Merantau Ke Kepulauan Riau

Merantau Ke Kepulauan Riau
Kita pulang bersama


__ADS_3

Merantau ke kepulauan riau 93


Ya, allah izinkanlah hambamu ini melaksanakan ibadah terlama sepanjang masa ini. Restuilah kami, jadikanlah ibadah ini suci tanpa noda sampai ke Jannah, amiin.


Jauh dari lubuk hati yang paling dalam, aku hanyalah wanita normal sama seperti orang lain. Sebenarnya pernikahan bukanlah impianku, karena bagiku menikah tidak wajib yang penting orang itu selalu berbuat baik, bekerja juga bagian dari ibadah, juga bisa menjadi ibadah terlama selama hayat masih di kandung badan, yang penting kita selalu taat dalam beribadah, tidak pacaran, tidak berzina, tidak pula menyusahkan orang lain.


Toh, di luar sana banyak juga orang yang tidak pernah menikah sampai mati karena tidak ada jodohnya di dunia. Menurut sebuah hadits yang ku baca, setiap makhluk hidup di takdir kan berpasang-pasangan.


Ada yang mendapatkan pasangan di dunia, ada di surga, ada juga yang tidak mendapatkan jodoh di dunia, di surga nanti ada jodohnya. Nah, yang penting kita tidak membenci sunnah rasulullah nanti kita tidak di akui umat Nabi muhammad.


***


Cinta, ada sebuah lagu berisi tentang hati-hati dengan cinta, cinta itu seperti api suka berkobar melahab seorang hamba yang mudah hancur oleh cinta. Mencintai boleh tapi jangan terlalu mencintai seorang hamba nanti kecewa, tidak semuanya orang yang kita cinta, mencintai dan membahagiakan kita.


[Nana! Malam nanti ke tanah abang ya]


[Ngapain]


[Lihat usaha baru aku]


[Aku bareng, Layla,ya]


[Iya]


Malam ini kami ke tanah abang. Kebanyakan yang jualan di sini orang sumatra. Namanya saja sudah tanah abang. Harga grosiran ini lumayan. Tapi, jangan salah dalam sekejab bisa melahap isi dompet kita.


Ryan membuka usaha tekstil. Dana yang di pinjam ke bank untuk biaya pernikahan yang gagal karena tidak mau rugi terlalu banyak di lama dengan menanam saham. Maju atau tidak yang penting kita mau berusaha setelah itu pasrah kan pada yang maha kuasa.


Stelah menikah nanti ryan mengajakku membuka usaha makanan artinya aku harus resign dari pekerjaan. Mirisnya jadi wanita, sedikit lelaki yang mau menghargai jerih payah orangtua wanita yang telah menyekolahkan anaknya sampai sarjana. Entah kapan pemikiran rakyat negeri ini maju minimal satu CM lah agar tidak tertinggal jauh dari rakyat negara lain.

__ADS_1


"Wah, ryan sudah buka usaha baru. Aku jadi terharu. Gini dong, laki-laki harus berani mandiri demi masa depan untuk anak dan istri tidak berada di bawah ketiak emak mulu."


Masa kalah sama wanita yang telah meninggalkan rumahnya yang nyaman dan orangtua yang mencintainya demi orang lain yang halalnya sesaat. Menurut ku wanita jauh lebih kuat dari laki-laki."


"Iya. Menurut ku juga."


"Udah datang kalian? Gimana usaha baruku?" Ryan yang sedang menyusun barang kaget melihat kami sudah berada di belakangnya.


"Bagus, jangan patah semangat ya! Jadikan hutang itu penyemangat untuk mencari rezeki" Ujarku.


"Asal jangan di bebankan ke istri aja nanti hutangnya Ryan!" Ujar Layla. Pedas juga omongannya.


"Iya, Na.Tidak dong. Kan kewajiban lelaki mencari nafkah."


***


Kami membantu ryan membersihkan gudangnya, rencananya kalau usaha ini maju, ryan akan merekrut karyawan dari kampung halamannya. Ide brilian.


Memang benar setiap anak ada rezekinya masing-masing, memang iya. Tapi, sekali lagi aku bilang hanya untuk orang yang rajin dan mau berusaha. Kalau tidak sama aja dengan bohong.


Sejauh perjalananku merantau, setiap akhir pekan keluar jalan-jalan. Setiap itu pula aku miris melihat pemandangan orang mencari rezeki di negeri yang katanya kaya akan SDM. Kayanya hanya untuk orang berada. Kita anak pribumi di jajah dan jadi babu di negeri sendiri.


Banyak pula orang melakukan segala cara untuk mencari rezeki, halal haram sudah tidak ada bedanya yang penting perut kenyang.


Kita sebagai yang muda sekolah yang benar, rajin belajar, berkarya lah, bekerja selagi sehat. Bikin orangtua bangga, sudah menikah bertanggung jawab penuh pada istri dan anak.


Aku setuju seseorang itu mapan dulu baru menikah. Karena aku tidak mau hidupku seperti mereka yang luntang lantung setelah menikah mengorbankan waktu menjadi Ibu yang cerdas untuk anak, anak minim prestasi sebagai orang tua kecewa pada anak. Anak pun butuh guru privat di rumahnya.


***

__ADS_1


Satu tahun ini usiaku sudah 27 tahun bulan maret. Aku juga buka usaha makanan di kota jakarta. Ibu menyuruh ku pulang untuk mengelola usahanya tapi aku ingin mandiri. Biarlah angga yang mengurusnya. Ibu takut karena angga tidak bisa mengelola itu.


Satu tahun ini aku belum menemukan jawaban nya padahal sudah melakukan sholat istikharah. Ada apa denganku? Layla sudah menemukan jodohnya. Layla sudah menikah dengan Daniel, mereka berada di daerah kebun jeruk kota Jakarta. Juga membuka usaha di tanah abang.


Gak nyangka Layla sudah menikah secepat itu padahal selama ini aku yang membantunya membuka hati, dia pula yang mendahului aku. Tapi, tidak apa-apa mungkin sudah jodohnya Layla. Layla bilang kejutkan aja. Gimana mengejutkannya, hati ragu tidak akan bisa.


Aku memutuskan untuk pulang. Tapi, aku ogah di hantui bom pertanyaan "kapan nikah? Apa lagi yang di tunggu? Usia sudah tua? Lihat ini teman sekolahmu dulu udah lima anaknya. Lihat mereka baru nikah satu bulan anaknya udah lahir."


Aku ingin kembali ke kos tapi aku tidak mau ibu kecewa. Tuhan, bantu aku.


"Kita pulang bareng." Aku mendengar suara yang tidak asing di telingaku. Ryan! Ada apa dia menyusul ku ke bandara? Akhir-akhir ini hubungan kami sudah renggang.


"Ikut aku?" Apa maksudnya ryan mengajak aku pulang bareng ke padang? Ryan tidak membawa temannya.


Ryan duduk dekatku. "Iya. Kita ke padang bareng."


Aku menoleh "Ngapain?"


"Mengunjungi kota padang aja."


"Kamu sendiri?"


"Sama kamu. Kita berangkat bareng, tiketnya biar aku yang bayar."


"Baiklah." Kami sepakat pulang bareng, aku tidak bilang ada teman yang ikut ke padang. Mungkin ryan hanya ingin piknik sendirian.


Pesawat teke off, tiga tahun di Jakarta aku rindu dengan ibu. Apa kabar usaha-usaha yang ibu kelola sekarang? Pasti kerabat ibu pada kumpul, mengbomku dengan pertanyaan kuno.


Sampai juga di kota padang. Aku tidak ingin ibu menjemput ku, kami naik angkutan umum untuk sampai ke ulak karang.

__ADS_1


Tidak jauh berbeda dari dulu banyak juga aku melihat masyarakatnya susahnya mencari rezeki. Karena tidak punya skill. Ya, Allah. Lindungilah mereka berikanlah mereka kesehatan dan rezeki yang banyak amiin.


Next...


__ADS_2