
"Hartika! Hartika kamu dimana Hartika?" ucapnya lemah.
Aku mulai kasian melihat kondisinya.
"Tenanglah!" ucapku.
Lalu ia terbangun saat mendengar suaraku, ia mulai duduk dari tempatnya berbaring dan saat melihat kearahku matanya jadi berbinar. Karna merasa sangat senang ia langsung memelukku erat.
"Hartika! akhirnya aku bisa menemukanmu!" ucapnya bergetar.
Brago yang tak suka melihat kelakuan pria itu langsung menyongkel tubuhnya sambil berkata - kata "mas apa - apaan sih! main pelak peluk aja, kamu pikir Aisyah ini guling kamu apa?" kesalnya.
Aku masih terkejut melihat kelakuan pria ini, dengan hati - hati aku langsung berusaha melepaskan tangannya dari tubuhku sehingga ia jadi terlihat sangat bingung.
"Kamu tidak lagi bercanda kan Hartika? masak namamu Aisyah? jangan - jangan kemarin kamu menipuku ya?" tanyanya.
Aku hanya tersenyum sambil berkata lembut "maaf ya! aku ini Aisyah bukannya Hartika, aku tadi melihat mu terdampar dipinggir pantai lalu aku menyuruhnya untuk membawamu kepadaku." jelasku.
"Tidak mungkin! wajah kalian sangat mirip! tapi benar juga sih! karna aku melihat ia sedang mengambil ramuan didasar lautan dan ia pun langsung ditangkap oleh sang gurita. Tapi aku akhirnya berhasil menyelamatkan ramuan itu agar tidak pecah, sayangnya aku tidak berhasil menyelamatkan Hartika." ceritanya sedih.
"Tidak mungkin! sebenarnya kau ini siapa?" tanya Brago mulai penasaran kepadaku, hingga akhirnya tiba - tiba saja tubuhku mulai terlihat memudar seperti ingin menghilang.
"Kamu kenapa Aisyah?" tanya Alika dan Aira mulai panik.
Dan pada saat itu tiba - tiba Brago berkata "tidak usah kau jelaskan, sepertinya aku pernah melihat jurus ini." ucapnya sambil menatap nanar kearahku.
Ia pun mulai mendeteksiku dengan kekuatannya yang telah sedikit memulih.
"Aku tau kamu adalah bagian dari tubuh Aisyah! kamu sengaja membiarkan tubuh aslimu untuk mengambil ramuan itu, dan ia tubuh aslimu mulai menyuruhmu untuk membantunya agar menjadi dirinya." jelasnya hingga akhirnya aku pun menyuruhnya untuk diam.
__ADS_1
"Nah! 🤣 ini dia sosoknya saat menyamar menjadi Hartika." 😇
“Tolong cepat berikan ramuan itu kepadaku, aku tidak punya waktu lagi! karna tubuhku tak lama lagi akan menghilang dan aku harus masuk kembali kedalam tubuh asliku untuk menambah kekuatannya.“ pintaku.
Tanpa pikir panjang Ahmar langsung membantuku untuk miminumkan ramuan tersebut, hingga akhirnya tubuhku pun melayang.
“Maafkan aku teman – teman! aku harus lebih dulu sampai ke Istana untuk mengetahui keadaannya, kalian tidak perlu memperdulikan aku lagi. Aku harap kalian mau pulang saja, aku tidak apa – apa kok! tepat jam dua belas malam dihari ulang tahunku ini aku akan berubah kembali ketubuh asliku, kalian pasti sudah tau kan asalku dari mana? dan siapa aku sebenarnya." beritahunya.
"Aku harus membantu ayahanda dan ibundaku, aku sengaja membelah diriku karna aku ingin memperlambat langkah kaki kalian dengan permainan hutan Hartai itu. Tubuh asliku yang merencanai ini, jadi walaupun kalian terluka rasa sakitnya hanya pada tempat itu saja. Tapi apa bila kalian telah keluar dari tempat itu kalian pasti akan sembuh seperti sedia kala."
"Ia membuat permainan bukan untuk menyakiti kalian, aku harap kalian mau memanfaatkan tubuh asliku yang telah ditangkap itu dan kamu! aku masih tidak bisa mengingat siapa kamu, walau pun aku telah meminumnya karna yang pertama berhak mengingatnya adalah tubuh asliku dan itu hanya akan terjadi pada jam yang telah ditentukan. Jadi untuk sekarang aku belum bisa mengingatnya, kamu tidak perlu bersedih! aku tau kamu pasti orang yang istimewa baginya,“ tebaknya sambil melihat kearah Ahmar.
“Jadi Hartika itu-“ ucapannya terpotong.
“Dugaan mu benar! Hartika itu adalah tubuh asliku, namanya yang sebenarnya adalah Hamra bukan Hartika dan bukan Aisyah!“ jelasnya lalu langsung menghilang.
“Tidak jangan pergi Hamra! jangan tinggalkan aku lagi Hamra! aku sangat merindukanmu!“ ucapnya mulai menangis sambil menundukkan kepalanya.
Brago pun langsung menghampiri Ahmar.
“Sudah! kini tidak ada lagi waktu untuk bersedih! ayo kita bantu Hamra! kamu pasti tidak akan rela kalau dia kenapa – napa disana kan?“ ucapnya.
Ahmar langsung tersadar ketika mendengarkan kata – kata dari Brago, ia kini bangkit dari duduk nya dan mulai berdiri dengan tegap.
“Ya kamu memang benar! aku yang sangat lemah dan masih penakut!“ reaponnya sedih.
“Tidak! kamu sebenarnya berani!“ ucap Brago.
“Kenapa kau bisa berkata seperti itu?“ tanya Ahmar bingung.
“Aku tau karna bisa merasakan aura lain dari tubuhmu,“ jawab Brago mulai serius.
__ADS_1
"Sebenarnya dayang yang pertama kali kamu temui itu telah dipengaruhi oleh orang jahat yang menculik ayahanda dan ibundamu! lalu kamu dihipnotis agar dapat menjadi orang pengecut!" beritahunya.
"Supaya kamu tidak akan menyusul mereka dengan alasan yang diberitahukan bahwa orang tuamu tidak mengizinkanmu pergi, padahal mereka tidak pernah berkata begitu. Mereka bahkan ingin berkata hal yang lain tapi tak bisa untuk memberitahukannya kepadamu,“ jelasnya.
Ahmar sangat terkejut ketika mendengarkan kata – kata dari Brago.
“Bagaimana kamu tau?“ tanyanya lagi.
“Aku tidak bisa menjelaskannya, karna hal itu aku ketahui sendiri dengan membaca bayangan kesedihan yang ada dalam dirimu. Satu – satunya cara memusnahkannya adalah dengan memakan sebuah ceri hitam,“ jawab Brago
Lalu Brago mengambil sebuah ceri yang ada didalam tasnya dan mulai meletakkannya diatas tangan Ahmar.
Ahmar langsung memakannya. Setelah itu ia akhirnya kembali seperti semula menjadi seorang pria yang berwibawa dan tak mudah mengeluarkan air mata.
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
Jadi bagaimana sekarang?
Bagi pendukung hubungan Aisyah dan Brago!
Apakah kalian masih berpihak pada Brago atau Ahmar? 😏
Menurut kalian siapakah yang nantinya bersama Aisyah?
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Hai Kaka semuanya... 🤗
Makasih udah mau like, komen, ranting hadiah bahkan tak segan - segan memberikan Vote pada karya Star ya... Star sangat senang atas kebaikan Kaka semuanya... 😆
Semoga Kaka Sehat selalu ya... 😇
__ADS_1