
Sesampai disana kami langsung memasuki ruangan tersebut setelah mengucapkan permisi. Untung aku sudah menyusun rencana berbohong sejak berjalan dengan Eris tadi, Eris pun menyetujuinya karna ia juga tidak mungkin menceritakan rahasianya pada siapa pun.
"Inilah kantor kepala sekolahnya."
“Duduk!“ perintah kepala sekolah dengan suara tegas.
“Aisyah! sudah satu bulan lebih kamu gak masuk sekolah! ada apa? kamu pun tidak memberi kabar, bahkan absenmu hampir berjalan dua bulan. Kamu tidak mau kan tertinggal mata pelajaran sehingga kamu harus mengejarnya? itu pasti cukup sulit, walau pun kamu selalu mendapatkan juara satu.“ ucap kepala sekolah.
"Halo semuanya, 🤗 perkenalkan aku kepala sekolahnya Aisyah." 😊
“Maaf sebelumnya bu! saya bukan tidak mau memberi kabar! tapi orang tua saya sibuk menjaga saya karna adek saya pergi kemping selama sebulan, ibu saya tak pernah berhenti menjaga saya selama dirumah sakit dan ia akan digantikan oleh ayah ketika ayah baru pulang kerja dari kantornya."
"Ketika malam, itu pun hanya sebentar. Saya yang saat itu sedang sakit keras tidak dapat berbuat apa – apa. Ibu pasti tau kan? kejadian yang menghebohkan saat saya murid yang selama ini terlihat kuat, tiba – tiba pingsan dan mempunyai sebuah penyakit yang sangat ganas bahkan bisa membahayakan nyawa saya sendiri.“ jelasku berakting sambil berpura – pura menangis deras.
“Ya ampun! maafkan ibu Aisyah! ibu tidak bermaksud menuduh mu... Ibu tidak tau sakit mu separah itu, tapi kamu harus tetap mengejar pelajaranmu ya?“ respon ibu kepala mulai ikut sedih.
“Dan kamu Eris?“ tanyanya lagi.
__ADS_1
“Maaf ibu, kalau aku sedang mengalami masalah keluarga akibat perpindahan agama. Kami harus meminta restu dulu dari nenek yang tempat tinggalnya sangat jauh. Sesampai disana Alhamdulillah di izinkan, tapi saat kami ingin kembali tiba – tiba saja rumah kami jadi korban pencurian sehingga semua barang diambil."
"Kami hampir saja terbunuh karna terkena benda tajam yang cukup parah. Kami diancam untuk tidak memberi tau siapa – siapa, hingga setelah mereka pergi kami langsung menelpon polisi dan tak sadarkan diri lagi."
"Untung aku selamat dari siksaan mereka karna aku berhasil bersembunyi dikamarku dengan cara menguncinya."
"Orang tuaku dan nenek kakekku mengalami luka yang cukup dalam, jadi aku membantu merawat mereka selama dirumah sakit. Memang keluarga yang lain ada juga yang datang untuk berkunjung, tapi kan tidak setiap hari karna mereka juga punya kesibukan tersendiri hingga aku terpaksa tidak masuk sekolah.“ jelasnya yang membuat ibu kepala sekolah mengangguk mengerti dan memaklumi.
“Ya sudah! sekarang kalian boleh pulang, tapi jangan lupa besok kalian harus mengejar pelajaran kalian yang tertinggal! tanyakan pada guru kalian apa – apa saja yang belum kalian pahami, supaya ketika kalian menjawab ujian nanti kalian tidak akan salah atau pun bingung.“ peringatnya.
Kami hanya mengangguk mengerti, setelah menyalami kepala sekolah dan wali kelas kami pun pergi sambil mengucapkan permisi dan terima kasih.
“Untung rencana kita berjalan dengan lancar!“ ucapku sambil menghembuskan nafas lega.
“Akhirnya jantungku tak terlalu berdetak begitu kencang,“ ucap Eris sambil memegang dadanya.
“Sama,“ responku.
Setelah sampai diparkiran hanya motor kami yang masih tersisa.
Usai menyalakannya kami pun langsung meluncur kerumah masing – masing.
__ADS_1
Sesampai dirumah aku langsung memasukkan kendaraan ku ke dalam garasi, lalu masuk kedalam rumah setelah meletakkan sepatu ku dirak sepatu didepan rumahku.
“Assalamualaikum!“ ucapku.
“Wa’alaikum salam!“ jawab ibu dan Iqlima.
Setelah menyalami ibu aku pun masuk kekamar untuk melaksanakan sholat, langkah ku sempat terhenti karna ibu bertanya kepadaku.
“Tumben! kenapa telat sekali?“ tanya ibu khawatir.
“Maaf bu... Biasalah karna aku sudah lama tak hadir! untung aku mempunyai alasan bersama Eris saat dipanggil kekantor kepala sekolah dan kami dimaklumi, tapi kami harus mengejar mata pelajaran yang sudah tertinggal.“ jawabku menjelaskan.
“Syukurlah kalau begitu! ya sudah! kamu pergi sholat saja dulu sana,“ perintah ibu.
Aku menganguk tanda mengerti lalu pergi meninggal kan ibu dan Iqlima yang sedang bersantai diruang tamu sambil menonton tv.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Hai Kaka semuanya... 🤗
Makasih udah mau like, komen, ranting hadiah bahkan tak segan - segan memberikan Vote pada karya Star ya... Star sangat senang atas kebaikan Kaka semuanya... 😆
__ADS_1
Semoga Kaka Sehat selalu ya... 😇