
Sebelum semuanya masuk kekamar aku sempat berkata kepadanya untuk mengobrol sebentar walau mungkin nantinya akan sangat lama. Ia hanya mengangguk, aku tanpa meminta persetujuannya langsung menarik tangannya dan mulai membawanya kelantai paling atas Istana.
"Inilah taman Istana nya." ☺️
Aku jadi sangat senang karna malam ini dipenuhi oleh bintang – bintang yang sangat indah. Kami pun duduk dikursi kosong yang ada ditempat itu, gedung paling atas ini adalah taman mini yang sangat indah.
"Seperti inilah pemandangannya."
“Ngomong – ngomong! kenapa anda mengajakku kesini?“ tanyanya.
“Kok anda sih? masak baru beberapa menit yang lalu diberi tahu kamu sudah lupa,“ dengusku.
Ia pun hanya tersenyum.
“Iya maaf! namanya juga manusia, tapi boleh gak kamu ganti aja wajahmu kewajah dulu kalau lagi ngomong sama aku? aku sepertinya lebih nyaman berbicara dengan wajah palsumu.“ pintanya.
“Tentu saja!“ ucapku lalu mengganti wajahku kembali dan terlihat lah aku sedang memakai pakaian serba putih dengan jelbab putih pula yang menutupi rambutku.
"Gamis inilah yang gunakan." 😉
“Aisyah!“ ucapnya senang lalu mulai memelukku.
__ADS_1
Aku hanya memakluminya karna dia adalah sahabatku.
“Eris bella aku ingin jujur sama kamu! walau pun kamu udah tau siapa aku sebenarnya, tapi kamu pasti masih tidak nyaman dengan wajah asliku." ucapku.
Aku pun mulai menceritakan semuanya dan saat mendengarnya ia jadi sangat terkejut dan memahami kepergianku yang telah lama hingga tak mempunyai waktu untuk bermain bahkan untuk bersekolah.
"Jadi apakah kau akan marah kepada ayahanda dan ibundaku karna makhluk itu masuk ketubuh mereka?“ tanyanya.
Aku hanya menggeleng ketika mendengar pertanyaan sahabatku.
"Kita memang beda agama Eris bella, tapi syukurlah saat kau dibuang kau tetap mendapatkan orang tua pengganti yang juga satu agama denganmu, jadi kau tidak akan terlalu bingung cuman karna di Indonesia banyak mayoritasnya beragama islam. Hingga kamu mampu setiap hari mendengar azan, aku yakin karna itu hatimu sudah terketuk sedikit akibat merasa nyaman dengan alunan itu.“ jawabku .
“Sebenarnya aku juga rindu dengan orang tua angkatku! apakah kau tidak merindukan mereka juga?“ tanyaku.
Ia hanya menunduk lalu kembali menatapku dengan lekat, matanya mulai berkaca – kaca.
Aku sangat bahagia mendengar jawabannya, jawaban itulah yang sangat aku harapkan.
“Jadi apakah kamu mau kembali ke Indonesia?" tanyaku.
“Untuk apa?“ responnya balik tanyanya.
“Ih Eris! katanya kamu rindu! kok tanya lagi kenapa sih?“ dengusku kesal lalu ia langsung mencubit pelan pipiku sambil tertawa.
“Emangnya kamu mau aku bilang apa hah?“ tanyanya lagi.
“Eris kamu gimana sih? kita kan masih sekolah, jadi aku ingin mengajakmu untuk melanjutkan sekolah kita disana! biar kita bisa seru – seruan lagi dan mulai mengejar materi yang sudah lama tertinggal, hingga kita jadi tak terlalu terbeban karna melakukannya bersama – sama.“ jelasku.
__ADS_1
“Yang banyak ketinggalan kan kamu! kok malah aku yang harus ikut – ikutan kejar materi,“ protes Eris yang mulai terkekeh pelan mendengar kebodohanku.
“Oh iya!“ ucapku malu sambil menyembunyikan wajahku yang pipinya sudah berbeda warna.
“Dasar Aisyah! jujur aja napa sih? kalau kamu itu sebenarnya gak bisa jauh – jauh dari aku kan? kamu pengennya aku dekat terus kan sama kamu? kayak magnet yang bertemu besi walaupun telah dipisahkan mereka akan tetap bersatu kembali.“ goda Eris yang berhasil membuatku jadi tak mampu lagi membendung rasa maluku.
Aku langsung menggelitiki tubuhnya yang terus saja bergerak kesana kemari karna menahan geli.
“Lagian gak peka sih! cape tau karna aku harus jadi orang yang pekain kamu mulu!“ ambekku sambil mengembungkan pipi yang membuat eris tertawa riang melihat kelucuan tersebut.
“Isss! Eris kok kamu malah ketawa sih? aku lagi nagambek tau, apanya yang lucu?“ tanyaku kesal.
“Pipi kamu tuh kaya balon udara yang hampir kehabisan udara,“ ledek Eris yang langsung membuatku berhenti melakukan hal itu.
“Jadi gimana jawabanmu? apakah kamu mau? kalau gak mau gak papa sih! biar aku aja sendiri gak apa -apa kok, lagian nanti kan aku bisa dapet teman baru!“ ucapku kesal.
“Yang bener bisa lupain seorang Eris yang cantik dan baik ini? gak dijual dimana – mana lho! anak raja lagi,“ godanya.
“Cih! siapa peduli,“ decakku sambil melipat kedua tanganku di bawah dada lalu menegakkan tubuh setelah bangun dari kursi.
Aku pun hendak beranjak pergi dengan perasaan campur aduk bak gado – gado, hingga akhirnya saat kaki ku hendak menuruni tangga seseorang mulai menarikku kedalam pelukannya.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Hai Kaka semuanya... 🤗
Makasih udah mau like, komen, ranting hadiah bahkan tak segan - segan memberikan Vote pada karya Star ya... Star sangat senang atas kebaikan Kaka semuanya... 😆
__ADS_1
Semoga Kaka Sehat selalu ya... 😇