Misteri Dua Cincin Dibalik Runtuhnya Istana Andalusia

Misteri Dua Cincin Dibalik Runtuhnya Istana Andalusia
Part 32


__ADS_3

     Malam sudah mulai larut, semua orang sudah hampir tertidur.


     “Kalian mulai mengantuk yah?“ tanyaku karna merasa kasihan melihat mereka.


     “Iya nih Aisyah! kami ngantuk banget nih! “ jawab mereka sambil menguap.


     “Ya sudah! aku mohon sama kalian untuk tidak menyentuk tangkai pisang nya entah itu yang diatas, tengah atau pun bawah,“ pintaku.


    “Memangnya kenapa Aisyah?“ tanya Rendi.


     “Nanti kalian akan mengerti sendiri,“ jawabku.


     Mereka pun langsung melakukan apa yang aku perintahkan lalu aku menghitung mereka yang berjumlah lima orang dengan diriku.


     Setelah meminta pisau pada cincinku dan saat aku ingin menggores sedikit batang pisang itu Aira yang keliatan panik langsung mencegahku.


     “Aisyah jangan! apa yang ingin kamu lakukan? apakah kamu ingin memotong semua dahan pisang itu? lalu kami gimana nanti?“ tanya nya.



"Ini adalah pisau yang dipinta Aisyah pada cincin." ☺️


   


    “Iya Aisyah! nanti kami pasti jatuh dan nyawa kami melayang deh! serem amat sih,“  sambung Rendi.

__ADS_1


     “Apakah kamu sakit Aisyah?“ ucap Alika ikut bertanya.


     “Hei teman – teman! jangan – jangan itu bukan Aisyah lagi! tapi itu monster atau yang lebih parah lagi moster itu mungkin udah masuk dalam tubuh Aisyah, bener gak? bener gak? bener gak? benerlah! masak enggak. Ih ngeri banget nih! aku pergi aja yah? lebih baik aku terbang sendiri walau pun capek gak papa dari pada harus mati konyol,“ ucap Brago mulai merasa begitu ngerinding.


   “Jeh! mentang – mentang kamu bisa terbang kamu malah ninggalin kami, itu gak best friend namanya lutem.“ protes Aira.


     “Ni bocah apa lagi coba lutem lutem lutem lutem,“ geram Brago.


    "Dasar kamu mah! gak gaul sih! makanya kamu tuh jadi orang harus gaul sikit kayak simanis ini,“ ucap Aira.


     “Dasar nyebelin!“ cibir Brago.


    “Lutem itu lupa temen tau! dasar bodoh kamu yah,“ jawabnya mulai ikut jengkel.


     “Tunggu dulu deh! kayak nya aku gak pernah dengar tuh yang namanya lutem dalam bahasa gaul," pikir Brago.


    Aira yang tak terima dengan ucapan Brago langsung memberikan serangan berupa tinjuan dengan tangan kanannya yang hampir saja mengenai wajah Brago.


    Syukurlah aku ternyata berhasil menahan tangan Aira dan membuatnya sedikit meronta kesakitan dan memintaku untuk melepaskan tanganku dari pegelangan tangannya.


     ”Kalian kenapa sih? kerjaannya berantem mulu!“ ucapku yang mulai merasa kesal dengan tingkah mereka.


     “Kalian bisa tenang gak sih? aku ini bukan monster atau yang sedang ditakuti selain monster! aku hanya memberi sedikit goresan, aku berniat untuk membagi sama besar bagian batang ini menjadi lima goresan hingga besarnya sama dan ketika selesai aku ingin membuat kamar didalamnya satu persatu untuk kalian." jelasku.


     "Tapi kalian malah berpikiran buruk untukku, gimana sih kalian? kita kan teman! dan sebagai seorang teman tidak mungkin ingin mencelakai temannya sendiri, karna yang namanya teman itu yang selalu peduli kepada kita pada waktu suka dan duka. Tapi ada juga yang pada saat duka saja, itu baru teman sejati.“ sambungku.

__ADS_1


     Mereka pun mulai meminta maaf, hingga saking kesalnya air mataku hampir saja terjatuh.


     Apakah kalian sempat berpikir hal yang sama seperti teman Aisyah?


    Kini aku mulai berkerja kembali.


     “Jadilah kamar,“ ucapku lalu batang kayu tersebut langsung berubah menjadi lima pintu.


     Mereka semua pun tercengang melihat aksiku.


     “Nah kawan! kamar kita sudah siap,“ ucapku sambil mengulurkan sebelah tanganku kepada mereka.


     Mereka pun langsung datang menghampiriku dengan pertanyaan yang masih tersimpan didalam memori mereka.


     Aku membaca apa yang ada di kepala mereka, ternyata mereka ingin bertanya bagaimana cara mereka masuk melalui pintu yang sangat kecil ini. Karna pintu tersebut hanya berukuran sedikit potongan yang memisahkan pintu satu dengan pintu lainnya.


    “Baiklah kawan –kawan! kalian tidak perlu bingung! cukup kalian buka saja gagang pintu yang kecil itu, lalu dalam sekejap kalian akan tersedot masuk kedalam dan tubuh kalian pun akan ikut mengecil dengan sendirinya.“ terangku.


    Saat mereka mencoba membuka pintu tersebut dengan hati - hati, benar saja! tubuh mereka langsung tertarik masuk kedalamnya dengan kondisi pintu yang tertutup kembali.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Hai Kaka semuanya... 🤗


Makasih udah mau like, komen, ranting hadiah bahkan tak segan - segan memberikan Vote pada karya Star ya... Star sangat senang atas kebaikan Kaka semuanya... 😆

__ADS_1


Semoga Kaka Sehat selalu ya... 😇


__ADS_2