
Alaram mulai berbunyi, aku pun bangkit untuk menyembah padanya. Setelah selesai baru aku berdoa dan tidur kembali.
“Allahu akbar Allahu akbar,“ suara azan dari musolla yang ada dikampungku mulai terdengar. Membuatku jadi terbangun dan bangkit dari tempat ku yang paling nyaman.
Setelah berwudhu aku langsung melaksanakan sholat dan mengaji sebentar. Aku membaca surat Ar- rahman dan Al – waqiah untuk memperlancar rezeki. Aku memang terbiasa melakukan itu. Usai mengaji aku menutup Al-Qur'an lalu mencium kitab yang paling aku cintai itu.
Setelah meletakkannya dengan rapi dan menggantung mukena yang sudah kulipat, aku langsung bergegas untuk mandi dan memakai seragam sekolah.
“Ya Allah! akhirnya aku sudah bisa lagi memakai baju ini, aku rindu banget!“ ucapku sambil melihat pantulan diriku dicermin.
"Ini gambaran bajunya ya, 😉 bayangin aja kalau roknya panjang sama warna abu - abu."
Setelah memakai sedikit bedak baby diwajah, aku pun memakai jilbab putih. Tak lupa aku melihat daftar dan memasukkan buku – buku ku kedalam tas.
Saat aku sudah keluar dari kamarku aku kini menuju ke dapur, kulihat ayah dan Iqlima sedang buru – buru menyantap makanan mereka.
Usai menuntaskannya ia langsung menyalami ibu dan ayah, kemudian berangkat bersama temannya yang merupakan tetangga disamping rumah kami.
Ia tidak perlu menggunakan motor, karna jarak antara rumahnya dengan sekolah tidak terlalu jauh sedangkan aku sangat jauh.
Aku juga ikut bangkit setelah selesai dengan makananku lalu meletakkan piring ketempat kotor kemudian menyalami orang tuaku.
__ADS_1
Untung aku masih sempat bersalaman dengan ayah saat ayahku hendak pergi terlebih dahulu karna sudah siap.
Aku tidak perlu mencuci tangan karna setiap pagi ibu selalu membuat nasi goreng dengan telur ceplok diatasnya, jadi kami dapat dengan mudah memakannya menggunakan sendok.
Aku kini sedang menggunakan kaos kaki dan sepatuku saat duduk dikursi depan, kemudian bergegas kegarasi untuk mengambil motorku.
Tanpa menunggu waktu lama aku langsung melajukan motorku dengan kecepatan tinggi karna aku sangat takut telat padahal ini masih sangat pagi, tapi entah mengapa aku sangat bersemangat hari ini.
Sesampai kesekolah suasana masih sangat sepi, aku memakirkan motor ku ditempat parkiran yang ada disekolah.
“Eh ada neng Aisyah! kemana aja neng? kok gak pernah nampak lagi?“ tanya pak satpam sambil tersenyum.
“Anu pak! saya sakit selama beberapa bulan ini, sehingga harus menginap sampai saya sembuh total.“ ucapku tentu saja berbohong, tapi sykurlah karna pak saptam mempercayaiku.
Mataku kini tertuju pada seorang gadis yang juga baru sampai. Mataku jadi membulat sempurna saat mengetahui siapa yang datang, ternyata Eris dengan seragam sekolah tak lupa hijab yang masih setia melekat dikepalanya.
“Hamra eh Aisyah!“ panggilnya.
Waktu aku hendak melangkah kearahnya yang juga sedang memarkirkan motor yang tak jauh dariku.
“Eris!" seruku sambil menatap tajam kearahnya, ia hanya terkekeh sambil berkata “maaf!“ aku pun hanya menggelengkan kepala sambil menatap malas kearahnya yang kini sedang sibuk menertawakanku.
“Apa nya yang lucu?“ tanyaku sinis.
__ADS_1
“Kamu!“ jawabnya singkat yang membuatku jenuh dan tak lagi melangkahkan kakiku kearahnya, melainkan kearah gedung sekolah.
Eris yang melihat kumerajuk langsung berlari menghampiriku setelah memakirkan motornya yang berwarna ungu.
“Ih! kok aku ditinggalin?“ tanyanya sambil memelaskan wajahnya.
“Menurutmu?“ tanyaku balik sambil menaikkan satu alisku.
“Ya maaf! “ jawabnya lagi.
"Inilah motor Eris ungu." 😆
“Nyebelin!“ responku singkat.
“Ih! Aisyah ma gitu,“ rengeknya.
“Ih Aisyah mah gutu! bodo amat!“ ledekku sambil mengikuti gayanya tapi ia hanya tertawa, hal itu membuat mood ku semakin menurun.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Hai Kaka semuanya... 🤗
__ADS_1
Makasih udah mau like, komen, ranting hadiah bahkan tak segan - segan memberikan Vote pada karya Star ya... Star sangat senang atas kebaikan Kaka semuanya... 😆
Semoga Kaka Sehat selalu ya... 😇