
Tak berapa lama kelasku kini mulai penuh dengan para murid yang sudah duduk dengan rapi dikursi mereka, pandangan mereka banyak yang tertuju padaku dan Eris hingga terdengarlah bisik - bisik dibalik tempat duduk mereka.
Namun aku dan Eris hanya menghiraukannya.
"Selamat pagi semua!" sapa ibu pelajaran biologi.
"Pagi bu!" jawab kami serentak.
Dalam sekejap semua orang mulai sibuk dengan materi, suara bisikan perlahan - lahan juga menghilang. Aku kini juga sedang belajar dengan serius karna aku tak ingin menyia - nyiakan harapan ibunda.
Aku harus mempertahankan rangkingku untuk tahun ini, karna seumur hidupku Alhamdulillah nilaiku selalu saja mencukupi apa lagi matematika.
"Halo semuanya 🤗 perkenalkan aku Wiska, salam kenal." 😊
Tak terasa bel tanda berganti pelajaran telah berbunyi, ibu Wiska selaku guru biologi mulai menutup pelajarannya.
Akhirnya kelas yang awalnya sunyi kini sudah kembali bersuara, seseorang yang bernama Yogi langsung berjalan kearah mejaku dan Eris.
"Assalamualaikum semuanya, 🤗 perkenalkan aku Yogi." 😊
"Eh Aisyah! kemana saja kau selama ini? kenapa kau tak nampak - nampak?" tanyanya dengan logat bataknya.
"Bukan urusanmu!" jawabku cuek.
"Dan kau Eris! sejak kapan kau sudah masuk islam hah?" tanyanya.
Aku yang tak nyaman dengan pertanyaan Yogi langsung menjawabnya "hai Yogi! kau bisa diam tidak? mulut kau tu kepo amat sih? kayak reporter aja," dengusku sambil mengikuti logatnya.
"Selo Aisyah! kenapa kau jadi sangat garang akhir - akhir ini? apakah ada masalah?" tanyanya lagi dengan wajah sedikit kesal.
Aku yang sudah tidak tahan lagi langsung menggerbak meja.
"Kau!" tunjukku tepat didepan wajahnya.
__ADS_1
"Sekali lagi kau bertanya, jangan harap nyawamu selamat sekarang!" ancamku dengan mata berapi - api.
Semua penghuni kelas jadi melihat kearah kami.
"Apakah kau Aisyah?" tanya salah seorang temanku.
"Tapi jika memang benar! kenapa dia jadi sangat kasar ya?" seru yang lainnya.
"Kalian bisa diam tidak?" tanyaku tegas sambil menatap nanar kearah mereka.
Mereka yang ingin berbicara akhirnya lebih memilih mengurungkan niatnya karna aura ku yang terlihat sangat kejam.
Yogi yang sudah bergetar langsung kembali ketempatnya, tidak ada yang bersuara semenjak aku mengeluarkan kalimat terakhirku.
"Aisyah sudah lah!" ucap Eris mencoba menenangkanku.
"Maaf Eris! aku terlanjur terbawa emosi karna dia selalu menggangguku setiap aku menginjakkan kakiku dikelas ini, dan sekarang aku tidak mungkin diam saja!" dengusku sambil mengepalkan tanganku menahan amarah.
Ternyata jam ketiga dan keempat kosong karna pelajaran bahasa asing yang dipegang oleh Master Heggo sedang tidak hadir.
"Aisyah! aku tau semenjak kau sudah mengetahui semua masalah mu kau menjadi lebih agresif dan mudah emosi, kau harus mencoba mengontrol sifat dendam mu itu karna masalah sudah selesai. Jangan kau tanam lagi sifat itu yah?" pintanya yang akhirnya membuat ku luluh dalam sekejap.
"Tidak sulit... Jika kamu mau berusaha!" nasehatnya lagi.
"Aku tidak tau! aku tak sanggup menahannya, ketika semua terjadi baru aku menyesal." keluhku lagi.
"Ya sudah!" responnya sambil memelukku untuk menenangkanku.
Aku pun mengambil binderku yang selalu kubawa kemana - mana saat aku pergi lalu meninggalkan tinta pulpenku diatas selembar kertas surat.
Assalamuaalaikum Yogi
Yogi maafkan aku yah? karna aku udah marah - marah kepadamu, lagian kamu sih! suka banget gangguin aku. Memang aku dulu tidak menghiraukan gangguanmu, tapi kini kondisiku sedang tidak baik. Kau tau sendiri kan kejadian di UKS waktu itu?
Kau pasti tau!
Asal kamu tau yah yogi, aku itu sakit parah makanya harus dibawa kerumah sakit. Aku dirawat selama beberapa bulan, orang tuaku sibuk jadi tak bisa memberikan laporan tentangku.
__ADS_1
Maaf kan aku yah? seharusnya kita sebagai sesama umat Islam tidak pernah saling bertengkar. Sekali lagi maafin aku yah? Karna aku baru sembuh terus aku udah buat kamu malu tadi, beneran aku gak bermaksud buat malu - maluin kamu sebab emosiku sedang tak dapat untuk dikontrol.
Terserah kamu sih mau maafin aku apa enggak! yang penting aku udah jawab pertanyaan kamu tadi.
Wassalamualaikum
Aku pun membuka penjepit kertas yang ada dibinderku lalu mengambil selembar kertas yang kutulis digambar boneka panda kemudian aku melipatnya dengan rapi.
Setelah itu aku mengambil satu amplop yang tersimpan didalam tasku baru memasukkan surat tersebut kedalamnya.
Aku memang sudah terbisa membawa amplop didalam tas ku, jadi kalau ada permintaan sumbangan mendadak aku akan memasukkan uang ku kedalam amplop terlebih dahulu baru memberikannya.
Tapi aku masih tak mau mendekati nya, alhasil aku pun menyuruh salah satu teman dekatku yang bernama Bergi. Ia duduk dikursi paling depan seblah kiri, jadi mudah untuk aku menyuruh Eris memberikan amplop itu kepadanya.
"Assalamualaikum semuanya 🤗 , perkenalkan aku Bergi." 😊
Setelah menerimanya ia sempat bertanya sebelum memberikannya.
"Untuk siapa?"
Aku pun menjawab sedikit berbisik.
"Bergi! kamu kan teman cowokku yang paling baik dan guanteng yah! tolong kasih amplop itu ke Yogi yah bentar? jangan bilang dari aku tapi! suruh baca aja yah," pintaku sambil tersenyum kearahnya.
"Ye! bisa aja nih anak merayu! sayangnya kalau ada maunya doang tapi," cibirnya sambil sibuk membolak - balikkan amplop tersebut.
"Je..! mau bantuin gak sih?" sewotku yang langsung membuatnya bergegas menuju kursi paling belakang yang paling pojok.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Hai Kaka semuanya... 🤗
Makasih udah mau like, komen, ranting hadiah bahkan tak segan - segan memberikan Vote pada karya Star ya... Star sangat senang atas kebaikan Kaka semuanya... 😆
__ADS_1
Semoga Kaka Sehat selalu ya... 😇