
Merantau ke kepulauan riau part 89
Lelah seharian berkutat dengan pekerjaan. Hatiku panas bangat mendengar kabar ryan menjalani hubungan serius dengan seorang wanita bukan Amelia. Mudah bangat ryan berpaling ke lain hati. Aku mencoba untuk legowo mungkin bukan jodohku. Syukur ketahuan belang nya sekarang, kalau sudah menikah nanti salahin takdir.
Minggu ini dokter nando mengajakku jalan, malas bangat semakin dewasa usia semakin malas berpergian bersama teman-teman.
"La! Kita belanja, yuk!"
"Boleh lah." Belanja sesuatu hal yang paling penting mengembalikan mood ku. Tiba di swalayan ku lihat dokter nando bersama putrinya dan seorang wanita. Siapa dia? Apa pacar barunya atau mantan istrinya?
Bodo amat
Semua barang sedap di pandang, ingin memborong semuanya tapi tidak punya uang.
[Na! Lihat ke belakang] sebuah notifikasi wa ternyata dari dokter nando mau apa dia?
Ku menoleh ke belakang dokter nando bersama putrinya tapi kemana wanita itu? Sepertinya dokter itu mau kesini tapi segan dengan Layla di dekatku.
Kami terus mengitari mall ini, aku melihat ryan sama seorang wanita. Mereka belanja puluhan juta rupiah ryanlah yang membayarnya. Aku, kencan sama dia tak pernah minta di bayarin makan.
Wanita itu mengosongkan ATM milik ryan? Bagaimana pendapat tante ratih kalau anaknya di porotin? Jangan-jangan waktu pacaran royal calon mertua merestui nya. Setelah menikah baru suami pelit dan mertua mengambil semua gaji anak laki-lakinya. Lagi-lagi aku suudzon.
"La! Lihat ryan." Aku menunduk ke arah kasir, Layla menoleh ke arahku. " Bukankah itu ryan? Tapi, bersama seorang wanita, ryan membelanjakan pacarnya puluhan juta rupiah."
"Benar. Kok bisa? Apa semua lelaki seroyal itu sama pacarnya? Gak ingat dia udah gak punya ayah ada ibu dan adiknya yang harus dia biayai. Ini malah, membelanjakan pacar yang belum tentu jadi istri."
"Itu dia. Tapi, ya sudah lah. Bukan urusan kita."
"Kasihan ibunya."
"Terus? Kamu mau menegurnya?"
"Enggak."
Setelah memilih barang menuju ke kasir, keluar dari mall. "Ryan! Ingat ibu dan adikmu di rumah." Setelah Layla berbicara padanya, kami pergi. Entah apa yang mereka katakan, aku tidak lagi mendengar karena bising nya suara-suara orang di mall.
__ADS_1
[Na! Kamu ingat gak! Janji kita dulu? Aku mengajakmu menjalani komitmen sebagai teman, sahabat atau kakak beradik. Kalau cocok, kita menikah] Tiba-tiba dokter nando mengirim wa setelah sampai di kos. Lalu, wanita yang bersamanya kemaren siapa?
[Aku udah gak ingat, sudah melupakan tentang tujuh tahun yang lalu. Ada apa tuh
[Gak ada sedikit pun yang kamu ingat]
[Tidaka ada lagi]
[Jadi, intinya bagaimana]
[Aku pasrah aja sama yang maha kuasa]
[Aku punya karir yang bagus, melekat seumur hidup, apa kamu tidak mau menikah]
[Pasrah aja sama yang di atas, kalau ada jodoh aku menikah kalau tidak, ya aku harus terima]
[Kita bertemu lagi dalam keadaan masih lajang, sedangkan aku baru bercerai. Mau gak, kita menjalani komitmen serius seperti janji kita dulu. Aku yakin kamu masih mengingatnya]
[Aku sudah lupa, sudah ya! Aku mau istirahat]
***
Hingga setahun lamanya sekarang usiaku sudah 26 tahun. Sama sekali belum pulang ke padang tapi pulangnya ke batam. Aku tidak mau di sedang bom pertanyaan lagi.
Satu persatu teman-teman sudah menikah. Tiara, Nadia, hanafi dan revo. Ryan sebentar lagi akan menikah. Tiara menikah dengan orang satu kampungnya. Nadia di jodohkan oleh orang tuanya, hanafi menikah dengan pacar barunya, dan revo sama teman kuliahnya dulu. Tidak ada satupun jodohnya dengan satu pekerjaan di kantor ini.
Sampai sekarang aku dan layla belum menemukan pria yang cocok. Dokter fernando sudah sangat lelah mengejar ku. Dia mengatakan semua harta yang dia miliki selama dia berkarir, malah membuatku ilfil. Dia kira semua wanita mau akan harta apa? Tentu tidak, kita wanita juga bisa bekerja. Toh, harta yang dia punya, itu memang jerih payahnya dan warisan orangtuanya.
Setelah menikah juga tidak ada hak ku, untuk apa mau sama pria berharta jika setelah menikah kita jadi babu. Mengorbankan waktu menjadi ibu yang cerdas untuk anak. sudah cerai hidup atau mati, jangan-jangan, kita jadi gembel. Bukan meragukan rezeki dari Allah. Rezeki ada kita harus berusaha menjemput rezeki itu. Semuanya butuh pengorbanan.
[Na! Lama tidak bertemu. Kamu apa kabar? Ini aku ryan] Ryan! Mau apa dia? Bukankah sebentar lagi dia akan menikah?
[Kabar ku alhamdulillah baik. Ada apa ryan! Undangannya sudah kami terima]
[Bukan undangan. Apa kamu sudah punya calon suami]
__ADS_1
[Ada apa tuh]
[Tanya aja]
[Kalau belum kenapa]
[Alhamdulillah. Mau gak? Gantiin jihan di pernikahan nanti? Aku dan jihan batal menikah sedangkan undangan sudah tersebar luas]
[Maksudmu? Kamu dan jihan batal nikah? Kenapa? Apa kalian ada masalah? Kenapa harus aku? Kenapa kalian tidak dewasa aja dalam bersikap teruskan saja pernikahan itu. Toh, masalah itu ada normal kok, itu godaan untuk orang sebelum menikah]
[Bukan itu. Jihan hami anak pria lain. Padahal selama berpacaran kami tidak pernah macam-macam. Aku tobat, dosaku sudah sangat banyak. Entah kapan aku mati, aku tidak mau menanggung dosa terlalu banyak. Tapi, dia yang menduaka aku]
Tidak mungkin kan kami lanjutkan pernikahan kami. Biarlah aku mengalah mungkin bukan jodohku. Setelah kejadian di kosku waktu itu yang membuat kamu pergi, setelah aku pikir memang kamu yang terbaik dari yang terbaik. Aku merasa pikiran kita sejalan, kalau sama yang lain banyak beda pendapat. Sampai kapan kamu akan menyendiri]
[Maaf ryan! Pantang bagiku kembali sama orang, aku sudah tau dia itu pembohong dan tukang selingkuh. Aku tidak mau menyesal di kemudian hari]
[Aku janji akan memperbaiki semuanya, kalau kita sudah menikah, artinya kita sudah siap berumah tangga, lupakan semua masa lalu. Fokus memperbaiki diri untuk masa depan]
[Sama Layla mau? Dia juga belum punya calon]
[Aku maunya kamu]
[Biar ku pikir dulu]
[Jangan terlalu lama]
Jihan hamil sama pria lain? Mudahnya hamil sebelum menikah. Lalu ryan mau kembali lagi padaku. Di hati yang paling dalam, aku mungkin masih menginginkan kami kembali. Tapi, karena kesalahan beberapa kali. Aku harus bisa menerima bahwa Ryan bukan jodohku.
Sudah bagiku untuk mencari penggantinya apakah aku bucin? Entah lah. Karena selama ini aku tidak pernah menjalani hubungan dengan lelaki manapun.
Layla juga masih santai, sudah ratusan kali ibunya menyuruhnya pulang tetap tidak mau. Dia mau berada di Jakarta selamanya. Dia trauma di jodohkan oleh orang tuanya.
Beberapa kali ibunya bilang mereka sakit tetap tidak mau pulang. Tunggu hari H baru dia pulang itu pun sebentar. Dia pernah bilang itu padaku. Karena dia tidak mau di bohongi lagi.
Next
__ADS_1