Misteri Dua Cincin Dibalik Runtuhnya Istana Andalusia

Misteri Dua Cincin Dibalik Runtuhnya Istana Andalusia
Part 63


__ADS_3

     Kali ini ia menyerah dari pada benar - benar kehilangan, aku jadi tersenyum penuh kemenangan.


     "Cie... Cie... Ibunda gak nyangka kalau anak ibunda seperhatian itu," goda ibundaku.


     "Betul banget tuh! pasti Ahmar bakalan bahagia banget tuh jika jadian ma Hamra," sambung ibunda Ahmar tak mau kalah.



"Assalamualaikum semuanya, 🤗 perkenalkan aku ibunda Ahmar." 😊


     "Bener - bener pasangan yang serasi!" ucap ayahandaku bersama ayahandanya serentak.


     Aku hanya mampu menggeleng - gelengkan kepala sedangkan kaka ku sibuk menonton ini semua yang membuatku jadi semakin kesal pakek banget.



"Assalamualaikum semuanya, 🤗  perkenalkan aku ayahanda Ahmar."


     "Oh iya! ibunda dengan yang lainnya kemarin kemana emang? kok gak pulang - pulang sampai malam?" tanyaku untuk membalikkan topik pembicaraan.


     "IBunda sama ayahanda juga yang lainnya sedang keliling kebeberapa tempat yang ada di Andalusia. Itu pun belum semuanya," jawab ibunda sedih.


     "Memangnya ada apa ibunda?" tanyaku penasaran, lalu ibunda menarik napas terlebih dahulu sebelum menjawab.


     "Ibunda sangat sedih Hamra! karna ulah sijubah hitam itu," jawabnya resah.

__ADS_1


     "Ia kan telah menghipnotis pemimpin Kerajaan yang ada di Kartila sehingga membuat kacau balau tanah Andalusia. Diluar sana ada yang gak punya rumah, jangankan rumah untuk berteduh dari teriknya matahari dan derasnya hujan! untuk makan sehari sekali aja mereka susah!"


     "Yang lebih menggenaskan, banyak anak kecil dan pria dewasa dibunuh. Mayat pun berjejeran dimana - mana karna tak ada yang sempat menguburkannya. Jangankan untuk dikuburkan, dimandikan saja susah karna persediaan air yang sangat kritis."


     "Lagian semua mayat itu mau ditanam dimana? reruntuhan bangunan yang sangat besar mulai menutupi beberapa tempat, sehingga membuat mereka terpaksa hidup berdampingan dengan mayat."



     "Seperti inilah kehancurannya." 😭


    "Sedangkan para gadis disitu kebanyakan telah hamil gara - gara prajurit yang tidak memiliki hati. Anak mereka pasti akan lahir tanpa hadirnya seorang ayah. Ibunda tidak habis pikir, persediaan makanan yang ada di Kerajaan kita hampir semuanya telah dibagikan tapi belum cukup."


     "Ditambah lagi dengan biaya pembangunan seluruh rumah yang terkena musibah itu. Karna memikirkan mereka kadang nafsu makan ibunda jadi menurun, mengingat beberapa rakyat masih sibuk memegang perut mereka akibat tak makan beberapa hari." jelasnya panjang lebar.


     "Kenapa ibunda tidak mengajak putri ibunda kemarin? kenapa ibunda?" tanyaku yang sibuk menghapus tangisku yang semakin pecah.


     "Kenapa hanya kak Aisyah yang selalu diandalkan? kenapa? aku juga ingin berbakti pada Kerajaanku ini! sudah cukup bodoh aku dilupakan ingatan sehingga diriku sibuk bersantai - santai sedangkan kalian berjuang mati - matian! pantas saja dulu semenjak ada konflik ini kalian tidak pernah memberitahukannya padaku! aku hanya ditinggalkan dan disuruh dijaga dengan ketat seperti boneka."


     "Sebuah boneka tidak ada artinya jika tidak mampu membahagiakan orang yang melihatnya. Begitu juga aku! aku juga tidak ada fungsinya menjadi anak dari seorang pemimpin tapi tingkahnya pengecut, karna tak dapat menjadi benteng untuk rakyatnya sendiri."


     "Aku lebih baik mati terhormat dan dikenang dari pada mati tapi orang terpaksa mengenangku hanya gara - gara turunan Kerajaan meski tak dapat berbuat apa - apa! emangnya seberharga apa diriku ibunda? seberharga apa? aku ini hanya sampah jika tidak dapat melakukan apa - apa," rintihku.


     Dadaku terasa sangat sakit karna menahan isak tangis agar tak terlalu membanjiri pipiku, tubuhku semakin lemas dan tak dapat lagi berdiri dengan seimbang .


     Ahmar dengan sigap langsung menangkap tubuhku. Hatinya jadi ikut sakit karna melihatku sangat terluka batin. Ia pun berlari menaiki tangga untuk membawaku kekamarnya yang lebih dekat dengan tangga agar dapat dengan mudah membuatku berbaring dengan nyaman.

__ADS_1


     Suasana meja jadi terasa hening, yang awalnya dipenuhi oleh canda tawa kini membisu. Mereka semua yang gelisah dengan keadaan ku langsung naik keatas menyusul Ahmar.


     Ahmar melepaskan topi yang ada dikepalaku setelah lebih dulu melepaskan sepatuku. Entah mengapa rasa sesak didadaku tak kunjung hilang. Ahmar yang melihat nafasku yang naik turun tak beraturan merasa panik dan meminta kepadaku untuk tenang.


     Ia mulai duduk disampingku sambil menggenggam erat tanganku.


    “Hamra kumohon kamu tenang yah! kamu gak boleh terlalu membebani pikiranmu seperti ini, nanti dadamu bisa bertambah sakit. komohon Hamra tenanglah!“ pintanya kepadaku.


     Tapi aku tak peduli, aku merasa kecewa dengan semua orang yang tak pernah mengizinkan aku untuk ikut bergerak.


     “Aku tau Hamra kamu sangat sedih! tapi sekarang coba kamu pikirkan tentang dirimu sendiri, ini semua demi kebaikanmu Hamra.“ sambungnya lagi.


     “Kaka gak usah pikirin aku lagi, aku malah lebih baik lenyap sekarang juga supaya aku tak malu lagi didepan rakyat suatu hari nanti. Kalau perlu kamu bunuh aja aku sekarang Ahmar! kamu bunuh aja! aku lelah terus bersembunyi! aku lelah karna kalian selalu menjadi bentengku, sedangkan aku tak di izinkan membalasnya.“ dengusku dengan berlinang air mata.


     Ahmar yang mendengar kata – kata ku merasa semakin sedih. Ia terus saja menggeleng – gelengkan kepalanya berulang kali.


     “Enggak Hamra! aku gak bakal lakuin permintaan mu yang konyol itu karna aku sangat mencintaimu. Jika kamu tidak yakin denganku aku juga bisa buktiin rasa cintaku yang sangat besar buat kamu dengan cara menikahkanmu sekarang juga biar kamu puas! tapi tolong jangan begini Hamra, aku gak bakalan sanggub melihat kamu begini.“ rintihnya.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Hai Kaka semuanya... 🤗


Makasih udah mau like, komen, ranting hadiah bahkan tak segan - segan memberikan Vote pada karya Star ya... Star sangat senang atas kebaikan Kaka semuanya... 😆


Semoga Kaka Sehat selalu ya... 😇

__ADS_1


__ADS_2