Merantau Ke Kepulauan Riau

Merantau Ke Kepulauan Riau
Putusan sidang Nana


__ADS_3

Astagfirullahal'azim, Astagfirullahal'azim, Astagfirullahal'azim."


 Nana memberhentikan aksinya dan kembali bekerja. Alda dibawa ke UKS. Kami di panggil lagi, staf perusahaan menanyakan ke kami dan karyawan satu persatu. Diana di tangani dokter perusahaan.


Yang menangani mereka termasuk dokter yang  melakukan medical cek up itu yang bertemu di mall kemaren. Dia memandang ku dalam bangat. Mungkin heran kok aku bisa melumpuhkan mereka ber 6. Aku hanya menunduk ditemani Alda yang selalu menenangiku.


Kemudian staf berencana akan memecat kami entah siapa aja itu, Mungkin semuanya. Alda lagi-lagi memegang tanganku. Mereka  membuat petisi siapa yang yang paling banyak suaranya dia yang bertahan siapa yang sedikit dia yang di Pecat, Aku pasrah dengan apa yang terjadi akan aku cari yang lain, kalau di blacklis, pulang ke kampung dan kuliah.


Petisi di mulai, satu, dua, tiga


Aku duduk didepan sudah seperti disidang di pengadilan. Baik atasan yang tidak pernah bertemu turun semuanya. Dokter itu lagi-lagi memandangi ku tampa kedip, lagi dia tidak percaya dengan aksiku melumpuhkan ke 6 orang itu. Tidak ada lecet sedikitpun di tubuhku kecuali darah dari bibir Diana.


MENURUT HITUNGAN SUARA SELAMAT UNTUK


DEG.....DEG.....DEG....


jantung Nana berdetak kencang, Nana siap menerima apapaun putusan staf dan siap pulang. Jarum jam bergerak terasa lama, keringat dingin membasahi pipi. Juga membuat sesak nafas.


MOHON MAAF UNTUK PUTRI DIANA KAMI HARUS MEMUTUSKAN KERJA SEPIHAK. KARENA ANDALAH YANG SUKA MENCARI MASALAH SELAMA BEKERJA. MOHON MAAF, INI PESANGONMU."


DAN UNTUK NAZALIA NAZEEFA  SELAMAT KAMI MASIH MEMPERTAHANKAN KAMU DI SINI SILAHKAN BEKERJA LAGI SEPERTI BIASANYA. 


DAN YANG LAINYA SILAHKAN BEKERJA LAGI SEPERTI BIASA PERBAIKI KINERJA KALIAN JANGAN MEMBUAT KERUSUHAN DISINI, DISINI KALIAN HARUS MEMILIKI ATTITUDE KALAU DI LUAR PERUSAHAAN SILAHKAN, KAMI TIDAK MAU TAU. KINERJA KALIAN  MEMBANTU KAMI MENGEMBANGKAN PERUSAHAAN.


Alhamdulillah, ya Allah, Terima kasih engkau masih memberi ku rezeki di tempat ini. Airmata bahagia membanjiri pipiku. Tiba-tiba sebagian orang memulukku mengucapkan selamat dan terima kasih karena sudah menyingkirkan Diana yang suka membullynya. Tinggal gengnya lagi yang masih bertahan.


"NANA, Selamat ya, kamu masih bertahan."


"Selamat ya, Na!'


"Selamat ya!"


"Selamat, ya Nazalia!"


"Selamat, ya Nazalia!"


"Selamat, ya Nazalia!


"

__ADS_1


"Selamat, ya Nazalia!"


"Selamat, ya Nazalia!


"


"Selamat, ya Nazalia!"


"Selamat, ya Nazalia!"


Kami berdua menyalami staf termasuk dokter itu, dan.


"SELAMAT YA, KAMU MASIH DIPERTAHANKAN DISINI, BAIK-BAIK AJA KERJA YA! INGAT NIAT AWAL MU KESINI DULU." Ah, kata-kata dokter itu sangat manis ternyata masih ingat sam ucapan ku dulu."


TERIMA KASIH SEMUANYA TEMAN-TEMAN SESAMA KARYAWAN, YANG TELAH MEMBERIKAN SUARA TERBAIK BUATKU. TERIMA KASIH JUGA BUAT STAF DAN ATASAN SEMUANYA. MAAF SAYA TELAH MENGGAGGU WAKTU KALIAN. SELAGI SAYA UCAPKAN TETRIMA KASIH BANGAT.


"YA SAMA-SAMA." Ujar salah satu staf.


Kami semua Bubat kembali ke ruangan masing-masing, mereka tidak berhenti membicarakan aku, mereka ada yang kagum, biasa aja, dan memandang ku dengan sinis biarkan saja. Urusanku sudah selesai.


"Tunggu, siapa nama panggilan mu tadi? Mana ya?" sapa seseorang ternyata dokter itu.


"Kamu telah mengantar Diana ke UKS membuat kita bertemu lagi."


"Hehehe, iya, pak! Perasaan ku tidak nyaman saat ini, ini bukan waktu yang tepat untuk berbicara.


"Jangan kaku gitu, biasa aja, Aku tau, kamu adiknya Faisal da ipar nya Shela kan?"


"Iya, kok tau?"


"Taulah, sering melihat kalian pergi kerja bersama, pas aku ikutin ternyata kalian kakak beradik."


"Segitu ingin tau sama saya?"


"Iya, aku penasaran wajah kalian itu begitu mirip. Boleh gak aku minta WA kamu?" no. WA ? Artinya aku akan chat dengan beberapa orang? Yang selama ini tidak pernah kulakukan? Kalau gak di kasih nanti dia bilang aku sombong."


"Boleh lah! Nih,"


"Baiklah. Malam nanti angkat ya!"

__ADS_1


"Insyaallah."


"Kok, bisa kamu mengalahkan 6 sekaligus?"


"Panjang ceritanya, di beraniin aja, ya gitu deh."


"Darahmu itu masih darah muda yang ingin melakukan sesuatu itu harus dilakukan, harus dapat, kalau berantam suka menyalurkan semua energi yang di punya, kalian belum bisa menahan emosi."


"Apa Diana juga belum bisa menahan emosi? Padahal dia seusia shela."


"Diana itu lain lagi, dia trempemen. Dia juga temannya shela."


"Oo, temannya shela kok tau?"


"Iy, taunya dari shela dulu." sepertinya dokter ini pernah dekat dengan bang Faisal, shela dan diana. Tapi nanti malam aja membicarakannya.


"Kalau gitu Aku kerja dulu, takut di tegur nanti!"


"Iya!".


Nana sangat pintar membela dirinya tidak pasrah aja di zolimi sebab bagi Nana. Kita berhak melakukannya, apalagi kita sudah di sekolahkan sampai SMA, pasti sudah banyak kejadian memilukan yang dia alami dari sesama siswa dan orang-orangtua, dari situ Nana belajar untuk membela diri dari serangan musuh. Semenjak menduduki kelas 3 SMA, Nana mendalami ilmu bela diri, pencak silat sebagai ciri khas orang minang, karate dan tekondo karena Nana pecinta drama Korea dan Cina.


Menurut Tapak suci tempat Nana belajar bela diri. Gurunya selalu bilang. 


"Saat kita belajar pencak silat, maka musuh terbesar kita bukanlah orang lain, tapi diri kita sendiri."


"manfaat kita mempelajari seni bela diri, kita bisa melindungi diri dari musuh dimanapun kita berada terutama di perantauan."


"Belajar beladiri, bukan berarti kita bebas melakukan serangan yang kita mau, tentu tidak, justru akan mengajari kita, memelihara emosi, sabar, selalu berpikiran dewasa, menjaga ibadah kita terutama sholat dan puasa karena silat di sumbar lebih banyak mengajarkan tentang spiritual, adat dan budaya. Karena ke tiga itu ada dalam sebuah silat. Dewasa dalam bertindak, dan mengajari kita cara melawan musuh yang baik dan benar tidak boleh krasak krusuk, terburu-buru, itu tandanya kita lemah. Bukan seperti itu. Seorang kesatria sejati tidak boleh menyerang musuh sembarangan lihat dulu posisi kita, kalau kita sudah terancam baru kita melakukan serangan.


Budaya masyarakat Minang salah satunya  merantau untuk mencari pengalaman hidup, mencari jati diri, menuntut ilmu, membuka usaha dan bekerja. Banyak orang Minang tersebar disetiap pulau, Asean dan dunia. Dunia televisi pun tak luput dari Artis/aktor dan politik berdarah Minangkabau.


Merantau bukan untuk mencari musuh, tidak ada niat untuk mencari musuh. Kalau ada musuh selesaikan dengan kepala dingin. Hidup harus memiliki adab kalau tidak, tidak ada bedanya manusia dengan hewan. Hidup beradab insyaallah hati damai dan tentram, hidup beradab bahkan Allah lebih menyukai orang yang beradab dari pada berilmu dan Ahli ibadah. Buya Hamka pun juga pernah mengatakan itu.


"Orang beradab jauh lebih tinggi derajatnya dari pada orang berilmu, artinya dahulukan adab dari pada ilmu mungkin banyak orang lupa tentang ini."


"Allah lebih menyukai orang beradab dari pada Ahli ibadah, karena orang beradab sudah tentu berilmu, orang ahli ibadah belum tentu beradab.


Adab, ilmu, dan Ahli ibadah. Allah dan Alim ulama lebih menyukai orang beradab akan lebih baik beradab, berilmu dan ahli ibadah.

__ADS_1


Next....


__ADS_2