisin dulu makanannya." Tak ku hiraukan panggilan Mama lekas ke kamar. Duduk di blankon kamar pikiranku melayang ke satu tahun silam. Aku dan Nana bekerja satu kantor tapi jarang bertemu karena beda shif.


Entah dengan cara apa hutang itu aku bayar. Apakah aku harus rela mobil jerih payahku di sita pihak bank?


***


Lihat sosial media sudah ada pembaruan status dari jihan. Dia menikah dengan laki-laki yang menghamilinya. Lekas ku blokir yang berhubungan dengannya. Pantesan dia berani mengajakku melakukan sesuatu ternyata ini penyebab nya aku hampir di tipu.


Tidak mau patah hati terlalu lama, aku putuskan untuk menghubungi Nana. Untung nomornya masih sama. Aku tanya apakah dia sudah punya calon ternyata sampai sekarang belum ada sama sekali. Apa nana masih mau? Coba aja.


Nana menolak aku tidak akan menyia-nyiakan berlian lagi. Masa lalu yang membuat Nana murka tidak akan aku ulangi lagi, sudah cukup aku menjadi pria bodoh selama ini.


Selagi janur kuning belum melengkung, aku akan berusaha semampuku. Nana menyarankan Layla sayangnya aku merasa tidak cocok dengannya. Berbicara sih nyambung. Pengetahuannya luas tapi aku merasa dia jalan sendiri aja ketika berdua dengan dia.


***


Berselancar dunia maya usaha apa yang cocok aku jalani. Kalau berdagang kita harus punya skill untung mempromosikan dagangan kita. Berani mengeluatkan modal banyak namanya juga investasi ya butuh modal.


Beralih ke youtube usaha makanan. Memulai dari nol memang gampang-gampang susah. Tidak semuanya resep di youtube itu lengkap. Kita harus kursus kalau mau makanan olahan kita di sukai masyarakat.

__ADS_1


Dulu Nana pernah bilang dia pernah kursus masak di kampung halamannya, belajar memasak dari ibunya. Mengelola butik, bekerja di pabrik, kurus jahit dan musik. Berarti dia punya skill untuk masa depannya. Aku makin yakin dengan Nana, kami bisa saling bantu untuk buka usaha. Apa Nana masih mau sedangkan aku banyak hutang banyak pula masa lalu ku merasa tidak adil untuk dirinya.


Sekarang aku sedang banyak hutang ingin mengajak dia kembali. Aku mengajak kembali hanya untuk melunasi hutang? Mungkin itu yang di pikirnya.


***


[Assalamualaikum. Na! Bisa gak kita bertemu minggu ini] Terkirim, Masih centang satu padah sudah berjam-jam aku tunggu.


[Wa'alaikum salam. Katakan di sini aja. Ada apa lagi] Alhamdulillah akhirnya dia jawab.


[Tidak etis rasanya kita bahas di wa. Bagusnya kita ketemu langsung. Boleh ya]


[Tidak bisa pekerjaan ku banyak yang harus ku selesai kan di kos]


[Segitunya kamu, Na! Apa tidak ada lagi ke percayaanmu untukku]


[Aku percaya kok. Menurutku kepercayaan itu mahal. Karena kamu sudah memohon aku murah kan aja]


***


"Niel! Susulin gue ke terminal bundaran Hi. Ada Layla nih!" Terkirim


"Sipp!!!!" Dengar ada cewek aja langsung tancap gas, giliran minta bantu aja lama bangat bilang iya. Itulah teman kurang ingat ingat kita pernah membantunya.


"Akhirnya kamu datang juga, Na! Aku kira tidak."


"Aku kasihan sama kamu makanya aku datang. Tapi, yang di kasihani tak pernah kasihan padaku."


"Iya, Maaf bangat."


Tit tit


Tidak butuh waktu lama daniel datang. "Ada apa memanggilku ke sini?" Ujar daniel.

__ADS_1


"Kita belajar menjadi pengusaha."


"Wah, akhirnya ryan bangkit kembali."


"Ayok! Kita jalan."


Hening di kala keramaian, memang kebiasaan Nana kalau tidak penting dia tidak akan berbicara. "Na! Tak terasa sudah 8 tahun kita berteman di Facebook."


"Iya!"


"Gini, Na. Aku tau dari lubuk hatimu paling dalam kamu menginginkan hubungan kita kembali lagi. Tapi, mulutmu menolak karena kamu tidak percaya lagi padaku. Menurut mu kepercayaan itu susah di cari. Apa salahnya kamu maafin aku, lagian aku juga sudah mendapat karma nya. Kamu pasti tertawa dengan ceritaku."


"Kenapa aku harus tertawa? Tidak ada alasan bagiku untuk menertawakan kesusahan orang."


"Gini, Na. Mau gak kamu menerima ku kembali. Kita lupakan semua masa lalu jadikan pelajaran aja untuk masa depan. Kita ini sudah dewasa apalagi yang kita tunggu kalau tidak mencari surga bersama?"


"Aku sih mau juga. Tapi, benar katamu. Kepercayaan bagiku sangat mahal. Sekali orang itu berbohong selamanya dia tetap berbohong. Sekali selingkuh dia akan selingkuh lagi. Aku tidak akan jatuh ke dalam jurang yang sama."


"Kamu boleh berpikiran seperti itu. Apa kamu tidak yakin tuhan itu maha membolak-balik kan manusia?"


"Yakin bangat. Yang setia aja bisa jadi tukang selingkuh d8 kemudian hari."


"Bukan begitu. Ah, lupakan, Na. Dengan gagal ya pernikahan ku dengan jihan. Tidak butuh sampai sudah menikah, ketahuan jihan telah mengandung anak pria lain. Berarti kami tidak jodoh. Aku tidak tau siapa jodohku yang sebenernya. Aku ingin kita menjalani komitmen seperti cita-cita kita dulu. Lupakan kenangan kita yang buruk ingat aja yang baiknya."


"Ryan! Ryan! Ryan. Kamu ini kalau sedang sendiri datang ke aku. Kalau sudah punya teman baru berpaling dariku. Pada saat kamu tidak memiliki kecocokan dengan dia, datang lagi padaku. Pada saat mantan terindah datang, kamu tinggalkan aku. Pada saat aku kecewa kamu cari pengganti. Pada saat kamu kecewa, kamu datang lagi padaku menjanjikan komitmen yang abadi. Kamu kira aku ini sebuah tempat singgah apa? Aku ini hanyalah manusia biasa yang memiliki perasaan. Aku juga tidak mau hanya di jadikan pelarian. Susah bangat kamu mengerti."


"Sungguh kamu mengatakan itu di luar dugaan ku. Memang apa yang kamu bilang itu ada benarnya tap tidak semua salah. Kita kan isdah pernah membahasnya. Tiara datang karena kami di jodohkan, karena aku ingin jadi anak berbakti aku terima dulu. Menikah itukan butuh yang cocok, sejalan, bisa saling bimbing. Sekarang tiara sudah menemukan yang pas."


Yang kedua aku cari pengganti karena aku melihat kamu memiliki hubungan spesial dengan seorang lelaki dari masa lalu mu makanya aku mundur. Tapi, sampai sekarang kamu tidak memiliki hubungan apa-apa sama dia."


"Yang ketiga aku tidak membuatmu sebagai tempat singgah, aku pergi dari batam karena ingin berusaha menjadi lelaki sep yang kamu mau. Sekarang kita bertemu kita masih lajang anggap aja kita berjuang agar kita berjodoh. Aku sudah yakin denganmu."


"Kamu yakin denganku karena kamu sedang broken heart apa besok kamu akan meninggalkan aku lagi?"

__ADS_1


Next


__ADS_2