Merantau Ke Kepulauan Riau

Merantau Ke Kepulauan Riau
Lion Air JT 145 Rute Padang-Batam


__ADS_3

Aku berlari menuju pesawat. Kejar-kejaran dengan penumpang lainnya dan waktu takut terlambat sedikit, pramugari akan menutup pintu pesawat.


Di dalam pesawat, Aku mencari bangku sesuai tertulis di tiket. Aku duduk di bangku disamping jendela juga menjadi pengalaman pertama kali naik pesawat.


Sambil menunggu penumpang memenuhi pesawat, Aku melihat pramugari membantu memasukkan barang-barangnya ke dalam kabin pesawat. Hal ini karena pesawat memberikan ruang penyimpanan seperti kabin dan bagasi bagi penumpang. Kabin penyimpanan di atas kepala dengan ketinggian tertentu agar tidak mengenakan kepala orang yang terlalu tinggi.


Dan bagasi terletak dibelakang penumpang dibatasi dengan dinding pembatas. 


Tak lupa Aku berselancar di dunia maya mengambil gambar untuk di share di dunia maya, banyak teman-teman mengomentari postinganku. Mereka berkata, "Mau kemana Nana?"


Aku jawab. "mau kebatam."


"Sama siapa?"

__ADS_1


Aku jawab. "Sendiri." adalagi yang berkomentar.


"Hati-hati ya, semoga selamat sampai tujuan."


"Jangan lupakan kami disini, jangan lupa sering hubungi kami juga."


Aku jawab. Iya, Insya Allah, jangan lupakan Aku juga, jangan lupa kalian sering hubungi Aku juga." emot menangis.


"Wah, Nana, pergi gak bilang-bilang. Kemaren kita masih jalan-jalan bersama sambil berdiskusi masa depan. Besoknya udah berangkat."


Ya, mereka tentu merasa kehilangan Aku, karena tiap hari kita bertemu, ngobrol, curhat, saling tukar pendapat, tidur bareng dirumah mereka atau dirumahku, sering main kerumah kami masing-masing.


Ngerjain tugas dan jalan-jalan ke pantai, Ke Ramayana, Ke Matahari atau Basko sebutan orang kota padang, dan Kursus berbagai mata pelajaran seperti G.O. Tempat bimbel ternama dikota padang. Aku memang sedikit memiliki teman bisa dihitung 3 jari. Tapi, yang tiga jari itu selalu dari SD selalu awet sampai SMA. Persahabatan kami sampai sekarang tak lekang oleh waktu, cek cok, pasti ada sudah sering terjadi yang namanya orang pasti beda pendapat.

__ADS_1


Banyak lagi komentar teman lainnya gak sempat Aku balas karena pramugari memerintahkan penumpang untuk mematikan Hpnya. Penuhi segala protokolnya kami disuruh memasang sabuk pengaman. Bola mataku menangkap ada beberapa buku di depan mata, dibelakang bangku penumpang didepan. Aku melihat sekeliling serasa terkurung didalam peti Raksasa.


Bedanya, peti raksasa mungkin polos aja hanya terlihat dinding-dinding pembatas kalau ini, banyak berisi orang duduk di bangku lalu lalang kesana kemari, ngobrol-ngobrol sesama penumpang. Beberapa kali Aku mendengar kata take of, setahuku take of itu adalah pelepasan landas perpindahan pesawat dari bergerak di atas permukaan semula menjadi terbang di udara.


Tak lupa berdoa untuk keselamatan perjalanan yang lebih 1 Jam ini. Saatnya take of, pesawatnya bergerak, berputar, melaju awalnya lambat lalu kencang, kencang, kencang, kencang, semakin kencang lagi, terbang aku melihat keluar perut langsung mual ingin muntah karena melihat keluar jendela hanya menghitung menit pesawat sudah tiba di udara, mataku terasa silau tak sanggup melihat cerahnya udara menembus retina, Aku memakai kacamata gelap untuk melindungi mata.


Sambil memandang keluar jendela, nampak dunia itu bulat, perasaan pesawat akan menabrak langit. Perasaan was-was melanda antara takut atau takjub susah kuartikan untuk sekarang ini.  Astagfirullah al'azim, Aku gak boleh berpikiran buruk, Aku harus berdoa minta ditenangkan pikiran. Terdengar suara Radio berisi tentang perjalanan, Ayat suci Alqur'an, dan do-a-do-a.


Mataku memandang kesamping, depan, dan belakang, Aku lihat orang-orang ada yang membaca, ada yang pada melek entah yang melek mereka dengar suara Radio entah tidak, Aku memutuskan membaca buku-buku yang ada. Ada majalah berisi Traveling Artis traveler biasa, ada Buku bisnis, ada buku  mengenai Negara-negara dan budaya di setiap belahan dunia, ada 1 buku berisi do'a-do'a 6 Agama di indonesia, Aku tertarik semuanya Aku lebih membaca buku Mengenai Negara-negara dan budaya disetiap belahan dunia aja.


Pramugari lewat menawarkan menawarkan apa yang diperlukan penumpang, tidak ada yang beranjak dari tempat duduknya. Aku lihat ke jendela, tampak kecil bangat perumahan, pesawatnya seperti tenang diatas, melewati padang sawit membentang dari tepi barat sumatra sampai lampung, Aku berpendapat seperti itu karena mataku melihat padang sawit itu benar2 luas terasa tenang juga diatas tidak kulihat batasnya.


Setelah itu, mata ku memandang melewati laut biru langit bersih tiada noda, melihat banyak kapal-kapal di laut, lagi-lagi aku merasakan pesawat tenang di udara. Setela itu aku merasakan pesawat melewati awan, pesawat bergetar seperti mobil menerobos jalan bolong. Aku harap cemas. Insya Allah tidak apa-apa

__ADS_1


"Perjalanan sekitar 30 menit lagi." terdengar suara radio, Aku masih asyik dengan duniaku. Sambil melihat ke jendela, pemandangan semakin jelas, pelan-pelan mendekati bandara, dan landing. Istirahat sejenak, sambil menunggu penumpang lain turun dari pesawat, Aku turun terakhirnya. Tak lupa mengambil gambar, untuk diupload ke sosmed.


Next.


__ADS_2