
Didalamnya mereka dapat melihat sebuah kamar berukuran sedang dengan satu kasur dan selimut yang lembut juga bantal yang sangat empuk. Mereka juga dapat melihat keadaan luar melalui jendela.
"Nah! inilah kamarnya." 😉
Karna mereka berada diatas awan, mereka hanya mampu melihat kegelapan. Jadi rata - rata mereka semua lebih memilih menutup gordeng jendela dan mematikan lampu kemudian mulai merebahkan tubuh mereka keatas kasur yang nyaman tanpa lupa menyelimuti badan dengan selimut yang hangat.
Dalam sekejap akhirnya mereka pun langsung tertidur karna rasa lelah yang masih saja mereka rasakan.
Kini aku sedang berjalan kearah kamarku yang berada di paling pucuk, tentu saja yang paling kecil dibandingkan kamar mereka. Tidak apa – apa! mereka berhak mendapatkan yang lebih nyaman karna telah mau bersusah payah membantuku.
Setelah sampai didalam tubuhku yang sangat kelelahan langsung berbaring diatas kasur, dalam hitungan detik aku sudah masuk kedalam mimpi indahku.
Jam telah menunjukkan angka dua malam dijam kamarku. Aku pun langsung terbangun karna ingin sekali melaksanakan sholat tahajjud.
Ya ampun karna terlalu sibuk dan tak ingat apa – apa di tambah rasa lelah aku jadi meninggalkan sholat maghrib dan isya. Pantas saja hatiku jadi tidak tenang begini, saat kesadaran ku telah terkumpul aku langsung bergegas untuk mengqadhanya.
Lagi pula mana bisa aku sholat dalam keadaan kotor seperti ini, tapi sayang nya aku lupa membuat kamar mandi disetiap kamar dan meletakkan perlengkapan sholat tergantung jenis nya.
"Baiklah," ucapku lalu mulai meminta kepada cincin itu.
“Cincin tolong berikan kamar mandi dan perlengkapan sholat disetiap kamar,“ pintaku lalu dalam sekejap dihadapanku sudah ada sebuah pintu untuk masuk kedalam kamar mandi yang bersih.
Kini aku langsung mandi dan mulai mengganti pakaian ku, setelah berwudhu aku bergegas untuk mengqadha sholat wajibku. Ketika aku selesai mengqadha semua sholatku sebenarnya aku ingin sekali menyambungnya dengan sholat tahajjud.
__ADS_1
Tapi kawanku pasti karna terlalu lelah mereka otomatis juga lupa untuk mengerjakan sholat, hingga akhirnya aku memilih menunda dulu niatku tersebut lalu membuat baju untuk mereka satu persatu dengan kekuatanku.
Setelah jadi aku mulai memasukkannya kedalam plastik yang terpisah, untung disetiap kamar sudah ada perlengkapan sholat tergantung jenisnya lalu aku melangkahkan kakiku untuk membuka pintu agar dapat keluar kamar dan mulai mengetuk pintu kamar mereka satu persatu.
"Dalam plastik inilah Aisyah memasukkan baju mereka." 😉
Tanpa menunggu waktu lama mereka langsung membukanya, lalu aku menyerahkan plastik tersebut setelah memperingat kan mereka.
Mereka mengangguk tanda mengerti sekaligus terkejut karna mereka juga lupa untuk mengerjakannya akibat kondisi mereka masih kotor dan lelah.
Tapi mereka jadi bahagia karna di kamar mereka telah ada kamar mandi yang memudahkan mereka untuk bersuci dan Alhamdulillah sekali karna mereka bukan termasuk orang yang sulit sekali ketika diajak beribadah.
Akhirnya semua lampu kamar telah menyala karna setiap insan sedang sibuk untuk beribadah kepadanya. Saat aku berniat untuk menyambung sholat ku yang awalnya ingin aku laksanakan tapi tertunda karna ada yang lebih penting lagi.
"Inilah gambar bintang yang mampu membuat Aisyah terpesona." 😎
Aku jadi sangat terpesona, hingga aku langsung berjalan keujung daun dan duduk diatasnya.
Aku kini hanya membiarkan kakiku yang telanjang menabrak awan – awan yang membuat kakiku sedikit geli hingga aku jadi terkekeh sendiri dalam kesunyian malam.
Jam ditanganku telah menunjukkan setengah tiga malam, aku ingin menghabiskan waktu untuk melihat bintang sampai jam tiga pas baru aku melaksanakan kembali sholat tahajjudku.
__ADS_1
Daun pisang ini tidak perlu untuk diarahkan lagi, karna aku telah mengarahkannya kelaut yang kami tuju jadi tanpa diarahkan ia akan melaju sendiri menuju tempat tersebut.
Aku pun mulai sibuk memerhatikan bintang di langit, entah mengapa dengan memandangnya dapat membuat gerakan jantung dan perasaanku menjadi riang.
Tiba - tiba aku jadi rindu dengan kakak kandungku meski pun memoriku tentangnya masih nihil, tapi aku akan terus percaya bahwa dia adalah kakaku.
Kaka yang selalu menyemangatiku dan menyembunyikan rasa sakit yang sedang ia rasakan agar aku tak khawatir, tapi walau pun begitu aku akan tetap berusaha untuk mencari solusi agar masalah ini cepat terselesaikan.
Aku sangat tidak tau apa yang akan Raja dan Ratu jahat itu lakukan pada ibunda dan ayahandaku, karna aku saja masih belum mempunyai kekuatan.
Kekuatan asliku hanya silat saja dengan sedikit kekuatan dalam, sedangkan yang lain itu semua karna bantuan cincin merah ini. Aku jadi tak berhenti memandang kearah cicin yang melekat disalah satu jariku beberapa kali.
“Ibunda! ayahanda! kaka! jangan takut, aku pasti akan berusaha untuk menyelamatkan kalian meskipun nyawaku taruhan nya tidak apa – apa! aku rela demi kalian semua! dan demi rakyatku.“ batinku.
Aku sebenarnya tak ingin melibatkan mereka, apa lagi aku tak terlalu lama mengenal mereka. Padahal cuma beberapa hari saja, tapi mereka semua sudah menganggabku seperti teman yang sudah sebantal tidur dengan mereka.
Tanpa ku sangka air mataku mulai mengalir begitu deras hingga membuatku jadi sedikit sedih, aku ingin sekali untuk membuat mereka tak terlibat. Tapi bagaimana yah cara menolak mereka agar tak ikut dengan ku?
Karna terlalu lama menangis dadaku jadi sedikit sesak dan kepalaku juga ikut – ikutan berdenyut dengan sangat kuat hingga akhirnya tubuhku melemas dan tanpa kusadari aku langsung terjatuh kebawah.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Hai Kaka semuanya... 🤗
Makasih udah mau like, komen, ranting hadiah bahkan tak segan - segan memberikan Vote pada karya Star ya... Star sangat senang atas kebaikan Kaka semuanya... 😆
__ADS_1
Semoga Kaka Sehat selalu ya... 😇