
Hingga 1 Minggu kemudian, Aku masih wara wiri antara Rumah, SP, dan Muka kuning. Melamar ke sana kemari yang belum kunjung dapat. Satu per satu teman sudah ada yang lolos, sayangnya mereka sudah tak ingat kami lagi. Kalau ingat, tentu mereka mengangkat telpon kami, ngasih kabar pun tidak.
Sudah terbiasa jalan segitu jauhnya demi mengejar mimpi di masa depan memerlukan perjuangan di mulai dari sekarang. Rasa percaya diri yang sempat menurun, naik dan turun lagi.
Entah sampai kapan Alya akan selalu setia berjuang bersama ku atau kita berjuang bersama tidak berjuang bersama tiba di puncak temannya yang satu di tinggalkan, itu bukan lah teman yang setia, memang susah mencari yang setia ibarat mencari jarum di pantai pasir putih.
Niatku bulat, jika suatu saat Aku mendapatkan pekerjaan, selagi Aku bisa bantu teman Aku bantu, tidak boleh di biarkan berjuang sendiri, apalagi perempuan. Aku tidak mau menjadi teman ibarat kacang lupa kulit. Sebisanya Aku akan balas jasa seseorang yang sudah bersedia membantuku.
Rasa pegal di kaki dan badan lainnya sudah menjadi makanan sehari-hari, anggap aja olahraga untuk menyehatkan badan. Bolak balik Rumah, SP, muka kuning membuat Aku merasakan semua orang mengenalmu, nyata tidak mereka hanya cuek dan tidak peduli sama sekali itu bukan urusan mereka.
Sekarang hanya tinggal kami berdua. Yang ber 3 itu sudah diterima kerja di perusahaan yang berbeda. Satupun pesan kami dulu tidak ada yang mereka ingat. Sabar, Nana! Berusaha aja dulu, nikmati prosesnya, masalah hasil biar tuhan yang bekerja.
Seandainya 1 bulan Aku disini belum kunjung dapat, Aku ingin pulang kampung, kuliah di UNP sambil membantu Ibu jualan Nasi padang Ampera. Lumayan meringankan beban Ibu sambil kuliah.
"Na, Gimana Na?" Sudah dapat kerja?" Tiba-tiba kak Shela membuyarkan lamunan ku. Entah gimana caranya Aku membilang nya.
"Belum kak," lagi-lagi dengan lesu Aku menjawabnya.
"Sabar ya, baru 1 minggu kok." Iya, emang baru 1 minggu, berjalan itu yang capek pegal kaki pengalaman hati pegal pikiran. Aku merasa kaki ku jadi littar x gara-gara berjalan mulu.
"Ya, kak," malas berbicara itu Aku lebih memilih bermain sama Fatih lumayan meringankan beban kak Shela mengurus rumah.
"Na, jangan lesu dong, kamu masih ingat kan. Kakak, aja 5 bukan baru dapat." Tentu saja Aku masih ingat, 5 bulan begitu sabarnya kak Shela berjuang mendapatkannya. Kalau Aku keburu pulang kampung. Tapi, kalau dipikir-pikir malu juga pulang kampung 1 bulan merantau udah pulang, apa kata tetangga?"
__ADS_1
"Ya, kak, masih ingat kok,"
"Kamu di sini juga tidak sendirian, ada Abang kandung, kakak, sama Fatih, kita kan keluargamu. Aku langsung ingat sama pembicaraan mereka tempo hari.
"Iya kak, masalahnya bukan itu, masalah Aku disini bersama siapa sudah tau sudah jelas, ini masalah teman kan." tentu bukan tentang sama siapa Aku disini, melainkan teman menyebalkan yang berjuang bersama selama 1 minggu ini giliran udah dapat, kita di lupakan.
"Kenapa temannya?" kak Shela pasti tau tentang macam teman-teman itu, kak Shela kan sudah jauh pengalaman nya.
"Sekarang sudah 1 minggu, teman ku satu persatu sudah banyak yang lolos dapat kerja. Tapi, mereka tidak ada yang ingat sama kami,"
"Oh, itu masalahnya?"
"Iya kak,"
"Kenapa begitu kak,"
"Ya, memang rata-rata teman seperti itu, mereka hanya teman di saat kadang ada manfaatnya buat kita kadang tidak. Teman seperti itu mereka hanya ada di waktu tertentu, teman hanya banyak untuk tertawa bukan untuk sedih.
"Lalu,"
"Ya, kalau teman setia dia akan terus ada di saat kita senang dan susah, berjuang bersama menikmati hasilnya bersama. Teman setia dia tidak segan mensupport kita saling support demi kepentingan bersama bukan pribadi. Teman tidak setia atau Fake Friend mereka ada saat tertawa, tidak saling support, susah melihat orang senan, senang melihat orang susah,"
"Kalau itu Aku tau kak,"
__ADS_1
"Lalu kenapa bertanya lagi?"
"Ya pengen mengutarakan isi hati aja,"
"Na, jangan terlalu percaya dan berharap sama siapapun, berharap lah pada Allah, Dia ada untuk umat yang selalu menyebut nama-Nya,"
Niat, berusaha, berdoa'a dan sujud di sepertiga malam agar Allah kabulkan ke inginkan kita, teman hanya bonus, bukan berarti tidak boleh berteman. Tapi, ada kalanya kita tau posisi kita sebagai makhluk yang tidak perlu berharap pada seorang hamba,"
"Gimana cara kakak menghadapi Fake Friend?"
"Kakak menjalani aja, tetap fokus sama tujuan kakak tanpa melupakan teman. Kita berjuang bersama nyatanya berjuang masing-masing kakak jalani aja masalah hasil pasrah kan pada yang mahakuasa. Kalau ada teman membantu Alhamdulillah, kalau tidak ada ya tidak apa-apa, kalau kakak bisa membantu kakak bantu, tidak mau meninggalkan teman seperti itu." kok aku merasa kita berdua memiliki banyak kesamaan ya.
"Jadi, kita berjuang sendiri dan bersama ya,"
"Iya, gitu lah,"
"Kak, bilang sama Bang Faisal, kapan di perusahaan tempat Dia kerja buka lowongan,"
"Nanti kalau buka lowongan pasti kamu yang di daftarkan dulu, sabar aja baru 1 minggu kok,"
"Ok, kak."
Cukup lama berbincang sama Ipar cukup lega hati ini, Aku memang menganggap kakak ipar kakak ku sendiri, karena yang namanya orang sudah masih ke keluarga kita ya harus kita anggap keluarga juga. Apalagi dulunya Aku sempat punya kakak yang 5 tahun di atas Aku, atau 2 tahun di bawah kak shela membuat Ibu sangat menyayangi menantunya itu.
__ADS_1
Next...