Misteri Dua Cincin Dibalik Runtuhnya Istana Andalusia

Misteri Dua Cincin Dibalik Runtuhnya Istana Andalusia
Part 41


__ADS_3

     Aku pun langsung mendarat kembali.


     “Kamu tidak apa – apa Aisyah?“ tanya Aira cemas lalu langsung menghampiriku sambil melihat luka yang menganga besar ditanganku.


     “Tenang saja Aira, aku tidak apa – apa.“ jawabku sambil menahan perih.


     Lalu aku langsung menyembuhkan luka ku dengan kekuatanku sendiri, akhirnya sedikit demi sedikit luka tersebut menghilang.


     “Alhamdulillah! akhirnya luka ku pun hilang, jadi rasa perihnya jadi tak terasa lagi.“ ucapku sambil tersenyum.


     Setelah menyembuhkan diriku sendiri, aku pun langsung menyembuhkan teman – temanku yang terkena luka bakar.


Saat kondisi kami kembali membaik, dengan sigap kami mulai berjalan kearah bendera yang terakhir.


     Bendera itu berwarna hijau, lalu aku pun langsung membaca kertas terakhir itu dengan sangat lantang “ambillah tujuh bola kristal yang berada didalam perut naga kristal."



             "Inilah bendera hijaunya." 😁


     “Kawan – kawan! kita harus sangat berhati – hati! karna naga kristal bukanlah sembarang naga! jika kita terkena semburan api kristalnya kita akan beku, retak lalu hancur berkeping – keping! kalian tau kan ini permainan terakhir?" tanyaku.


     "Bersyukurlah karna kita dapat menyelesaikan dua tantangan. Ini adalah tantangan yang terakhir, dan apa bila kita gagal kita tidak akan bisa mengulangnya lagi. Jadi aku mohon agar kalian berhati – hati, karna aku sangat tidak ingin jika kalian semua terluka. Sekarang mari kita meminta pertolongan kepada Allah SWT dengan cara berdoa.“ ajakku.


     Kami mulai mengangkat tangan kami keatas dan setelah berdoa kami langsung masuk kedalam gerbang tersebut.


    Sesampai didalam suasana terasa begitu gelap, tidak ada cahaya sedikit pun. Kami ternyata sedang berada didalam sebuah goa, saat kami keluar dari goa baru sedikit cahaya mulai menerangi kami semua.


     Dari kejauhan kami bisa melihat naga tersebut sedang terbang kesana kemari diatas danau yang sangat indah. Kami pun perlahan – lahan mulai mendekati naga tersebut dan pada saat yang bersamaan kami menarik anak panah agar meluncur kearah naga.


__ADS_1


      "Inilah danau yang indah itu." 😆



      "Perkenalkan! ini sang naga." 🤗


     Tapi ternyata tidak berbekas apa – apa, malahan sang naga jadi menyadari keberadaan kami. Ia sangat marah dan langsung mengejar kami sambil menyemburkan api kristal yang terdapat didalam mulutnya.


     “Pedang kilat!“ ucapku lalu langsung terbang kearah naga dan mulai menusuk kearah perutnya.


     Setelah berhasil menusuknya aku  langsung melemparnya ketanah, naga itu mulai merintih kesakitan.



     "Pedang ini yang Aisyah gunakan."


    "Maafkan aku naga, aku tau sebenarnya kau tidak terlalu jahat tapi maafkan aku.“ ucapku lalu langsung berkata “pedang es  membeku!" lalu mulai menusuk kembali perut naga yang pedangnya tadi sudah kucabut.


     Setelah semuanya membeku, aku hanya menyairkan bagian yang diperutnya saja agar mudah untuk kurobek dagingnya hingga akhirnya aku pun berkata “tujuh kristal keluarlah."


     Tujuh kristal itu pun keluar dan masuk kedalam tas Brago yang berisi barang – barang yang perlu kami dapatkan, karna sangat lemas aku terjatuh dan tak sadarkan diri.



      "Inilah gambar tujuh bola kristal."


     Naga tersebut pun lenyap dan hilang entah kemana, gerbang terakhir  juga sudah tak terlihat lagi lalu didepan kami langsung terlihat lautan yang sangat luas dan indah.


     “Akhirnya kita berhasil!“ ucap Brago mulai puas dengan kerja keras kami.


     Brago dengan sedikit kekuatannya yang tersisa mulai mencoba menyembuhkanku yang masih tak sadarkan diri, hingga akhirnya aku pun mulai sadar kembali.

__ADS_1


     Aku dapat merasakan tubuhku yang sedikit membaik dan lukaku pun telah sembuh, aku kini merasa sangat bahagia karna dapat melihat lautan yang sangat indah ini.


     Dari kejauhan aku melihat sesosok tubuh terdampar dipinggir pantai.


     “Kawan – kawan coba kalian liat kesana deh! apakah aku tidak salah liat? itu orang apa bukan sih?“ tanyaku sambil menunjukkan sosok yang ku maksud dengan jari telunjukku.


     Mereka yang awalnya sedang asyik melihat keindahan laut, kini matanya jadi tertuju pada sosok yang aku perlihatkan.


     "Tolong bantu dia," pintaku.



          "Seperti inilah pemandangannya."


     "Tapi kekuatanku sudah habis Aisyah, aku masih memerlukan waktu yang lama untuk memulihkannya." ucap Brago lalu menunggu jawabanku.


     "Tidak apa - apa! aku sudah sehat kok Brago. ingat! selagi kita masih bisa membantu hambanya Allah maka bantulah! karna jika kita membantu hambanya maka Allah pun pasti akan membantu kita," ucapku yakin.


     "Aku salut denganmu Aisyah! walau pun kondisimu masih belum membaik, tapi kamu masih mau untuk membantu orang lain!" puji Brago.


     "Bukan apa - apa kok Brago! cepat! tolong bawa dia kepadaku," pintaku lagi lalu Brago pun menuruti permintaanku.


     Kini ia mulai meletakkan sosok tersebut dihadapanku.


     Aku pun menggunakan sisa tenagaku untuk mengobatinya, dan setelah aku mengobatinya dengan kekuatanku akhirnya kelopak matanya mulai bergerak - gerak.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Hai Kaka semuanya... 🤗


Makasih udah mau like, komen, ranting hadiah bahkan tak segan - segan memberikan Vote pada karya Star ya... Star sangat senang atas kebaikan Kaka semuanya... 😆

__ADS_1


Semoga Kaka Sehat selalu ya... 😇


__ADS_2