
Setelah makan kami semua mulai berjalan kedepan Istana. Disana terdapat dua buah mobil putih yang sangat mewah, yang berada dibagian depan itu untuk Ratu Isabel dan Raja Ferdiand juga untuk Eris bella.
"Nah, 🤣 inilah mobil putihnya." 😋
Sedangkan yang dibelakang itu untuk guru dan teman – temanku yang dari Indonesia. Tapi aku heran kenapa mobilnya cuma dua, terus untuk Kerajaan batu karang mana agar menuju lautan?
“Tidak usah heran! kaka dan keluarga kaka masih menginap disini untuk membantu proses perbaikan di Andalusia ini! jadi gak usah pasang wajah bingung begitu, gak lucu tau diliatnya.“ beritahunya yang seakan – akan tau apa yang aku pikirkan.
“Ih! nyebelin banget!!! kak Ahmar masih nginap! tapi gak papa lah, setidaknya aku bisa belajar Menungga Kuda dan Memanah bersamanya.“ batinku sambil senyam senyum sendiri.
“Kenapa tuh nyengir – nyengir sendiri? pasti Hamra senang kan karna kaka tetap ada disini? kaka kan ganteng.“ ucapnya percaya diri sambil merapihkan kerah bajunya.
Aku pun langsung memandang malas kearahnya, karna baru kali ini ia melihat pria sepede kak Ahmar yang bisa – bisanya berkata seperti itu dihadapannya.
Kalau dulu waktu di Indonesia gak ada pria yang berani mendekatinya, menjahilinya, apa lagi menggodanya didepan mata. Karna mereka tak mau mencari masalah dengannya yang akan dihadiahi tendangan mematikan yang membuat mereka jadi terpental beberapa meter.
Aisyah sangat jarang tersenyum kecuali dengan teman – teman terdekatnya. Ia pun tidak akan segan – segan mengancam orang yang menyakiti temannya hingga langsung membuat nyali musuh menciut.
Jika mereka masih tetap keras kepala berarti mereka memilih jalan yang salah karna masuk kekandang singa.
Tapi tetap saja masih ada satu orang yang menggangguku karna aku sangat pendian waktu kelas satu SMA, yaitu Yogi. Aku hanya mampu mendiamainya saja, entah mengapa aku masih ada rasa kasian dengannya jadi tidak dulu memperlihatkan kegaranganku.
Aku hanya memperlihatkan kebengisanku didepan orang yang mencari masalah dan tidak pernah didepan umum, jadi mereka semua masih mengira bahwa aku gadis yang lembut dan imut.
“Uh! capek yah kalau punya kaka geer kayak kaka! bisa sakit kepala barbie,“ responku sambil memegang kepalaku.
Ahmar yang gemas melihat tingkah ku langsung mencubit batang hidungku.
“Aduh kaka!” seruku.
__ADS_1
“Apaan sih main cubat cubit aja, kayak tangan kepiting! kepiting aja gak kayak gitu!“ rengekku sambil megelus pelan hidungku yang sedikit merah.
“Makanya jadi orang jangan gemesin mulu! gini deh jadinya,“ ucap Ahmar sambil terkekeh pelan.
“Orang lagi pusing dibilang gemes, gimana sih? emangnya aku ini mie gemes! dasar kaka aneh!“ dengusku lalu langsung berlari kearah Eris yang hampir masuk kedalam mobil.
“Eris nih!“ ucapku sambil menyodorkan ponsel yang mereknya mirip apel yang yang abis digigit.
Eris pun mulai menerimanya dengan senang hati sambil terus tersenyum dan langsung memelukku dengan erat.
"Inilah ponsel yang Eris dapatkan."
“Makasih ya Hamra! aku bersyukur banget punya temen yang baik kayak kamu!“ ucap Eris dalam pelukannya.
"Aku juga! sekarang ponsel kita mereknya sama, didalam ponsel kamu udah ada nomor aku yah?“ beritahuku sedikit berbisik ditelinganya.
"Hamra! Hamra! Hamra!" panggil seseorang dibelakangku.
Siapa lagi kalau bukan teman - temanku yang berasal dari Indonesia, mereka mulai melambaikan tangan kearahku.
Kini aku menghapus aliran mataku dan tanpa menunggu waktu lama kakiku sudah melangkah dan berhenti dihadapan mereka. Mereka langsung memelukku dengan sangat erat.
"Kami pasti akan merindukanmu Hamra! jangan lupa hubungin kami yah?" peringat Alika mulai berkaca - kaca.
"Iya jangan lupa yah?" sambung Aira.
Aku jadi tegang saat Brago mulai mendekat kearahku.
"Aisyah makasih yah! karna kata - kata mu aku jadi sadar, sekarang kamu gak usah khawatir lagi karna aku udah jadian sama Aira. Nanti aku ceritain deh dihp dan Insya Allah aku dan Aira akan menikah selang tiga hari setelah acara pernikahan Rendi dan Alika. Coba ketikkan nomor kamu! nanti tinggal aku kirimin ke mereka," pinta Brago sambil menyerahkan ponselnya kepadaku.
__ADS_1
Aku menerimanya dengan senang hati.
"Lho! bukannya kalian sudah punya nomorku ya?" ucapku sambil berpikir dan mereka yang mendengarnya jadi tertawa.
"Oh iya ya!" respon Brago.
"Dasar Brago!" sambung Aira.
"Kalian kenapa gak ingatin aku sih?" geram Brago merasa malu.
"Hahaha! kami kan lupa juga," ucap mereka secara bersamaan lalu aku mengembalikan ponsel Brago kembali.
"Oh iya! Hamra aku mohon jaga Ahmar yah! jangan sakitin hatinya, sepertinya dia tulus kayaknya cinta sama kamu." ucap Rendi sambil tersenyum menggoda lalu mengkedap - kedipkan matanya kearahku.
Aku sangat tertegun mendengarkan kata - kata Rendi.
"Ia benar! aku juga berharap semoga kamu baik - baik yah sama Ahmar! kayaknya Ahmar emang tulus cinta sama kamu Hamra. Jadi jangan sampai kamu menyesal nanti jika tidak dapat membahagiakannya dan ditinggalinya cuman gara - gera egomu!" ucap Brago sambil menasehatiku lalu tersenyum manis dan aku hanya mengangguk sambil membalas senyumannya.
"Baiklah kami pergi dulu yah!" sambung Brago mulai mewakili suara yang lain.
Setelah menepuk pundakku beberapa kali Brago lalu masuk kedalam mobil, guru hanya tersenyum melihatku dari dalam mobil sambil melambaikan tangan kearahku.
"Guru jangan lupa mampir kesini lagi yah!" seruku sambil membalas lambaian tangannya.
Akhirnya mobil itu pun langsung menyusul mobil Ratu Isabel dan Raja Ferdiand juga Eris bella untuk menuju bandara walau beda arah penerbangan.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Hai Kaka semuanya... 🤗
Makasih udah mau like, komen, ranting hadiah bahkan tak segan - segan memberikan Vote pada karya Star ya... Star sangat senang atas kebaikan Kaka semuanya... 😆
__ADS_1
Semoga Kaka Sehat selalu ya... 😇