
Merantau ke kepulauan Riau
Part 70.
Bundaran Halte Indonesia/ Bundaran HI
Puas makan lanjut ke kos Layla. Layla bekerja di sebuah perusahaan di Jakarta. Capek perjalanan jauh di tambah jalan ke restoran. Lanjut tidur siang. Malam nanti mau jalan-jalan.
Kebetulan malam ini malam minggu kami ke bundaran HI mengambil gambar di upload ke sosial media. Biarlah orang tau aku berada di kota Jakarta.
Sebelum itu tak lupa bertandang ke kos teman lama. Sampai di kos hanafi. Hanafi merasa tidak percaya aku sudah berada di kota ini. Hanafi makin ganteng.
"Layla! Nana!"
"Iya! Ini kami. Seperti perjanjian kita di grub. Kita mau malam mingguan bareng."
"Iya. Yang lainnya udah pada datang tuh. Duduk dulu!"
Kami duduk sambil menunggu yang lainnya datang. Entah kenapa aku tidak nyaman dengan semua ini. Dadaku kembali sesak, cemas berlebihan, aku kurang bisa menguasai keadaan.
"Hai! Nana! Apa kabar? Sudah lama gak bertemu."
"Nana menoleh kalau tidak salah ini Aulia teman SMP nana dulu. "Aulia! Kamu makin cantik. Kabar ku baik alhamdulillah. Kamu?"
"Ya, begini aja. Kemana aja kamu?"
"Ada di mana-mana
Reuni di Jakarta bercerita panjang lebar tentang kuliah, kerja, pasangan dan bisnis.
Saatnya berangkat.
"Ternyata ini mobil hanafi. Kerja di jepang sepertinya peluang sukses cukup besar. Di sana skill kita di asah total bayarnya setimpal. Sudah pulang tergantung ki a bagaimana cara mengelolanya. Syarat yang ku ajukan pada ryan dulu semua ada di hanafi." Batin Nana.
Tempat pertama yang kami datangi Bundaran HI.
Biasa banyak anak muda yang mengisi malam minggu mereka ada yang kencan ada yang datang bersama teman. Kebiasaan kami mengambil gambar tapi aku sudah tidak mood.
Tempat kedua kota tua yang menyimpan sejarah dan bukti prasejarah yang di simpan di gedung ini.
Tempat ketiga monas atau monumen nasional. Tungu emas di sumbangkan oleh pengusaha kaya raya asal aceh dan badannya sumbangan dari pengusaha asal bengkulu terletak di Medan merdeka barat, Jakarta pusat.
Lagi-lagi aku tidak nyaman dengan semua ini. Banyak oramga asing yang ikut karena membawa pacar bagi yang jomblo terasingkan untung banyak yang tidak bawa pasangan.
Tiba-tiba aku teringat ibu apa kabar Ibu? Angga? Bang faisal? Kak shela sama Fatih dan Nadia?
[Nana? Kamu sudah di Jakarta? Tunggu aku di sana!] Tulis Nadia.
[Iya, cepetan. Aku tunggu!]
"Layla juga, kalian reuni."
"Kamu sudah terikat kontrak gak bisa kemana-mana mondok di padang aja." Tulis Layla.
__ADS_1
"Bisa kok cuti."
"Nana! Jangan takut, ya! Santai aja." ujar aulia
"Takut kenapa?"
"Cemas gitu."
"Siapa yang takut.?" ujar hanafi
"Nana!"
"Enggak kok."
"Kalau gitu kita pulang, yu!'
"Ayok!"
Jam sudah menunjukkan pukul 00.00 wib, walaupun sudah tiba di jakarta, waktunya masih memakai waktu di sumatra.
"Nana kenapa kabur waktu itu?" Ujar Revo
"Ya, mungkin belum jodohnya."
"Gimana perasaan ibumu kamu sudah di sini?"
"Mereka mendukung keputusan ku."
"Aku tidak mau menikah muda makanya kabur. Ya, kan, Na!"
"Mending cari sendiri ya, kan?" Ujar seorang wanita pacar revo.
"Iya, lagian sekarang kan sudah bukan zaman siti Nurbaya." Ujar Layla.
"Nana! Ujar hanafi. Kamu bawa lengkap sertifikat dari kampung kan? Gak kabur bawa badan doang kan?"
"Pulang dari batam, aku belum bongkar brangkas berisi dokumen. Aku bawa semuanya."
"Baguslah. Besok biar aku masukin kamu kerja di perusahaan tempat saya aja. Jangan nyarinya sendiri, bahaya butuh orang dalam. Layla dan mereka semua nya juga akan kerja di situ."
"Iya, terima kasih." Senang rasanya ada teman baik, biasanya teman ada waktu senang doang ketika susah mereka menghilang.
***
Ke esokan harinya, aku titip CV sama Layla semoga dia tidak hanya teman dekat tapi teman setia. Tidak seperti yang di batam dulu.
"Kamu siapkan setidak ya lima CV nya." Ujar Layla.
"Iya."
"Gak usah ngapa-ngapain. Duduk manis aja."
Di kantor
__ADS_1
"Hanafi, ini CV nya Nana" Lyla menyodorkan berkasnya.
Hanafi memeriksa bahannya satu persatu. "Wau, Nana mengambil jurusan kegurun. Kenapa tidak jadi guru aja? Cita-citanya dulu jadi guru mencerdaskan anak bangsa."
"Sarjana sekarang yang penting kerja. Dari pada jadi bulan-bulanan tetangga. Sarjana kok nganggur."
"Iya, benar katamu. Ya, sudah saya aksi ke atasan kita dulu."
"Iya." Hanafi pergi menemui atasannya teman dekatnya semenjak bekerja di sini. Hanafi gila kerja. Di kampung punya usaha, di Jakarta kuliah dan kerja. Di jamin semua wanita ngantri untuk menjadi istrinya.
Tok tok tok
"Masuk." Hanafi masuk melihat teman sekaligus atasannya sedang sibuk mengurus berkah.
"Hei! Bro!"
"Iya? Udah kayak sekretaris gue aja bawa berkas segala."
"Ada teman gue dari kampung mau lamar kerja di sini. Diterima ya! Dia udah kerja selama tiga tahun di perusahaan ternama pula. Gue udah periksa CV nya kinerjanya bagus, mantap." Pria muda itu hanya mendengar tanpa meminta CV nya.
"Letakkan saja di situ."
"Jangan lupa di periksa, ya?"
"Gue percaya pada lo. Masukkan karyawan gak kaleng-kaleng walaupun mayoritas dari kampung halaman dan teman-teman lo. Dia kerja di jepang sama kayak lo?"
"Bukan. Periksa sendiri."
Tring tring
"Ada telpon pula. Sini, gue tanda tangan. Setelah itu telpon dia suruh tes besok." pria muda itu menandatangani berkas nya sambil berbicara dengan seseorang, sepertinya wanita.
"Sudah mudahan dia lulus, ya!"
"Amiin."
***
"Alhamdulillah, besok tes." Batin Nana.
Tidak mau berdiam diri dan merepotkan orang rumah, bukan Nana namanya kalau tidak ngapa-ngapain. Membersihkan kos dan menulis cerita. Nana menulis cerita dia kabur dari pernikahannya tapi gendre romance di bumbui fiksi.
"Gimana, Na! apa sudah dapat panggilan dari kantor?"
"Udah alhamdulillah besok tes. Bantu aku sampai lulus, ya!"
"Insyaallah. Kamu jangan lupa usahakan lulus. Orang dalam tidak bisa menjamin 100%
Malam berlalu aku menghubungi ibu untuk pertama kalian ya setalah kabur dari rumah. Ibu mendukung keputusan ku. Ibu juga tidak bisa melarang karena mengerti anak perempuan juga membutuhkan masa depan.
Giliran Angga yang merengek mau merantau, hanya dia yang belum merantau sama sekali. Rencananya setelah wisuda dia akan ke sini juga. banyak teman-temannya di sini tinggallah ibu dengan karyawan tanpa adanya anak yang pulang sekali setahun.
Next
__ADS_1