
“Alhamdulilah,“ ucapku bersyukur karna doaku dikabulkan.
Aku pun mulai menapakkan kakiku ketanah lalu membangunkan motorku kembali setelah aku hempaskan tadi.
Setelah menghidupkan gasnya, kini aku mulai meluncur pulang kerumah dengan hati senang sekaligus puas. Aku masih mengingat janjiku dan akan melaksanakannya ketika aku sudah menjadi seorang Ratu.
Setelah sampai dirumah, tiba - tiba gelangku sudah berwarna putih.
“kakak,” bisikku dalam hati.
Aku pun langsung memasukkan motorku kedalam bagasi disamping rumahku.
Dirumahku terdapat dua buah bagasi, satu bagasi untuk menyimpan motorku sedangkan satu lagi milik ayahku untuk menyimpan mobilnya.
Aku sangat terkejut, karna tiba - tiba saja kakaku ternyata sudah muncul dihadapanku.
"Ini lah gambaran rumah Aisyah, 😉 walau pun tidak terlalu mewah."
Kakaku yang tadinya hanya berdiri didepanku kini mulai berjalan kesana kemari seperti orang yang yang sedang berpikir keras.
“Oh ya!" ucapnya senang lalu mulai berhenti berjalan.
__ADS_1
“Aisyah! apakah kamu tau dek? sekarang Istana kita sudah semakin memburuk. ayahanda hampir diserang oleh mereka, ibunda langsung ditangkap dan hampir terbunuh oleh pistol yang sedang menempel dikepalanya. Yang lebih parah! disaat itu juga salah satu pemimpin mereka yang bernama Jaksen memerintahkan anak buah terhebatnya untuk menyerangmu," ceritanya .
“Tapi kamu jangan khawatir, ibunda dan ayahanda sudah aku sembunyikan didalam sebuah gua agar tidak terbunuh.“ sambungnya.
Aku pun mulai terpana saat melihat ada darah yang mengalir dipipinya, goresan pedang telah memenuhi tangannya.
“kak!” panggilku serak saat melihatnya sedang duduk dipojokan bagasi.
"Kaka habis berperang yah?“ tanyaku sedih.
Tak lama kemudian aku seperti mendengar suara tangisannya yang ditahan, saat aku menghampiri suara tangisan itu.
“Oh Aisyah!“ ucapnya serak.
“Iya kak,“ jawabku berkaca - kaca sambil melihat kearah matanya yang telah merah dan berair.
“Aisyah,“ panggilnya lagi.
__ADS_1
“Istana kita telah berhasil direbut oleh para penjajah, Istana kita sudah diperintahkan oleh seorang raja yang kejam. Yang paling parah-“ ucapnya mulai berhenti berbicara.
“Ia akan membunuh orang - orang yang beragama islam ditempat itu, aku tak sanggup berpikir lagi. Semua raja - raja mulai ditangkap dan beberapa sudah dimasukkan kedalam penjara bawah tanah untuk disiksa bahkan dipilih untuk dibunuh dengan cara dibakar hidup - hidup sampai mati dalam suatu tempat pembakaran yang mereka buat. Tempat itu dapat membakar lebih dari 20 orang dalam waktu setengah jam,“ ceritanya sampai membuat bulu kundukku berdiri sehingga suhu tubuhku menjadi panas dingin.
“Karna Raja itu bukan beragama islam dan kerjanya kini hanya berpesta pora dengan menonton para laki - laki yang dibakar didalam sebuah kotak persegi panjang yang besar dan tembus pandang, sedangkan para perempuan yang berhijab dipaksa untuk melepaskan hijabnya." sambungnya.
"Setelah dilepaskan hijabnya mereka ditugaskan menjadi para penghibur Istana dengan menggunakan baju yang tak semestinya dipakai, jika ada yang tidak mau mematuhi perintah Raja tersebut dengan cara membantahnya maka mereka akan dicambuk dengan sangat kuat hingga kulit punggung mereka robek dan berdarah. Apa lagi terlalu banyak membantah, maka kehidupan mereka akan berakhir pada detik itu juga." jelasnya.
Syukur lah karna ada banyak yang berhasil meloloskan diri, tapi sebagian yang tertangkap mulai diperlakukan sesuka hati. Mayat perempuan yang telah meninggal langsung dimasukkan ke tempat pembakaran para laki - laki,“ lanjutnya.
Aku yang awalnya hanya panas dingin kini mulai lemas dan langsung jatuh terduduk disampingnya.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Hai Kaka semuanya... 🤗
Makasih udah mau like, komen, ranting, hadiah bahkan tak segan - segan memberikan Vote pada karya Star ya... Star sangat senang atas kebaikan Kaka semuanya... 😆
__ADS_1
Semoga Kaka Sehat selalu ya... 😇