Merantau Ke Kepulauan Riau

Merantau Ke Kepulauan Riau
Ancol romance


__ADS_3

Merantau ke kepulauan riau


Part 81


"Kalian ngapain disini? Ayo masuk! Jam istirahat sudah habis." Kami mengangguk masuk kembali. Mood ku sekarang sedang hancur tapi berusaha se profesional mungkin agar kinerjaku tetap bagus.


Ryan mengirim notifikasi wa padaku katanya dia mendengar semua ucapan kami. Dia bilang tidak usah dengarin Tiara dia sangat terobsesi padanya karena tidak pernah merasakan jatuh cinta sebelumnya. Karena aku wanita, jadi aku paham perasaan wanita. Tidak mungkin mengabaikan perasaan sesama wanita.


Pulang ryan ingin mengantar ku katanya dia sudah minta izin pada Layla. Ah, lebay pakai izin segala. Aku menolak tapi ryan tetap memaksa di samping ada sepasanga mata memperhatikan kami.


"Na! Hari minggu nanti aku bawa kamu ke rumah orangtuaku. Minta izin untuk menikah setelah itu baru ngomong sama orangtuamu dan bang faisal."


"Nanti ku pikirkan."


"Kita gak usah pulang dulu. Aku udah izin Layla."


"Kenapa izin segala. Memangnya aku anaknya."


"Kata kamu dia suka cemas kalau kamu terlambat pulang. Ya, hitung menghargai teman lah." Entah kemana ryan membawaku, aku merasa orang ingusan yang tidak tau apa-apa. Fokus ku hanya pada jalan, lewat rumah sakit, aku melihat seseorang mirip dokter fernando tapi dengan seorang wanita dan satu anak perempuan berusia satu tahun. Ingat gak dokter fernando? Bad boy nya nana ketika di batam dulu.


Mungkin cuma mirip.


"Lihat apa, Na? Serius bangat."


"Cuma lihat jalan." Kami singgah di sebuah pantai. Astagfirullah ini pantai ancol? Kok aku tidak sadar? Sore ini menurut ku pantai sepi.


Kami jalan menyusuri pantai duduk di sebuah pohon menghadap laut. Desiran ombak dan angin laut. Biasanya aku melihat ancol hanya dari tetevisi tapi sekarang nyata nampak di mata sedang duduk di pantai ini.


"Jangan dengar omongan tiara, ya!"


"Kami sesama wanita aku tidak mau mengabaikan perasaan sesama wanita."


"Iya aku tau. Tapi, jujur aku juga bosan di ikuti tiara mulu aku merasa tidak bebas berpartisipasi."


"Orangtua kalian berharap kalian menikah. Kamu menikahi Tiara bukan aku. Itu yang mereka mau."

__ADS_1


"Zaman sekarang sudah modern katamu. Kenapa harus memaksa menerima perjodohan kalau kita tidak suka. Kamu aja kabur masa aku tidak."


"Tiara wanita. Sangat hancur kalau pasangan nya kabur beda dengan lelaki dia bisa tabah mencari pengganti yang lebih baik atau buruk."


"Tidak juga. Aku mohon sama kamu. Mungkin ini ujian antara kita atau aku sama dia. Aku tidak mencintainya aku mencintaimu."


Maukah kamu berjuang memperjuangkan cinta kita! Kalau kita menikah kita akan pergi jauh dari kota ini. Kita mandiri tampa ikut campur tangan keluarga masing-masing. Justru aku mencontoh bang faisal bagaimana cara dia menciptakan rumah tangga yang baik bukan untuk dirinya sendiri tapi mengutamakan ke tentraman istri dan anak.


Kita mau berumah tangga dengan tenang. Tidak ada keluarga yang ikut campur apalagi mereka toxic. Walaupun aku anak laki-laki satu-satunya bukan berarti aku mau berada di ketiak ibu. Aku tau suami yang baik yang paling baik sama istrinya. Kamu anak perempuan keluarga mu satu-satunya pula. Masa depan orangtua. Kita berbanding terbalik. Aku harap itu tidak akan membuat kita tidak bersatu. Kita menikah demi masa depan kita."


"Memangnya orangtua kamu mau menerima ku? Gak di zolimin nanti ketika berada di rumahmu. Awalnya mungkin terpaksa menerima agar anaknya bahagia nanti? Bagaimana? Aku tidak mau menjadi perempuan bodoh."


"Aku percaya kamu tidak akan membuat dirimu bodoh. Tenang aja. Aku sudah mendapat kan ilmunya dari bang faisal dan kak shela."


"Mereka juga sering berantam terutama biaya sekolah anak yang mahal bangat."


"Ya, itu ka rumah tangga banyak ujiannya."


***


"Tidak juga. Orangtuaku melarangku berpacaran dan waktu itu aku juga terlalu sibuk dengan belajar dan duniaku. Kalau cinta monyet ada."


"Dunia mu apa aja?"


"Aku belajar, kursus memasak, kursus bahasa asing, kursus bela diri, kurus komputer, menarik dan menyanyi."


"Wah, kamu multitalenta. Menyanyi dan menyanyi bisa, memasak bisa, bahasa asing bisa. Kita bisa buka usaha nanti. Aku percaya kita berdua itu satu pemikiran. Bisa saling bantu satu sama lain."


"Apa aku harus resign?"


"Kenapa harus resign? Kalau kamu mau kerja silahkan, mau buka usaha silahkan, mau jadi IRT biasa silahkan, mau resign silahkan. Kata bang faisal melarang istri jadi sakit karir itu tandanya lelaki tidak setia dan tidak bisa menghargai jerih parah istri dan mertua untuk anaknya hanya mementing kan diri sendiri."


Kata bang faisal ayah kalian meninggal ketika kamu berusia 3 tahun dan angga 1 tahun. Dua anak yang masih kecil-kecil. Keluarga ada pula yang minta makan pada kalian. Ibumu bisa menjadi tulang punggung sekaligus tulang rusuk dan Ibu yang cerdas untuk anak-anaknya prestasi dan attitude juga lebih dari bagus. Artinya menciptakan generasi yang cerdas dan beretitude tidak selalu membutuhkan ibu yang cerdas dan berpendidikan tinggi. Mereka yang berpendidikan tinggi seperti yang viral-viral ibunya jauh dari kata cerdas dan berpendidikan.


"Untuk sekarang aku percaya padamu."

__ADS_1


"Artinya kamu masih meragukan ku?"


"Tidak kok. Aku percaya kok. Oh, ya kalau boleh tau mantanmu berapa aja? Dulu pernah kamu bilang hanya satu aku merasa bukan satu."


"Tiga orang."


"Banyak juga, ya."


"Ada pertanyaan lagi? "


"Tidak."


"Apa kamu pernah mendapat teman yang tidak sejalan dengan mu?"


"Maksudnya?"


"Teman yang banyak pacar gitu. Selama kuliah apa ada teman kos yang membawa pacarnya ke rumah?"


"Pernah sih karena mereka suka mengotori kos tidak pernah mau membersihkan nya aku tinggal pergi dari kos cari kos yang lain."


"Bukan itu. Maksudku apa kamu pernah punya teman yang mengajak pacarnya ke kos dan melakukan hubungan terlarang gitu. Hidup di kota kan keras. Pasti hal yang begitu pernah kamu jumpai."


"Aku sudah pernah menjumpai hal yang seperti itu. Di kos, pacaranya sering keluar masuk sesuka hati mereka juga tidak segan menceritakan aktivitasnya ketika melakukan hubungan terlarang. Aku jijik dengarnya. Aku tidak mau terlibat aku tinggal pindah lagi. Apa kamu pernah melakukan nya?"


"Pernah di kos bersama mantan." Benar yang ku tebak selama ini ternyata ryan sudah pernah melakukan nya tapi berapa kali. Apa sama satu orang yang sama atau suka gonta ganti pasangan? Aku jadi takut ada penyakit di dalam tubuhnya. Lindungi aku ya allah.


"Setelah melakukannya apa kamu pernah merasa bersalah dan kasihan pada mantanmu itu?"


"Awalnya tidak karena waktu suka sama suka. Dia juga menyukai nya malah dia yang sering minta." Teman kos ku dulu juga dia yang sering minta, kenapa wanita sekarang banyak yang tidak pandai menjaga mahkotanya. Apa mereka tidak takut dengan dosa? Pernah ku tanya seperti itu katanya jangan sok suci justru orang seperti aku yang bahaya, mereka terang-terangan katanya bisa bertobat setelah melakukannya tuhan pasti mengampuninya astagfirullah.


"Apa mantanmu pernah hamil?" Aku takut beliau menghamili anak perempuan orang setelah itu menjadi petaka rumah tangga kami


"Tidak karena kami memakai pengaman."


Selama ini hanya perempuan yang di tanya masih suci apa tidak kecuali mereka yang pernah di lecehkan di waktu kecil atau mengalami pemerkosaan. Mereka tidak pernah mempermasalahkan laki-laki berapa kali pun melakukan nya tetap wanita di salahkan. Miris.

__ADS_1


Next


__ADS_2