Merantau Ke Kepulauan Riau

Merantau Ke Kepulauan Riau
POV dokter Fernando


__ADS_3

Merantau ke kepulauan Riau


#part39.


 POV Dokter Fernando


10 tahun yang lalu waktu tamat SMA, saya merantau ke kalimantan, bertemu seseorang yang sama-sama dari sumatra. Kami berteman hingga 1 tahun lamanya. Kadang ombak dan angin laut membuat kami mual dan, Muntah dan sakit-sakitan. Kami sepakat berhenti dari pekerjaan. Saya mau kuliah dia mau ke Kota Batam.


"Capek banget, kepala sakit, perut mual mau muntaj enggak keluar, do." Biasa, Faisal selalu mengeluh capek, perut dan lainnya. Kadang ombak ini bisa membuat nelayan terutama yang baru sering mabuk.


"Apalagi saya. Jadi, gak, berhenti dari nelayan ini?" 


"Jadi kayaknya, rasanya gak sanggup, pengen pulang malu, kayaknya saya ke Batam aja."


"Punya teman di sana?"


"Punya sih, sabar aja dulu, nunggu gajian, saya hubungi teman dulu, siapa tau, satu di antaranya mau membantu." 


"Ya, sudah, kalau sudah gak sanggup, jangan di paksa."


"Sekarang ini, saya sudah menjadi tulang punggung keluarga. Mau, gimanapun, tetap kewajiban saya mencari Nafkah kasihan ibu berjuang sendirian dan adik-adik saya yang masih kecil."


"sepekan lagi gajian."


"Kamu katanya juga mau berhenti, rencananya mau kemana?"


"Entahlah, kayaknya saya mau kuliah, emak sama bapak nyuruh kuliah mulu."


"Baguslah, kuliah aja."


Saya tidak serius kuliah sering bolos, memilih ke kota Batam minta bantu Faisal memasukkan kerja keperusahan tempatnya kerja. Aku melihat banyak bangat kisah tragis di kota ini, entah bagaimana nasipku kelak. Memilih dan kuliah kembali jurusan kedokteran di universitas bergengsi di kota ini.


Saya mengajak Faisal kuliah tapi tidak mau.


2 tahun lagi bertemu 2 orang perempuan yang satu namanya Shela yang satu Diana. Saya tertarik dengan shela berniat untuk berpacaran dengannya. Saya sukses membuat dia bucin tidak mau kehilangan. Sayangnya dia tidak mau menyerahkan sesuatu yang sangat berharga bagi seorang perempuan. Tekatnya kuat. Saya sering menghilang dia mencari saya setiap bertemu dia tidak mau menyerahkannya lebih baik menikah aja.

__ADS_1


Hidup di kota apalagi jauh dari orangtua membuat mereka suka melakukan hal yang di luar batas. Banyak yang melakukan hubungan di luar pernikahan. Pergaulan bebas dan Kos-kosan yang bebas mendukung mereka berbuat sesuatu. Tapi, ada beberapa yang masih mempertahankan tubuhnya untuk di lakukan sesudah menikah kelak.


Masa depan saya masih panjang. Kontrak habis saya ingin melanjutkan pendidikan ke Ibu kota dan memilih putus. Kami sama-sama menghilang. Di Ibu kota saya bertemu primadona kampus yang usianya dua tahun di bawah Shela, Namanya Naila. beberapa bulan lagi Shela menjalani hubungan dengan Faisal sahabatku.


Entah kenapa ada yang sakit tapi tidak berdarah di dada ini. Besoknya mereka menikah tambah sakit lah hati ini.


Hubungan pertemanan kami renggang. Hubunganku sama Naila sudah cukup jauh. Hingga selesai melakukan studi sampai S2. Pihak kampus menyarankan aku praktek di sumatra yaitu kota Batam.


Masuk ke rumah sakit terbesar di kota itu dan beberapa perusahaan meminta beberapa dokter untuk praktek termasuk saya. Selama disini, saya bertemu lagi dengan mereka bertiga. Faisal dan shela sudah memiliki buah hati. Diana masih sendiri saya lihat Diana suka mencari masalah di perusahannya. Diana seperti seorang temptrment. Suka berbicara seenak hati dan bertindak kasar.


---------


Baru 6 bulan di kota ini saya bertemu seorang wanita mirip seperti Faisal. Faisal tidak mengatakan orang yang ingin mencari kerja itu Adiknya. Hanya membilang saudara. Apakah wanita itu adiknya? Tidak tau.


Melakukan medical cek up, sepertinya dia sangat malu melakukan tes nya. Tapi, dia berusaha menyembunyikan kegugupannya, ingin bertanya tapi sadar posisi. Sengaja memeriksanya agak lama. Dia sangat tidak nyaman. Keringat bercucuran, dada kembang kempis, pandangan kosong. tapi dia juga goodlooking, visualnya bagus dan juga sangat cantik.


Selesai dia di terima, kesibukan baru  membuat saya melupakan dia tapi bertemu lagi di perusahaan itu. Dia membawa Diana yang bersimbah darah ke UKS. Menurut cerita mereka habis berantam Diana malah yang tumbang. Heran saya kuat bangat menumbangkan Diana dan  beberapa temannya.


Kami bertemu lagi  sepertinya dia gugup berusaha mengalihkan keadaan. Pada saat perusahaan mengadakan petisi siapa yang pantas di pertahankan itu juga sebaliknya. Nazalia sepertinya sudah pasrah sama keputusan perusahaan. 


Semenjak itu hubungan kami menjadi dekat. Tak bosan menunjukkan sisi misterius yang di sukai perempuan. Nazalia sepertinya tidak mudah di taklukkan. Susah mendapatkan laki-laki, kalau dapat, dia akan setia dan pantang di kecewakan. Saya yakin lama-lama Nazalia pasti akan luluh, takluk dan tidak mau kehilangan.


Pada saat libur saya mengajak Nana jalan tapi dia ingin membawa temannya, tidak apalah yang penting mau. Aku menyewa sebuah bioskop untuk bertiga. Entah Film apa yang kami tonton sama sekali tidak Masuk di otak begitupun mereka.


Diam-diam saya men DM Temanya agar ke belakang sebentar, Ada hal serius yang ingin kami obrolkan. sepertinya Nazalia sangat tidak nyaman, risih, keringat dingin, gelisah, dada kembang kempis, pandangan kosong, sama seperti pertama kali bertemu,  tidak menikmati nontonan ini,  lihat kiri kanan, depan belakang. Seperti seseorang yang memiliki riwayat kecemasan berlebihan.


Apapun yang saya obrolkan sepertinya, Dia bisa membaca maksud semua obrolan saya. Dia makin tidak nyaman. Takut terjadi apa-apa. Saya DM temannya untuk kedepan. 


Ya, tidak salah lagi. Nana, sepertinya sangat tidak nyaman kali ini. Nampak setiba temanya, pelan-pelan mampu menguasai perasaannya. Tapi saya tidak akan kehilangan akal. Saya akan melakukan sisi misterius untuk menaklukkan wanita. Tidak usah cerewet, gembar gembor, perhatian lebih. Biasa aja. Seperti itu membuat wanita bucin.


Saya akan melakukan apa yang tidak saya dapatkan dari shela dulu. Tidak dapat kakaknya, adiknya pun jadi. Tidak peduli dia adik Faisal tetap akan melakukannya.


Pulang dari bioskop rencananya akan mengajak karena keliling bengkong tapi menolak karena harus masuk malam, saya bilang "Apa hari minggu masih masuk malam?" dia bilang "iya." yang sebenarnya masuk lembur.


Makan di sebuah cafe mewah sepertinya cukup membuat Nazalia bingung sepertinya tidak tau apa yang akan dia pesan. Tidak pernah mencicipinya datang pesanan dia paksa habiskan.

__ADS_1


Tak lupa menawarkan dan mengantarkannya pulang, dia menolak dengan Alasan mau bantu temannya pindahan.


Tidak apa, dari jauh saya memperhatikannya sepertinya dia bohong. Saya di bohongi


Tak apa saya tau alasannya kok. 


Besok pagi setelah dia pulang dari kerja, di RS saya menghubunginya. Tentang obrolan kemaren sepertinya dia masih tersinggung dengan obrolan itu. Ternyata Nazalia sangat sensitif. Nazalia menolak untuk jangan keseringan mengajak jalan. Dia tidak suka. Ada kakak yang melarangnya jalan.Oh, ya, gimana, Na, apa kamu setuju dengan obrolan kita kemaren, kita melakukan komitmen, berteman aja?"


"Kalau berteman, Aku mau, tapi jangan ngajakin aku jalan ya! Orang rumah melarangmu sering jalan walau bersama teman.  Ya, aku tau, Nazalia sanaht tidak nyaman jalan dengan lawan jenis, usia beda jauh pula, Nazalia seumuran adikku yang bungsu, saya seumuran Faisal. Apa tanggapan Faisal ya. Kalau Aku tertarik pada Adiknya?


"Iya, saya setuju, kita berteman seperti saudara. Obrolan kemaren jangan di masukkan ke hati ya, kita sama-sama sudah dewasa. Buka anak kecil lagi yang harus di kontrol obrolannya." sepertinya berbicara denga Nazalia harus hati-hati, karena Dia sangat sensitif. Hatinya tidak bisa sembarangan berteman dengan seseorang.


Kakaknya kurang setuju, Nazalia keluar kalau tidak bekerja atau sekolah. Karena, 


Kakak laki-laki memang memiliki tanggung jawab besar untuk keselamatan adik perempuanya takut kenapa-kenapa, harus di jaga dengan baik. Tidak apa, Saya juga memiliki adik perempuan.


Bekerja saya berusaha se profesional mungkin. Pantang untuk di tegur, banyak dokter yang mengagumi kinerjaku, banyak perawat, bidan, dan dokter perempuan yang masih gadis dan yang memiliki anak gadis  yang menawarkan dirinya menjadi kekasih saya dan menantunya. Tapi, saya jalani dulu mana yang cocok dia yang menjadi jodohku begitu juga dengan Nazalia. Nazalia sepertinya memiliki tekat yang kuat untuk masa depannya.


"Dokter, Nando, kami sangat menyukai kinerja kamu, sudah ganteng, pekerja keras lagi." Kepala rumah sakitpun menyukai kinerjaku.


"Terimakasih, banyak, pujiannya berlebihan, Dokter." 


 Setiap jam praktek habis, saya memutuskan untuk kencan dengan beberapa gadis. Mereka semuanya mau berusaha memperlihatkan kecantikannya,  Visualnya dan perhatiannya.


"Hallo, Dokter Nando, habis jam praktek, kita ketemuan, yuk!"


"Baiklah."


"Oh, ya, Gue, berharap semoga kita jodoh ya."


"Iya, Amiin." kompak menjawab.


Mereka kebanyakan menawarkan harapan dan berharap bisa berjodoh. Siapa sih, wanita yang tidak mau sama laki-laki yang sudah punya profesi?


Kebanyakan profesi hal yang utama di cari wanita zaman sekarang. Berharap bisa memiliki masa depan yang cerah dari lelaki yang tepat. Belum tentu mereka tepat untuk wanita itu, nantinya akan berlindung di balik kata takdir yang tidak bisa di elakkan.

__ADS_1


Next....


__ADS_2