
Minggu kedua memulai lagi dari awal. Menyiapkan berkas-berkas yang biasanya sudah habis buat melamar kerja. Memfoto copynya dan merangkap nya. Hari ini lebih banyak di persiapkan dari minggu lalu.
"Na, besok coba kamu pergi ke PT. Plastick Indo Batam. Disana ada buka lowongan." Tiba-tiba Bang Faisal memberikan informasi, senang rasanya ketika aku mendengar angin segar itu.
"Dimana tuh, Bang?"
"Nanti Abang antar, cepatlah urus berkas-berkas nya, jangan ada yang salah satu huruf pun dan jangan ada yang ketinggalan." Mendengar itu bodo amat, bagiku staf perusahaan tidak akan memeriksa berkas nya secara detail, dari kemaren Aku menulis sudah banyak typo nya.
"Ya, Bang."
Tak lupa berselancar di dunia maya, banyak bangat teman-teman di kampung menanyakan.
"Nana, Apa kabar, udah 1 minggu gak aktif, Apa kabar?" inbox dari Anggun, teman akrabku. tentu saja tidak aktif karena Aku fokus mencari kerja. Lekas ku jawab.
"Kabar, Alhamdulillah, baik, iya gak sempat membuka sosmed, kalian apa kabar?" gimana sama kegiatannya, udah tes apa belum?"
"Nana, kamu dimana?" inbox Layla
Aku di Batam, kamu?"
"Nana, kamu udah dapat kerja apa belum?" inbox teman bernama Nadia.
"Belum, ya, kamu apa kegiatannya?"
"Nana, boleh gak Aku ikut kamu ke sana!
Inbox seseorang bernama Livia.
"Nana, kalau udah dapat kerja, Aku mau ikut kamu dong!"
Banyak lagi teman-teman inbox, banyak juga orang yang tidak akrab sama sekali menanyakan hal yang sama. Tidak ku jawab, bukan sombong karena Aku tidak mau memberi harapan pada seseorang. Ku lihat tiga temanku selalu memposting kegiatannya mendaftar kuliah, tes, dan lainnya. Mereka tertawa bahagia tidak ada beban sama sekali.
Kadang iri Aku melihatnya. Tapi, Aku harus kuat dan tegar, ini sudah menjadi pilihan masing-masing. Apapun yang terjadi harus siap menanggung resikonya. Tetap semangat berusaha, menikmati prosesnya nanti saatnya Aku mendapatkan apa yang aku butuhkan.
Besoknya. Pukul 07.00WIB. Bismillahirrahmanirrahim, semangat pantang menyerah.
Tak lupa ku telpon Alya, memberi kabar kita akan bertemu di lokasi yang Bang Faisal bilang. Tiba di tempat ternyata sudah banyak pelamar yang mengantri, mereka kebanyakan punya orang dalam, Aku tidak punya orang dalam disini, harus berjuang sendiri. Berjam-jam ngantri pihak Perusahaannya memberikan syarat yang kurang masuk akal. Salah satunya.
__ADS_1
( Usia 18 tahun baru tamat SMA/SMK sederajat. Melampirkan surat pengalaman kerja, tinggi 160cm. )
Kalau tinggi badan, Alhamdulillah sudah pas 160cm. Tapi usia 18 baru tamat SMA/SMK sederajat memiliki surat pengalaman kerja, di mana ngambilnya? Apa sewaktu sekolah harus bekerja juga demi mendapatkan suratnya?" Aneh, tampak bangat gak butuh orang banyak di perusahannya, pemaksaan bangat. Ku kasih aja lamaran nya entah diterima tau tidak itu urusan nanti yang penting Aku suda memberikan surat lamaran itu.
Kulihat kiri kanan, entah dimana Alya, sudah tiba apa belum?" Takutnya terlambat. Nah, itu dia. "Hey, Alya, buruan deh berikan berkas mu."
"Iya." Alya langsung memberikan berkasnya.
"Terima kasih, ya, Na,"
"Sama-sama seharusnya kita saling bantu,"
"Iya, Na, tidak seperti yang lainnya itu."
Langsung ingat sama yang tiga orang itu. "Ah, ya sudah lah, ayok kita pergi."
"Tunggu dulu, Na, duduk dulu Aku capek,"
"Iya, duduk dulu, panjangin kakinya, Ya!
"Ok, deh.
"Na, Kita selfi dulu yuk," tiba-tiba Alya ngajakin selfi segala. Selfi, adalah hal yang paling malas aku lakukan, gak ada jiwa model sama sekali.
"Malas, Ya, kamu aja!"
"Ayo, lah, sekali aja!"
"Malas, Ya, gak mood,"
"Kalau gitu fotoin Aku aja!"
"Ok, sini hp nya!"
Aku memotret Alya, tingkat percaya dirinya yang tinggi membuat seperti apapun gaya dan stylenya selalu bagus di badannya. Tinggi badan 160Cm. Kulit kuning langsat, mata sipit, rambut lurus seperti ciri khas orang sumatra bagian selatan, Lampung.
"Udah, nih,"
__ADS_1
"Sini Aku lihat!"
"Bagus, Na, kamu jago memotret kayaknya,? Tentu saja Aku jago memotret, karena selama dikampung Aku suka di jadikan fotografer oleh teman dan suka memotret apapun yang ku suka.
"Malam minggu kita jalan-jalan, yuk!
"6 hari lagi, Ya?"
"Iya, 6 hari lagi, kalau malam biasa sepi, malam minggu itu yang ramai. Malam nanti kita jalan ya, piknik biar gak bego, hehe."
"Piknik?" boleh juga, suntuk di rumah setiap harinya,"
"Ayo, udah magrib ya, Aku bawa motor tante Aku menjemput mu nanti,"
"Emang tanteku ngizinin?" jangan-jangan motor suaminya lagi." tentu saja Aku keberatan harus memakai milik orang lain untuk tujuan pribadi.
"Kamu tenang aja, Aku udah izin, itu motor pribadi tanteku, bukan motor suaminya,"
"Boleh, juga, emang kamu hafal jalan kota ini?"
"Dikit sih, dulu Aku sudah dibawa jalan-jalan sekeluarga disini, sedikit hafal jalannya, kita tanya aja dan cari juga di internet,"
"Baik lah, Aku tunggu,"
"Ok, janji ya, jangan pakai gak jadi pula,"
"Hehe, itu dia, Aku gak bisa janji, kan harus izin juga sama orang rumah, gak bisa seenaknya,"
"Iya, jangan lupa izin dulu."
"Ok, kalau gitu mending kita pulang aja, udah pukul 13.00,"WIB.
"Yuk!"
"Alhamdulillah, hari ini hatiku merasa lega, untung masih ada 1 teman yang masih mau berteman denganku. Kalau tidak, Aku merasa sendiri di kala keramaian. Piknik memang hobby ku, setiap hari minggu kami piknik, ngilangin stress akibat banyaknya tugas sekolah dan membantu Ibu mengurus rumah makan dan mengantar pesanan.
"Kita masuk Angkot yang sudah ada penumpang nya, yuk!
__ADS_1
"Yuk!"
Next....