Misteri Dua Cincin Dibalik Runtuhnya Istana Andalusia

Misteri Dua Cincin Dibalik Runtuhnya Istana Andalusia
Part 92


__ADS_3

     Sesampai dikelas kami duduk sebangku dan aku mulai membuka ponselku untuk membaca Mangatoon dengan tenang.


     "Yah aku dikacangin!" ucapnya sedih.


     Aku yang tak sanggup mendiami nya terlalu lama akhirnya mematikan ponselku lalu menghadap kearahnya.


     "Terus mau kamu apa?" tanyaku sambil memasang senyuman termanis.


     "Mau aku kamu jangan marah lagi dong sama aku!"  jawabnya yang membuatku sedikit geli karna matanya tak berhenti berkedip.


     "Kamu sakit mata yah?" tanyaku sambil memasang wajah panik.


     "Ih Aisyah mah gitu orangnya!" dengusnya sambil melipat kedua tangannya.


     "Ya aku kan emang gini orang nya! apa yang beda?" tanyaku acuh tak acuh.


     "Ya udah! kamu bener mau marahan sama aku?" tanyanya.


     "Kalau mau gimana? kalau gak mau gimana?" tanyaku yang membuat Eris kesal setengah mati karna aku tak serius dengan pertanyaannya.


     "Ya gak mau lah! siapa juga yang mau marahan sama sahabat terbaikku yang sangat cantik dan imut ini!" sambungku sambil memujinya hingga ia jadi tersenyum kembali dan memberikanku pelukan hangatnya.


     "Oke! karna kamu udah baik aku sebenarnya ada hadiah buat kamu! maaf! aku gak sempat kasih soalnya waktu ulang tahun kamu kemaren, maklum kan masih dalam peperangan!" responnya hingga membuat mataku berkaca - kaca.


     "Benarkah? aku pikir kamu udah lupa! kamu gak bakalan menipu sahabatmu ini kan?" tanyaku memastikan.


     "Ya enggaklah!" jawabnya sambil tersenyum yang membuat ku membalas senyumannya.


     Ia pun merogoh tasnya.


     "Tapi kamu jangan liat - liat dulu dong! gak seru tau! tutup mata lah!" pintanya sambil cengengesan, aku hanya menuruti ucapannya.


     "Awas aja kalau kamu buka mata kamu! aku pastikan kamu akan menyesal," ancamnya yang membuatku hanya berdehem.

__ADS_1


     "Jangan buka!" peringatnya lagi.


     "Ya ampun! punya teman yah! bawel amat, apa salahku coba? orang permintaannya sudah kuturuti," dengusku sambil tetap dengan posisi mata terpejam.


     Eris yang sudah benar - benar percaya bahwa mataku kini telah tertutup rapat mulai mengeluarkan kotak yang telah disampul kado berwarna pink dengan pita biru muda diatasnya.



"Seperti inilah bentuk kadonya, 😊 pita birunya bayangin aja ya." 😅


     Ia mulai meletakkannya diatas mejaku.


     "Nah! sekarang kamu udah boleh buka mata kamu," ucapnya sambil memegang bahuku.


     Saat aku  membuka mataku, aku melihat kotak berukuran sedang yang langsung membuatku merasa bahagia.


     Saking bahagia nya aku sampai memeluknya dengan erat, ia juga membalas pelukanku tak kalah erat.


     "Ya Allah ternyata beneran! makasih ya sahabatku!" seruku sambil menitikkan air mata.


     Setelah melepaskan pelukannya, aku hendak membuka kado tersebut tapi ditahan olehnya.


     "Jangan dibuka sekarang juga Hamra... Ini kan udah pada mau masuk murid tu," ucapnya sambil menunjuk ke beberapa siswa yang sedang masuk dan duduk dengan tenang dikursinya.


     "Ya udah deh! kalau gitu," responku sedih sambil memasukkan kado pemberian Eris kedalam laciku.


     "Eh Aisyah! kamu dari mana aja? udah sebulan lebih baru kelihatan?" tanya seorang temannya yang bernama Melati.


     "Ini aku sakit kemarin itu! kamu kan tau aku sampai dibawa ke UKS, ternyata waktu dibawa kedokter katanya sakitku sangat parah dan mesti dirawat beberapa bulan hingga sembuh total." alasanku yang tentu saja berbohong.


     "Benarkah? kenapa tidak ada kabar? harusnya kan kami bisa jenguk kamu disana! wali kelas kita udah khawatir banget tau sama kamu!" beritahunya panik.


     "Ah gak papa kok! orang tuaku gak sempat kesekolah karna harus terus jagain aku, sebab si Iqlima adikku sedang kemping dengan angkatannya sebulan." jelasku yang lagi - lagi berbohong walau pun ada benarnya sedikit.

__ADS_1


     "Oh iya yah! aku lupa! padahal kan adikku juga satu kelas dengan adikmu," responnya cengengesan.


     "Oleh sebab itu orang tuaku jadi sibuk banget! ibuku terus menjagaku karna ayahku harus kerja kantoran, kan pulangnya malam. Jadi abis pulang kerja, ayahku harus kerumah sakit lagi untuk berganti posisi dengan ibuku." beritahuku mulai mengarang cerita.


     "Ya Allah maafkan aku! aku terpaksa berbohong," batinku.


     Setelah itu Melati pun pamit untuk duduk dikursinya yang ada dibelakang. Aku dan Eris emang selalu duduk dikursi paling depan supaya cepat paham, lagian aku paling males lihat kepala orang dari belakang. Aku hanya ingin pemandangan yang indah tanpa penghalang atau gangguan.



"Assalamualaikum semuanya, 🤗 perkenalkan aku Melati." 😊


     Tak berapa lama kemudian bel pun berbunyi, semua murid yang masih diluar kelas mulai berbondong - bondong untuk masuk kekelas masing - masing.


     Ada yang masih santai, ada yang acuh saja dan ada juga yang berlari - lari seperti dikejar setan.


     Intinya ketika bel masuk ada saja hal lucu yang membuatku dan Eris jadi terkekeh saat melihat keluar jendela. Walau pun kami duduk didepan, bukan berarti ditengah. Melainkan dimeja paling ujung yang dekat jendela.


      Jadi jika pelajarannya membosankan aku akan mencari suasana baru dengan cara menatap keluar jendela, walau pun harus tetap memerhatikan guruku saat beliau menjelaskan karna nanti aku takut tak akan memahaminya.


     Kelasku terletak dilantai tiga, itu lah yang membuatku kadang begitu lelah akibat harus menaiki tangga yang jaraknya lumayan jauh untuk sampai keatas. Tapi Eris seperti tak terlalu memberatkannya, sebab menurutnya itu adalah olahraga.


      Kalau aku paling males yang namanya olahraga naik tangga, yang ada kakiku bisa copot lagi di tengah jalan. Dikelasku tidak semua orang beragama islam, tapi campuran.


     Ada yang beragama islam, kristen, katolik, bhudda, dan lain - lain.


     Tapi walau pun begitu kami jarang bertengkar karna kami saling menghargai antara satu dengan yang lain nya, itu terjadi dikarnakan sekolah kami menerapkan Bhinneka tunggal ika yang artinya berbeda - beda tapi tetap satu.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Hai Kaka semuanya... 🤗


Makasih udah mau like, komen, ranting hadiah bahkan tak segan - segan memberikan Vote pada karya Star ya... Star sangat senang atas kebaikan Kaka semuanya... 😆

__ADS_1


Semoga Kaka Sehat selalu ya... 😇


__ADS_2