Misteri Dua Cincin Dibalik Runtuhnya Istana Andalusia

Misteri Dua Cincin Dibalik Runtuhnya Istana Andalusia
Part 14


__ADS_3

     "Iya kaka mu benar, bagaimana ibunda dan ayahanda masuk?" sambung ayahanda sambil mengernyitan dahi.


      "Lubangnya sangat kecil sih!" ucap ibunda tak mau kalah.


     "Tinggal dipegang aja, nanti ibunda ayahanda juga kak Aisyah akan tertarik kedalam." jelasku yang langsung diangguki oleh mereka.


     Akhirnya kak Aisyah mulai mencoba nya untuk pertama kali dan benar saja, ketika dia telah memegang lubang tersebut ia langsung tertarik kedalam.


     "Tuh kan! apa aku bilang," ucapku sambil tersenyum.


     Ibunda dan ayahnda pun mulai mencoba melakukannya secara bersamaan, tanpa menunggu waktu lama mereka sudah tertarik kedalam.


     "Apakah kamu tak ikut untuk melihat Istana mu nak?" tanya ibuku.


     "Untuk apa aku harus ikut?" tanyaku malas.


     "Nak! mau gimana pun juga kamu harus tau bagaimana tempat tinggal aslimu, mereka pasti sedang menunggu kedatanganmu juga didalam sana. Apakah kamu tidak kasian pada ibunda dan ayahandamu? mereka orang tua kandungmu lho," ucapnya mulai merasa sesak.


     Ia sebenarnya masih belum ingin melepaskan gadis yang kini sudah menjadi anak angkatnya. Namun harus bagaimana lagi? ia harus menerima kenyataan untuk belajar melepaskannya, karna cepat atau lambat gadis itu akan mengingat kembali keluarganya dan akan meninggalkannya atau lebih tepat mereka.


     "Lho! ibu kok sedih?" tanyaku bingung.


     "Ibu hanya tak menyangka saja nak! waktu mu dengan kami tak lama lagi," jujurnya.


     "Ibu jangan berkata begitu! karna walau pun nanti ingatanku kembali, aku akan terus mengenang dan mengingat kalian untuk selamanya. Aku juga tak akan segan - segan mengunjungi ibu dan ayah," ucap ku sambil mengelus punggung ibu lembut.


     "Benarkan ayah?" tanyaku.


     "Ayah pasti percaya kan?" sambungku lagi yang kini langsung dipeluk oleh mereka berdua.


     Aku pun membalas pelukan mereka dengan penuh kasih sayang.


     "Ibu dan ayah tidak usah khawatir! aku pasti tidak akan melupakan perjuangan kalian untuk membantu orang tuaku membesarkanku disaat mereka tak mampu untuk melakukannya karna sedang berjuang untuk rakyatnya. Aku udah ikhlas kok," ucapku mulai berlinang air mata.


     "Kamu memang anak yang kuat putriku," ucap ayah sambil mengelus puncak kepalaku.


     Aku pun hanya tersenyum lalu melepaskan pelukanku dari mereka.


     "Ya sudah aku masuk dulu yah!" pamitku sambil tersenyum.


     Kini aku langsung masuk dan meminta tolong pada mereka untuk menutup lubang itu dengan sofa saat aku sudah tertarik kedalam.

__ADS_1


     Mereka pun mengangguk, setelah mengucapkan terima kasih tanganku mulai memegang lubang tersebut dan tertarik kedalamnya.


     “Waw! indah sekali,“ ucapku kagum saat melihat taman Istana yang dipenuhi dengan bunga – bunga.


     Aku pun mulai melintasi jalan setapak. Walaupun pun sudah malam hari, tapi lampu luar Kerajaan masih menyala hingga membuatku masih dapat melihat dengan jelas lingkungan disini.


     Dengan semangat aku pun masuk kedalam Kerajaan.



"Gimana? terpukau kan? bayangin aja lagi malam ya." 😂


 



"Nih ada satu lagi, 🤣 ada yang mau mampir gak? pasti Aisyah izinin."


  


     Aku pun langsung disambut oleh ayahanda dan ibunda yang sedang menungguku didalam.


     “Pasti ibunda!“ responku sambil tersenyum.


     “Ya sudah! kita belum makan malam kan? ayo kita makan sama – sama,“ ajakku sambil berjalan kearah dapur.


     Tapi saat aku membuka kulkas semuanya kosong.


     “Ya ampun... Aku kan lupa ini hanya tiruan tempat nya saja, otomatis benda yang ada didalamnya tidak ada contohnya makanan, perhiasan, pakaian dan benda – benda penting lainnya seperti buku, bingkai foto saja kosong." gumamku sedikit resah.


     Aku hanya dapat menarik nafas kasar saat melihat pemandangan kosong didepanku, kini aku jadi tidak bisa memasak karna bahannya tak tersedia.   



       "Beginilah bentuk dapurnya." 😇


   


     “Sudah gak papa, kami tidak terlalu lapar kok.“ ucap Aisyah sambil menyentuh pundakku.


     “Kaka tidak perlu berbohong karna aku bisa membaca pikiran kaka,“ dengusku kesal.

__ADS_1


     “Ya sudah apa boleh buat! maunya kan aku masak untuk keluarga ku, tapi karna bahan tak tersedia akhirnya mau tidak mau aku harus menggunakan kekuatanku untuk membuat makanan yang sudah jadi saja. Lagian kalau aku memasak lagi pasti akan menghabiskan waktu yang cukup lama,“ sambungku pasrah lalu menyuruh kak Aisyah menyusul orang tuaku yang sejak tadi sudah dimeja makan.



"Ini nih! gambar ruang makan di Istana Aisyah, 😎 keren gak?"


    Setelah semuanya duduk dengan tenang, aku pun langsung meminta kepada cincin tersebut dan akhirnya dalam sekejap meja makan yang awalnya kosong kini telah penuh dengan makanan yang sangat lezat dan masih panas.



"Ini nih! 🤗 contoh makanan lezatnya, 😋 jadi laper... 🤤 Abaikan bentuk mejanya ya." 😉


    


     “Subhanallah! kamu memang hebat putriku,“ puji ayahanda bangga.


     “Siapa dulu dong kakanya!“ sambung Aisyah.


     “Bisa aja kamu,“ balas ibunda tak mau kalah.


     “Gak kok! ini bukan apa – apa tanpa bantuan cincin ajaib ini,“ elakku sambil tersenyum.


     “Ya sudah ayo kita makan! entar keburu dingin lagi! kan gak enak,“ ucap ayahanda tak sabar.


     “Baca doa dulu tapi,“ ucapku sambil tersenyum.


     “Pasti dong! tapi dalam hati!“ respon ayahanda.


     Aku hanya menggeleng – gelengkan kepala melihat tingkah ayahanda.


     


     Akhirnya suasana meja makan pun mulai hening karna kami sedang sibuk menikmati makanan kami dengan hikmat.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Hai Kaka semuanya... 🤗


Makasih udah mau like, komen, ranting hadiah bahkan tak segan - segan memberikan Vote pada karya Star ya... Star sangat senang atas kebaikan Kaka semuanya... 😆


Semoga Kaka Sehat selalu ya... 😇

__ADS_1


__ADS_2