
Tiara menundukkan kepala sebab tutur katanya ini sangat membuat dia kecewa
"Tiara! Ryan memegang pundak Tiara. "Lihat aku," Ryan menatap Tiara dalam-dalam Tiara pelan-pelan menatap Ryan. "Kita sudah bersama sejak kecil. Jadi, aku memutuskan untuk membatalkan perjodohan ini. Aku tidak bisa menikah dengan orang yang sudah lama ku kenal. Aku bebaskan kamu mencari pria lain.
Tiara terguncang lalu
Brak, Tiara duduk dengan kasar, sangat kecewa dengan apa yang dia dengar perjuangannya untuk mendapatkan cintanya tidak ada harganya sama sekali. Dia yang berjuang wanita lain yang mendapatkannya.Harus dengan apa lagi Nana menarik perhatian nya?
wanita mana sih yang tidak kecewa di tolak oleh laki-laki yang di cintai nya? sakit bangat itu yang di rasakan Tiara.
"Apa tidak ada sedikitpun perasaanmu padaku?" Ujar Tiara dengan suara bergetar
POV Ryan
Tiara menundukkan kepala sebab tutur katanya ini sangat membuat dia kecewa
"Tiara! Ryan memegang pundak Tiara. "Lihat aku," Ryan menatap Tiara dalam-dalam Tiara pelan-pelan menatap Ryan. "Kita sudah bersama sejak kecil. Jadi, aku memutuskan untuk membatalkan perjodohan ini. Aku tidak bisa menikah dengan orang yang sudah lama ku kenal. Aku bebaskan kamu mencari pria lain.
Tiara terguncang lalu
Brak,
Tiara duduk dengan kasar, sangat kecewa dengan apa yang dia dengar perjuangannya untuk mendapatkan cintanya tidak ada harganya sama sekali. Dia yang berjuang wanita lain yang mendapatkannya.Harus dengan apa lagi Nana menarik perhatian nya?
wanita mana sih yang tidak kecewa di tolak oleh laki-laki yang di cintai nya? sakit bangat itu yang di rasakan Tiara.
"Apa tidak ada sedikitpun perasaanmu padaku?" Ujar Tiara dengan suara bergetar
"Selama ini aku menghargai perjuangan mu untuk meluluhkan hati ku aku tau itu. Tapi, maaf hati tidak bisa di paksa. Aku hanya mengangapmu teman biasa tidak lebih."
"Teman biasa? Jadi perjuangan ku selama ini sia-sia? Kamu menghargai ku dengan cara apa? Aku minta harga itu." Tiara masih sanggup menahan air matanya walau sangat ingin mengeluarkannya.
Ryan tersentak Tiara meminta harga "Berapa harga yang harus ku bayar?"
__ADS_1
Tiara menatap Ryan, "Dengan cara menikahiku! Tidak ada pertemanan dengan lawan jenis tidak melibatkan perasaan. Aku mencintaimu, aku mencintaimu."
"Aku juga tidak minta kamu memberikan ku perhatian." Tiara tersentak mendengarnya, tidak percaya lelaki yang di cintainya mematahkan perasaan nya. Jadi, perjuangan nya selama ini di anggap angin lalu. Sebelum menikah saja sudah berjuang sendiri apalagi setelah menikah nanti.
"Setelah kamu berubah berkatmu baru kamu bilang tidak minta beri perhatian. Kalau aku tidak melakukan semua itu apa kamu akan berubah ke yang lebih baik lagi? Suka tidak suka aku akan tetap melanjutkan perjodohan ini.
Benar katanya kalau tiada ada Tiara apa dia bisa keluar dari pergaulan toxic? Tapi lagi-lagi hati tidak bisa di paksa.
***
Tiara
Aku anak tunggal bukan berarti aku di manja. Orangtuaku sering menitipkan aku pada nenek karena mereka bekerja. Sejak kecil teman dekatku hanya Ryan. Sejak pubertas aku mulai memperhatikan nya. Ternyata ganteng juga, manis, perhatian dan penyayang. Tapi, aku tidak berharap lebih aku juga banyak yang mendekatinya waktu itu. Tapi, ayah dan Ibu melarang aku berpacaran sebelum lulus SMA.
Aku ikuti itu toh untuk kebaikan anaknya di saat usia 15 tahun sudah banyak teman sekolah yang hamil dan menikah usia sekolah, setelah itu menyusah kan orangtua karena lelakinya tidak bekerja. Jadi hidup menumpang di rumah mertua. Sering di aniaya dan di jadikan babu gratis.
Aku tidak mau itu terjadi fokus sekolah demi masa depan. Hinga orang-orang mengjudge aku sombong biarlah demi kebaikan diri sendiri.
***
Sering menjadi target bully bukan Tiara namanya kalau diam aja ketika di bully. Ujungnya malah aku jadi pembully orang yang membullyku.
Banyak lelaki mendekat untuk di jadikan pacar yang bisa di bawa malam minggu, valentine dan tahun baru. Orangtua lagi-lagi melarang ku dekat dengan laki-laki sebelum ijazah sarjana ku dapatkan.
Tidak mau menjadi anak yang tidak berbakti aky turuti aja.
Di kota ini bertemu lagi dengan Ryan dan orangtuanya. Mereka berteman sebelum aku lahir. Mereka berniat menjodohkan kami, Ibunya Ryan sejak aku kecil sudah memperhatikan ku begitu juga orangtua ku sudah memperhatikan Ryan.
Ryan ganteng banyak wanita mengantri jadi pacar nya. Ku lihat Ryan sering jalan dengan wanita yang berbeda. Ryan seorang playboy.
Hingga orangtua kami menjodohkan kami aku tersentak tidak percaya. Orangtua kami sudah percaya sama kami bisa menjadi suami istri dan menantu yang baik.
Ku stalking media sosial milik Ryan orangnya sangat aktif, peduli orang sekitar dan sangat berbakti pada orangtuanya. Aku mencoba menidaminya dulu.
__ADS_1
Lama-lama menimbulkan perasaan yang tak biasa apa ini yang namanya cinta pada pandangan pertama hingga mengutarakan perjodohan kami apa katanya membuatku kecewa untuk pertama kalinya.
Tidak mau kalah sebelum berjuang aku mati-matian memperjuangkan cinta ini membantu dia keluar dari pergaulan yang salah, mensupport nya ketika pusiang sama kerjaan dan tugas kuliah. Sering mina ikut kalau ada acara kampus.
***
Hingga datang seorang temanku Nana teman kuliah dan kos dia sering membeli dagangan ku ketika aku resign dari perusahaan karena aku jadi si tukang bully orang yang membullyku. Aku yang di bully hanya ingin membela diri malah aku yang di keluarkan.
Ku bilang pada orangtua aku capek kerja ingin fokus kuliah aja dan jualan online malah banyak teman yang hutang tidak bayar-bayar. Banyak pula barang tidak jadi di beli jadi aku sendiri yang memakai nya.
Ke ikut sertakan Nana ke pulau natuna menciptakan warna baru pada Ryan. Kelihatannya ryan penasaran dengan sosok Nana. Ku perhatian sering memergoki Ryan sedang curi pandang dan mencari informasi pada Nana sampai meminta kontaknya.
Aku ingin memblokir nomor ponsel Nana tapi bagaimana caranya? Hingga, pucuk di cinta ulam pun tiba, aku berhasil memblokir kontak Nana media sosial lainnya juga.
Sebagai wanita tentu cemburu melihat lelaki yang di cintainya penasaran dengan wanita lain. Temanku pula. Aku ikuti kemana Ryan pergi. Hingga aku mengutarakan perjodohan kami, Ryan belum menyukai itu, Ryan bilang jalani dulu kalau cocok, lanjut. Kalau tidak, cari yang lain sungguh membuatku kecewa lagi.
***
Hingga lulus kuliah aku ingin menagih janjinya, ternyata Ryan menolak mentah-mentah. Ryan lagi-lagi membuatku kecewa. Ingin menangis tapi ku tahan tidak ingin terlihat cengeng.
Pada saat tau perjuangan ku meluruskannya selama ini tidak ada harganya sama sekali hatiku hancur berkeping-keping. Dadaku terasa di hantam batu besar aku terduduk tak berdaya.
Aku tidak mau kehilangan lelaki sebaik Ryan orangtua ku tidak salah menjodohkan kami. Tapi, Ryan tidak bisa menerima ada wanita lain yang dia cintai. Aku yang berjuang wanita lain yang menikmati hasilnya kami memang belum menikah tapi aku memiliki hak untuk cemburu dan berjuang. Tapi, aku juga merasa berjuang sendiri.
Aku akan membujuk orangtua nya untuk membujuk Ryan agar mau menerima perjodohan ini, dengan cara pulang ke kampung halaman dan menikahi. Aku percaya Ryan lelaki yang baik, jawabnya bagus. Sayang orangtua dan adik, perhatian pada lingkungan.
Aku percaya orangtua kami menginginkan jodoh yang terbaik.
Next.
Next.
Next.
__ADS_1