Merantau Ke Kepulauan Riau

Merantau Ke Kepulauan Riau
Tour the Bengkong


__ADS_3

Merantau ke kepulauan Riau


Part 35


Tring tring


"Hallo dokter,"


"Halo Nana, Kamu di mana? Saya cari kerumah kok tidak ada?"


"Aku dirumah Alda, Di belakang padang, dokter."


"Oh, iya sudah saya kesana ya! kalian berdua kan? Gak usah pakai motor, pakai mobil saya aja."


"Iya," huft mimpi apa aku sebelum ke kita ini, kok bisa-bisanya dekat dengan seorang dokter, seumuran Bang Faisal lagi. Apa katanya Nanti kalau tau Aku dekat dengan temannya?  Tapi kenapa dokter Nando mau dekat sama kami ya? Apa ada niat lain yang terselubung? Batin, Nana.


"Sudah, Na, siapa yang nelpon?"


"Dokter Nando mau ngajak kita jalan memakai mobilnya."


"Dokter Nando? Aduh, kalau Alda tidak jadi, masa harus berdua aja. 


"Loh, kok gak jadi lagi? Aku udah bilang ke aku orang rumah loh, aku izin kesini mau main sama kamu." 


"Kalau kita berdua tidak masalah Na, Aku gak mau ada dokter itu." aku paham mungkin alda sama sepertiku Risih jalan bareng laki-laki dewasa pula.


"Kenapa?"


"Gak terbiasa, Na kalian pergi aja, aku nyuci baju aja, besok kan mu nyari kos."


"Tolong lah, Da, dia udah sampai, nunggu di gang depan mobil gak bisa masuk."


"Aku gak mau jadi obat nyamuk kalian."


"Temanin aja aku gak apa-apa."


"Assalamualaikum."


"Itu Sepertinya bukan suara dokter nando."


" walaikumsalam, Ayah, masuk yah." oh, 


Ayahnya Alda, ini  pertemuan kedua kalinya setelah di taksi itu.


"Assalamualaikum om."


"Mau buatnin minuman atau makan yah! Biar Alda siapa in!"

__ADS_1


"Gak, usah, Al, Ayah kesini mau lihatin kamu aja, katanya kamu mai pindah, kenapa?"


"Kontrak nya hampir habis yah."


"Assalamualaikum, om! Aku Nana." Nana keluar dari kamar memperkenalkan dirinya.


"Wa'alaikumsalam, ini Nana penumpang saya yang dulu ya?"


"Iya, saya Nana om,  oh, ya, terimakasih banyak om yang ikut andil agar saya dapat kerjaan di sini."


"Sama-sama Nana, kalian mau kemana?"


"Saya mau ngajakin Alda jalan om, tapi Alda nya kurang mau."


"Iya, yah, sebab hati ini mau mencari kos baru yang dekat dari rumah Nana."


"Biar Ayah yang mencarinya, besok sudah mulai pindah, pergilah Nana sudah menunggu tuh." Ternyata, Ayahnya Alda membolehkan anaknya piknik, ku kirain gak boleh, mampus lah aku pergi berdua dokter Nando aja.


"Ayah, yang mencari kos buat aku? Dekat rumah Nana ya, ingat gak yah? Oh, ya, kos ini jangan di rapikan, ya, ini ulah mereka berdua itu biarkan mereka yang merapikannya."


"Kamu kenapa Alda kok begitu? Gak baik loh."


"Biarin aja, yah, biar mereka belajar membereskan kosnya sendiri. Lagian kontrakannya tinggal dua minggu lagi habis kok."


"Ya, sudah, Ayah pergi dulu ya! hati-hati di jalan! Assalamualaikum."


"Tuh, Ayahmu aja membolehkan kamu jalan bareng Aku masa kamunya enggak mau?


"Ayah kan tidak tau kita ini perginya sama siapa!"


 


Jalan melewati yang sempit di penuhi kos-kosan, keluar menuju persimpangan jalan. Untung Alda mau kalau tidak mungkin aku tidak jadi pergi, Dokter Nando merasa di bohongi."Mana ya orangnya?"


Tiba-tiba sebuah mobil Avanza mendekati kami mungkin Dia orangnya. Jantungku dag dig dug gak karuan. Baru pertama kalinya akan piknik bersama seorang lelaki.


"Masuk," kami berdua masuk, ekor mataku memandang ada dua pasang mata yang memandang kami dengan sinis, mereka memakai masker hingga fisiknya tidak kami kenali. Kira-kira siapa ya dia? Ah, sudahlah.


Duh, kok risih gini sih, Dokter Nando gak ngajak bicara lagi, kalau gini mending gak usah ngajak, lebih baik ikut Bang Faisal tadi.


"Kalian udah makan?"


"Udah dokter."


Mobil kelaju dengan kecepatan sedang membelah jalan yang macet karena minggu ini seperti biasa orang akan mengisi liburnya dengan piknik. Mataku Fokus memandang keluar, Alda Fokus sama dunianya. Sopir sibuk menyetir kami seperti tiga orang asing yang berada dalam satu mobil. 


1 jam berlalu sampai juga pada tujuan. Ternyata Dokter Nando membawa kami ke bioskop, membeli tiket untuk 3 orang. Ternyata disini hanya kami bertiga kemana yang lainnya? Apa dia menyewa bioskop hanya untuk bertiga? Entahlah.

__ADS_1


Entah apa yang kami tonton tidak masuk ke otak sama sekali. Ini bukan Film kesukaanku, kesukaanku itu Ala-ala drama Asia bukan ini.


"Tunggu dulu ya, saya mau beli cemilan dulu.'


"Ok."


Dokter Nando pergi ke supermarket depan. Dokter ini mirip sama Aktor kim soo hyun asal korea selatan. Di luaran, mungkin banyak wanita yang mengantri sama dokter ini. Orangnya ganteng, misterius, goodlooking malah. Tapo kenapa dokter ini malah memilih mendekati kami? Padahal di luaran banyak yang lebih cantik. Ah, mungkin hanya ingin berteman aja tidak lebih, duh Nana, jangan ke GR an.


"Na, kita nonton apa sih?" Aku yakin Alda pasti sudah merasa tidak nyaman karena dari awal mengajak nya sepertinya juga risih, hanya bujuka ayahnya pergi samaku menyetujuinya, kalau tau ada laki-laki mungkin ayahnya tidak mau.


"Gak tau, gimana perasaan mu? Kalau tau gini mending gak usah tadi."


"Ya, perasaan ku gitu lah, risih tau gak, gak semua yang ganteng itu bisa membuat kita nyaman ya? Apalagi Aku." betul kata Alda, semua yang ganteng belum tentu bisa membuat seseorang nyaman pilih wanitanya yang bisa nyaman ke seorang pria, wanita yang memiliki visual yang bagus dan memiliki tingkat percaya diri yang tinggi.


"Nih, buat kalian makanlah." tiba-tiba dokter nando membawa aneka cemilan buat kami, banyak bangat.


"Iya, gak usah repot-repot terimakasih." ujar Alda. Baru kali ini Alda mengeluarkan suara di depan dokter Fernando.


"Ya, gak apa-apa sesekali, makanlah jangan malu." Bismillahirrahmanirrahim." memakan sesuatu di aali dengan bismillahirrahmanirrahim, agar makin berkah, yang menerima ini laki-laki entah apa yang sudah dia baca tidak tau, bukan suuzon, yang penting tetap hati-hati dalam menerima sesuatu.


Lanjut nonton sambil makan cemilan. Kira-kira orang rumah sedang apa sekarang ya? Apa sudah sampai di tempat? Entahlah.


"Na, aku ke belakang dulu." Tiba-tiba Alda mau izin kebelakang duh, kenapa harus kebelakang sih.


"Ngapain?" rasanya ingin ikut tapi tak enak denhan dokter Nando tapi duduk berdua beda gender dalam satu ruangan juga tidak baik, selqin risih, tidak nyaman, ada setan juga yang menyaksikan kami.


"Toilet, sebentar aja, tenang aja aku cepat kembali."


"Ya, sudah jangan lama!" Amit-amit kalau lama dan tak kembali lagi, jangan sampai ninggalin  dua insan berbeda gender disini, bisa bahaya, astagfirullah kenapa suuzon sih.


"Ya, sudah!"


"Kemana temannya?"


"Kebelakang sebentar katanya."


"Na,"


"Ya!"


"Ada yang mau saya omongin!"


Deg deg deg


Kira-kira dokter Fernando mau ngomong apa ya?"


Next......

__ADS_1


__ADS_2