
Merantau ke kepulauan riau 96
"Gimana yang semalam?" Ujar ryan.
"Gimana apanya? Kamu kan sudah sering melakukannya. Ups." Aku menutup mulut.
"Aslinya masih jejaka kok, punya ku belum tersentuh oleh wanita itu." Entah kenapa perasaan ku perih serasa tersayat sembilu. Baik yang masih pacaran atau sudah menikah kita punya hak untuk cemburu.
"Ini pengalaman pertama ku. Ku harap kau tidak akan melakukan nya ke orang lain nanti. Aku ingin kau menunduk kan pandangan dan memelihara ******** agar tidak mengulangi perangai lama. Aku mohon itu. Kita bukan orang barat yang menghalalkan nafsu duniawi untuk kesenangan sesaat."
"Pedas bangat kata-katanya. Jad, intinya kamu menikmati nya semalam kan?"
"Iya dong." kami berpelukan manja. Selesai membersihkan diri kami kembali melakukannya.
Keramas sebelum sholat shubuh, pagi ini tidak tau arah kiblat ke mana. Ternyata di korea juga banyak mesjid, juga sepi seperti di Indonesia. Setelah melakukan kewajiban sebagai muslim, lanjut ke seoul.
Sebelum pulang, kami ke pusat perbelanjaan terbesar di seoul, Myeongdong nigth market atau pasar malam wisatawan asing. Cuci mata di mall lumayan buat mengembalikan mood yang sedang hancur. Ingin membeli semua barangnya, uangnya mana?
Kami membeli oleh-oleh untuk orang rumah, Ryan untuk ibu dan adik. Aku untuk ibu, kaponakan dan calon ponakan baru dan angga.
Kami belanja bayar masing-masing seperti orang korea lakukan. Aku kepikiran ryan akan menjadi suami pelit, awas aja kalau gitu, ku sumpahi usahanya bangkrut, jahat bangat do'a nya.
***
Ya, Allah. Tidak sampai delapan hari di korea, kami harus pulang karena kami ingin kembali bekerja. Ingin nangis rasanya. Entah kapan ke sini lagi. Aku ingin ke sini bersama suami dan anak-anak nanti, Amiin.
"Aktor song jong kii. Benar gak sih?"
"Mana?" Ujar ryan.
__ADS_1
"Itu," aku menunjuk ke luar bandara, benar itu aktor song jong ki sedang di kerumumi masa. Mungkin fans nya yang minta foto. " Itu benar aktor song jong ki, aku mau foto." Ujarku.
"Gimana mau ke sana, dia di kelilingi orang-orang." Aku mengambil kamera mengambil gambar dan vidio song jong ki tidak lupa kami juga ada dalam vidio. Ternyata tidak boleh sembarang orang mengambil gambar tanpa izin ke yang punya tubuh. Bagiku tubuh itu ciptaan tuhan bukan ciptaan manager.
Akhirnya dapat juga foto bareng. Ryan hanya melongo melihat ku. Antara marah dan cemburu tapi bodo amat yang penting dapat berfoto bersama. Ryan akhirnya juga ikut. "Ya, Allah gantengnya. Ingin anak laki-laki ku mirip dia." batin Nana.
"Sayang! Ganteng bangat dia. Aku ingin anak laki-laki kita mirip song jong ki, Lee min ho, kai Exo dan jungkook BTS nanti. Anak perempuan mirip Song hye kyo, bae Suzy, dan member blackpink."
"Ayah dan ibunya ada kenapa harus mirip mereka?"
"Kamu gak mau punya anak secantik dan seganteng mereka? Aku aja sampai terbawa mimpi dan minta pada tuhan seperti itu."
"Halu kamu ketinggian. Ya, kalau tuhan mengabulkan do'a mu."
"Kok, kamu gitu? Ya, pasti dong. Yang penting modalnya ada untuk memperbaiki keturunan. Mereka tidak perawatan juga sama seperti kita."
***
Jam keberangkatan telah tiba. Tak terasa air mataku menetes akan meninggalkan korea secepat ini. Masih banyak tempat wisata yang ingin di kunjungi tapi tak punya waktu. Pekerjaan lebih penting.
Tujuh jam di pesawat tiba di bandara Soekarno Hata. Pulang ke kontrakan istirahat sejenak, merapikan oleh-oleh di krim ke padang dan batam. Ryan akan mengirim oleh-olehnya ke depok.
Barang sudah sampai di alamat, ibu, bang faisal, Fatih, zila dan angga sangat suka dengan oleh-oleh ku. Kapan lagi aku ke korea ya, Allah. Ini yang membuatku ingin kerja terus untuk jalan-jalan ke luar negeri. Yang gak bisa kerja karena beberapa hal hanya bisa bilang kami tidak bersyukur. Playing fictim.
"Cieeee bulan madu ke korea langsung jadi YouTuber dadakan. Followers nya naik drastis, apa sudah mengembalikan biaya kalian ke korea kemaren?" Ujar daniel.
"Sudah dong, lebih pula" Ujar ryan. Padahal belum cair uangnya dasar bohong lagi.
"Wah, bagi oleh-oleh dong."
__ADS_1
"Ini ada cemilan dari korea buat kalian semua."
Sebulan kemudian aku alhamdulillah positif hamil. Alhamdulillah rezeki tak terduga. Ryan memberikan ATM nya padaku setiap gajian dia menyuruhku transfer ke atmnya yang satunya lagi seperoh. Uang dia akan di gunakan membayar hutang dan untuk ibu dan adiknya. lima puluh persen untukku. Dana yang masuk dari usaha teksil, cafe miliknya untuk tabungan masa depan dan biaya hidup sehari-hari.
Lihat sosial media astagfirullah, Angga dan teman-temannya sudah sampai di korea. Ku telpon ibu benar, Angga berada di korea. Biayanya dari ngeflog selama ini. Mereka bertemu idol dan aktris papan atas. Entah bagaikana caranya mereka bertemu idol.
Kami kesusahan bertemu mereka, Angga dengan mudahnya bertemu.
"Ada apa, Na!"
"Angga dan teman-temannya sudah sampai di korea."
"Wah, kok aku gak tau."
"Aku juga gak tau. Mereka bertemu idol."
Beberapa bulan lagi aku telah melahirkan anak laki-laki mirip kai Exo. Alhamdulillah Allah kabulkan keinginan ku. Karena semenjak hamil aku sangat tergila-gila dengan idol yang satu ini.
Masalah rumah tangga setan sudah mulai menyemburkan api pada rumah tangga kami. Datangnya amelia menarik perhatian suamiku. Aku punya hak untuk cemburu. Ryan sudah lelah dengan kesalahan dan dosa masa lalu sudah tidak ingin neko-neko lagi. Fokus merencanakan masa depan. Apalagi kami sudah memiliki anak.
Akhirnya amelia menyerah datang lagi jihan di tinggal mati suaminya. Jihan berusaha menarik perhatian suamiku membawa anaknya ke toko, mengajak anaknya main sama suamiku. Mendekati kembali mertua dan iparku.
Ryan juga sudah lelah dengan godaan yang satu ini, ryan undang temannya yang masih lajang untuk melayani jihan. Jihan kesal, apalagi kami selalu menunjukkan kemesraan. Malah membuat jihan makin nekat ke suamiku.
Jihan di marahi mertua dan iparku akhirnya dia menyerah.
Mudahan pernikahan kita sakinah mawadah warahmahmah, langgeng hingga maut memisahkan kita. Amiin.
Tamat.
__ADS_1