
Merantau ke kepulauan riau
Part 82
Tiara
"Sedang apa kalian di sini? Apa yang kalian bahas?" Kami berdua tersentak mendengar suara seseorang yang di asing di telinga.
"Tiara! Sama siapa ke sini?" Ujarku
"Sedang apa di sini ray?" Dia malah mengalih pembicaraannya.
"Nana tanya tuh sama siapa ke sini."
"Sama Layla. Kami mau main aja ke sini eh beryemu kalian." Apa Tiara mengikuti kami, ya? Sejak kapan Layla dekat dengan Tiara?
"Mana Layla?"
"Sedang berbicara sama temannya."
"Boleh gabung?"
"Gabung aja." Apa aku bisa mendapatkan Ryan? Tenang Nana kalian belum terikat tali pernikahan.
Sejak tiara gabung mengoceh mulu kata-katanya tidak ada yang membuat ku tertarik ngobrol padanya. Ryan hanya menjawab iya aja sambil memandang ke arahku. Lagi-lagi tiara kesal.
Astagfirullah Tiara menghubungi mamanya ryan.
"Hallo! Tante. Ini kami sedang bersama di pantai ancol." Tiara menjauhkan ponselnya dari aku dan menarik ryan mereka seperti pasangan dan aku hanya nyamuk. Baru saja kami merencanakan berjuang bersama untuk mendapatkan restu orangtua ryan. Sekarang aku di anggurin. Entah aku harus mengerti entah tidak.
Ryan hanya mengucapkan salam pada ibunya setelah itu duduk di sebelah aku. Tiara tak kehabisan akan lagi-lagi mengarahkan ponselnya ke arah kami kali ini aku juga ikut masuk dan senyum menyapa calon ibu mertua.
"Ryan! Jangan terlalu lama membiarkan Tiara berjuang sendirian kasihan dia. Dia perempuan loh ibu juga perempuan. Jangan terlalu melihat kecantikan gadis di Jakarta percayalah tiara yang terbaik menurut mu."
__ADS_1
Deg ibu ryan bilang Tiara yang terbaik. Seperti sudah pernah jadi menantu aja sebelumnya. Karena sekarang belum jadi menantu aja bilangnya bisa jadi yang terbaik. Aslinya bisa dilihat setelah berumah tangga nanti."batin nana
"Aku janji akan menjaga amanat tante untuk mencairkan hati ryan yang masih beku. Aku tidak akan pernah menyerah tante."
"Tante percaya kok sama kamu. Itu di samping siapa?"
"Kenalin ma! Dia Nana yang aku ceritakan itu yang paling membuatku jatuh cinta."
"Oh, ini Nana yang membuat kamu tidak bisa menerima Tiara? Yang membuat kamu berani membangkang mama? Dari cara kamu memperlakukan mama aja sekarang sudah nampak perempuan itu tidak bisa menjadi istri yang baik untukmu."
Aku memandang ryan, apa ryan jadi membangkang gara-gara aku? Tapi, aku tidak pernah menghasut dia macam-macam. Aku aja tidak berharap menikah dengan ryan apalagi menghasutnya. Aku jadi makin ragu pada ryan.
Sudah lah, jauhi Nana karena dia kamu jadi durhaka pada orangtua. Malah Tiara yang selama ini berjuang agar kamu menjadi pribadi yang lebih lagi tidak kamu hargai." Dari situ seharusnya kamu sudah bisa menilai mana yang lebih baik bagimu."
Ibunya ryan masih belum welcome sama wanita lain dari Tiara. Gimana perasaanku. Terang-terangan ibu ryan bilang dia kurang menyukai ku di depan tiara pula. Di mana letak harga diriku. Belum aja jadi mertua sudah banyak ikut campur dan menyalahkan calon menantu apalagi sudah menikah lagi. Aku tidak mau mengambil resiko.
"Ma! Mama selalu bilang. Baik atau buruknya seseorang yang berhak menilai nya adalah tuhan bukan manusia. Sebaik-baiknya manusia di mata manusia bukan berarti dia baik di mata tuhan. Begitu juga sebaliknya."
Aku yang mau menikah aku yang mau berumah tangga jadi. Aku mohon sama mama berhenti suuzon sama orang lain yang akan menjadi istriku baik atau buruknya dia nanti biar aku sendiri yang menanggung resikonya. Bukan mama. Sudahlah. Semoga mama segera merestui kami. Amiin."
"Na! Kamu jangan dengerin omongan mama ya! Tiara, aku tidak nyangka kamu terobsesi bangat dengan aku. Hal baik apa yang kamu lihat dariku?"
"Maaf ryan! Selesaikan dulu urusan kalian. Aku pulang dulu."
"Nana! Nana! Tunggu biar aku yang ngantar kamu pulang."
"Ryan! Kamu mengabaikan aku." Aku pergi dengan perasaan kacau tidak lagi menoleh ke belakang ryan sangat marah pada tiara aku masih bisa mendengarnya.
***
"Tiara! Aku kira kamu anak baik. Sampai orangtuaku mempercayai mu melebihi anaknya sendiri. Aku lihat kamu seperti ini bikin aku ilfil sama kamu tau."
"Ryan! Gara-gara aku memperjuangkan kamu demi ibumu kamu kurang mempercayai ku lagi? Ryan! Aku itu mencintaimu, aku cinta, aku cinta kamu. Masa aku yang menemanimu tidak bisa kamu hargai sama sekali malah mencintai orang yang tidak mamamu suka. Kamu bikin tante ratih kecewa tau gak."
"Itu urusan ku. Kamu jangan ikut campur sama urusanku. Kamu tau aku sangat mencintai Nana, kami saling cinta kamu juga tidak bisa menghargai itu. Kita, tidak bisa memaksa orang yang tidak mencintainya kita, untuk mencintai kita. Kamu harus tau itu."
__ADS_1
"Tidaka bisakah kita menikah demi orangtua kita? Cinta itu akan datang mungkin setelah menikah."
"Kamu cari orang yang mau mencinta mu."
"Aku mau kamu. Aku sebenarnya tulus mencintaimu. Tapi, melihat kelakukanmu setelah bertemu Nana aku sendih, tertekan, bangat. Aku banyak-banyak intropeksi diri yang mananya yang salah. Kata mamamu kamu berubah semenjak bertemu Nana."
"Jangan paksa aku. Nanti makin ilfil sama kamu. Kalau kamu sayang aku, izin aku bahagia bersama orang yang aku cinta."
"Jahat kamu ryan! Kamu jahat." Setelah itu ryan pergi dengan emosi yang membara, ryan akan menyusul Nana. Tiara mengejar ryan sampai parkir sayangnya ryan pergi dengan cepat.
"Ryan! Tunggu ryan! Ah." Tiara terduduk dalam tangisan, ribuan pasang mata melihatnya tidak ada yang mau membantunya berdiri. Tiba-tiba Layla datang menyerah kan tissu.
Layla
"Ini!" Sambil membantu Tiara berdiri.
Tiara mengambil tisu itu. "Terima kasih. Kamu kan teman Nana kenapa kamu mau membantuku?"
"Bukan hanya kamu dan Nana mencintai satu orang yang sama. Aku juga."
"Maksudmu?"
"Aku sebenarnya juga mencintai ryan. Aku tau kalian satu kampus, berteman lagi. Aku sering lihat kalian di Facebook nya Nana. Aku juga tidak menyangka bertemu ryan di kota ini."
Aku dan ryan pernah dekat dia mendekati ku hanya untuk pelarian karena di tolak oleh seorang wanita. Aku sempat mencintainya sayangnya aku harus pulang. Ketika pergi dari kampung aku membawa Nana kesini kami saling bantu. Tiba di perusahaan ini mereka bertemu lagi. Mungkin mereka jodoh. Melihat pandangan nya begitu dalam pada Nana aku mundur biarlah aku mengalah toh lelaki banyak di dunia ini."
"Kamu belum pernah berada di posisi ku. Kami sudah berteman dari kecil sampai ke kota batam. Tapi, Nana yang hanya bertemu sekali malah nana yang dia cintaku. Aku tidak pernah. Di hargai selama ini."
"Kamu tidak di hargai oleh ryan ada orang lain yang menghargai mu. Seseorang itu tidak bisa bisa di paksa kita juga yang sakit hati. Mundurlah dari mereka suatu saat mungkin kita mendapat kan lelaki yang jauh lebih baik menurut allah."
Ada yang pacaran lama tapi tidak jodoh. Ada juga sampai menikah tapi malah bertahan seminggu dan sebulan. Ada juga yang pacaran sebentar dan tidak pernah sama sekali malah jodoh. Jadi, untuk apa memperjuangkan orang yang tidak mau sama kita. Mending nonton Drakor sana."
Next.
__ADS_1