
Merantau ke kepulauan riau
part 79
Hari minggu saatnya libur, kali ini aku di sibukkan dengan membersihkan kos dan membawa baju ke laundry. Layla tak berhenti bertanya dia tak menyangka kita akan bertemu dan reuni di Jakarta.
Baik dengan teman kuliahku di batam maupun teman sekampung dunia terlalu sempit tapi pernah juga nyasar di kota jakarta.
Sepertinya Layla menaruh hati pada ryan. Ah, ryan, kenapa kamu begitu laris. Kemana pun dia pergi selalu di kelilingi wanita-wanita cantik.
Tring
[Nana! Ini aku ryan. Kamu nanti ada acara gak]
Ryan? Ku kirain dia sudah tidak ingat lagi denganku
[Sekarang aku sibuk membersihkan kos. Ada apa tuh]
[Aku ngajakin kamu keluar sebentar aja]
[Kayaknya gak bisa deh, minggu ini aku mau di rumah aja]
[Ayolah, sebentar aja. Atau biar aku ke kosan kalian]
[Baiklah]
Satu jam berlalu belum ada yang selesai ku lakukan entah kenapa makin dewasa semakin malas beres-beres rumah. Begini sifatku ingin berumah tangga, yang ada di omelin mertua dan sekeluarganya.
"Ryan nanti mau kesini," Layla menghentikan aktifitasnya.
"Ngapain dia ke sini?"
"Gak tau. Mungkin mau main aja sama kita."
"Main sama kita apa main sama kamu?"
"Main sama kamu."
"Jujurlah, kalian mau ketemuan di sini? Sebab malam tadi kayaknya dia menyimpan sesuatu untukmu."
Tit tit
Mungkin itu dia, aku membuka pintu ternyata dia tidak sendiri bersama hanafi dan revo. Kenapa tiara tidak ikut? Anak itu nampak nucin banget sama ryan.
"Silahkan duduk." Aku menyediakan tempat duduk, minuman dan layla menghidupkan televisi.
"Kata ryan. Kalian berdua pernah kuliah di kampus yang sama. Gak nyangka ya, kalian bertemu lagi di sini. Apa kalian pernah berjanji sebelumnya? Pantesan ryan tidak memperhatikan CV nya Nana dengan baik main terima aja." Ujar hanafi. Jadi ryan sudah membicarakan kami.
"Gue aja gak tau yang melamar kerja itu Nana. lo. bilang teman lo dari kampung. Kita gak pernah berjanji tau aja Nana kesini enggak. Nana juga gak tau gue ke sini." Ryan menoleh ke arahku membaut jantungku berpacu lebih cepat. Kalau ingat waktu itu, antara malu dan merasa bersalah bercampur aduk menjadi satu.
__ADS_1
"Iya, hanya kebetulan aja. Di kampus kita juga tidak dekat." Ujarku.
"Aku di cuekin nih?" Ujar Layla
"Gabung aja sama kita."
"Revo! Mana aulia?"
"Di kekepin sama mamanya."
Kami bercerita panjang lebar entah apa yang mereka bicarakan aku hanya mendengarnya tidak niat untuk mengikuti pembicaraan mereka. Aku masih sama seperti dulu, kalau tidak ada yang penting tidak akan bicara, kalau ada pertanyaan segera ku jawab."
"Mereka berdua sama-sama kabur dari cinta nya."
"HAHA. Kasihan bangat itu laki."
"Kalian berdua siapa pacar sekarang? Dengan siapa dekat sekarang?" Ujar revo.
"Gak ada pacar, gak dekat dengan siapapun. Kita ini jomblo fisabilillah aja."
"Jomblo fisabilillah kan rela menjomblo demi menuntut ilmu di jalan Allah, kalian tidak melakukan nya sama sekali. Merutku itu jomblo-jomblowati."
"Hahah."
Hari ini kami di ajak ke pantai, di jalan macet kami ke swalayan aja. Aku tidak punya uang sama sekali belum gajian.
Kawasan ini ramai pengunjung hanya ingin mencuci mata aja. Harga yang sangat mahal di berikan diskon sampai lima puluh persen sebenarnya sama aja jatuhnya tidak ada diskon karena orang tidak mau rugi.
***
"Mau beli, Na!" Tiba-tiba ryan datang mengagetkan kami. Entah dari mana datangnya.
Aku meletakkan barang yang ku pegang. "Enggak." Kembali melihat kiri kanan banyak orang yang berdesakan entah apa yang mereka lihat.
"Mereka pernah lama mutar-mutar di sini hanya mendapatkan satu kaos oblong." Ujar Layla.
"Ya, gak apa-apa sih, dari pada gak ada sama sekali." Celingak celinguk perginya berlima. Kemana mereka berdua itu.
"Kemana hanafi dan revo?"
"Mereka mengejar artis."
"Hoalah. Ayok! kita pergi dari sini Na! Layla menarik tanganku.
"Kalian mau kemana?"
"Mau pulang."
"Gak makan dulu, biar aku yang bayar."
__ADS_1
"Gak usah."
Kami berdua pulang lagi-lagi Layla kepo dengan kami. Katanya seperti nya ryan menyukaiku. Tentu sama karena dia ingin mengajakku menjalani komitmen. Untuk sekarang ada tiara wanita cantik di sampingnya, aku tidak mau jadi penghalang tiara untuk mendapatkan ryan. Layla tau itu, jadi besok dia tidak ribut lagi membicarakan itu.
Tiba di rumah lekas merebahkan diri sesak bangat main ke swalayan tidak punya uang. Banyak barang yang bagus. Ingin bekerja apa aja yang penting halal tuntutan hidup itu besar. Aku tidak bisa sabar rugi bangat menahan selera.
Tring tring
Ryan lagi yang mengubungi ku. Ada apa dengan ryan?
[Hallo! Ada apa ryan
[Cepat bangat pulangnya takut hilang ya]
[Gak ada uang makanya pulang. Apa kalian udah pulang]
[Aku mau ngajakin kamu ke suatu tempat tidak jauh kok]
[Aku capek bangat minggu ini aku aku istirata capek sama pekerjaan yang menumpuk]
[Ada apa dengan mu? Dulu kamu semangat bangat mau pergi kemana aja yang penting bilang pasti kamu mau datang]
[Karena gak ada uang tadi]
[Aku juga sedang gak punya uang, kita ketemuan gak jauh dari kosan mu ada hal yang ingin aku bicarakan tentang waktu itu.] Apakah ryan masih menagih janjinya? Tapi, banagimana dengan tiara? Jujur, aku sungguh tidak nyaman berada di pihak ini.
[Ya, sudah]
Lekas membersihkan diri dan pergi. Layla sudah molor mungkin capek mutar di swalayan. Aku titip aja surat agar dia tidak kehilangan.
Ketemu nanti aku tidak akan memikirkan dan bertanya macam-macam biarlah berjalan sesuai alurnya.
Tiba di tempat ternyata ryan mengajakku ke cafe mumpung aku sedang lapar bangat. Katanya ryan gak punya uang, apa ryan berbohong? Ah, sudahlah.
"Mau persan apa?"
"Aku tidak pesan apa-ap. Aku sudah makan di kos."
"Biar saya yang bayar."
"Aku masih kenyang."
"Makan aja."
Entah kenapa makanan ini terasa hambar di lidahku. Tidak terasa garam, tidak terasa pedas, ada manisnya sedikit aku belum bisa memakan sambal campur gula.
Gimana tinggal di rumah mertua di suruh masak mencocokkan dengan lidah suami dan mertua mengabaikan lidah yang tukang masak
Kata orang jodoh tidak akan kemana. Di manapun kita berada, di ujung dunia pun jodoh kita pasti akan bertemu jua. Contohnya kisah nabi adam dan hawa, ketika di turunkan dari surga ke bumi, mereka berpisah jauh bahasa sekarang di negara yang berbeda. Ada yang membilang nabi adam turun di negara Srilangka, siti hawa di daerah arab. ada juga yang bilang nabi adam di turunkan di daerah Hindia, siti hawa di turunkan di mekah.
__ADS_1
Mereka bertemu kembali setelah 500 tahun perjalanan di Jabal rahmah sebagai tempat yang sering di kunjungi ketika masyarakat pergi haji dan umroh. Bagi yang lajang mereka berdo'a agar di pertemukan jodoh nya di Jabal rahmah.
Next...