
Kini jam telah menunjukkan pukul 09.00 WIB. Aku yang sudah siap dengan baju gaun pemberian orang tuaku dan Iqlima kini sedang terduduk diatas kasur empukku sambil menunggu sms dari Ahmar.
“Lama banget sih!“ batinku.
Tiba – tiba sebuah sms masuk kedalam ponselku, dengan penuh semangat aku pun langsung membuka ponselku dan membacanya.
- Ahmar -
Berjalanlah kebelakang Istana dan temukan botol kaca yang didalamnya terdapat kertas berwarna merah.
Aku dengan sigap menuju kesana, sesampai disana aku mulai mencari botol tersebut. Tak perlu menunggu waktu lama aku sudah berhasil menemukannya dibalik semak – semak.
"Seperti inilah gambar botol yang didalamnya kertas merah." 😉
Aku pun mengeluarkan ketas yang ada didalam botol itu, saat aku membaca tulisannya aku hanya tersenyum.
Senyumanmu adalah obat penenang bagiku, marahmu adalah senjata yang menyadarkanku. Kau tau? aku sangat mencintaimu.
Tiba – tiba sebuah sms masuk lagi.
- Ahmar -
Jika kau sudah mendapatkan botol itu, jalanlah lurus kedepan dan jangan berbelok sedikit pun.
Aku kini berjalan sesuai arahan, mataku mulai berbinar saat melihat lilin warna - warni yang terus menyala disepanjang jalan. Lilin itu berada diseblah kanan dan kiriku, seperti sebuah jalan berukuran sedang.
"Inilah lilin yang dilihat Hamra."
Sebuah sms masuk lagi, aku pun membacanya.
- Ahmar -
Ikuti saja nyala cahaya lilin itu.
Aku mulai mengikutinya sehingga sampai lah aku disebuah danau dan aku sangat terkejut saat melihat pinggiran danau tersebut, ada sebuah tumpukan bunga mawar yang tumbuh dan bentuknya seperti love.
"Seperti inilah bunganya jika kita melihatnya dari dekat." 😊
__ADS_1
"Inilah cahaya lilin yang dikuti oleh Hamra." 😊
Dipinggirnya terpasang lampu kerlap kerlip yang sangat indah untuk memperjelas bentuknya, sebuah papan sasaran yang berbentuk bulat menempel disebuah pohon.
Didalamnya berisi kertas berwarna merah. Ada yang berbentuk love, ada yang berbentuk retakan love dan juga awan hitam dengan sebuah petir dibawahnya.
"Lampu ini yang Ahmar gunakan."
Sebuah pesan masuk lagi kedalam ponselku.
- Ahmar -
Carilah kertas ditumpukan bunga mawar itu, kertas itu berwarna kuning.
Aku pun mencarinya dengan susah payah karna terselip dengan bunga mawar merah lainnya, akhirnya aku menemukannya dan membacanya.
Assalamualaikum hamra
Aku menagih jawabanmu sekarang! jika kau memang mencintaiku, maka petiklah salah satu bunga mawar itu dan letakkan di air danau. Tapi jika tidak, maka petiklah salah satu bunga mawar itu lalu cabutlah kelopak mawarnya hingga tak tersisa.
Jika love, berarti kau menerimaku. Jika love yang retak berarti kau ragu – ragu, tapi jika awan dengan petir berarti kau menolakku.
Aku pun mengucapkan Bismillah sebelum memilih dan dengan penuh keyakinan aku langsung memetik satu bunga mawar merah dan meletakkannya di air, kemudian aku mengambil busur panah lalu langsung menancapkannya di bentuk love.
“Terima kasih telah menerimaku,“ ucap seseorang dibelakangku.
Aku yang masih memegang busur panah langsung melihat ke asal suara dalam keadaan terkejut.
Saat aku membalikkan badan, tanpa ku sadari tatapanku mulai bertemu dengannya.
“Kaka,“ ucapku gugup.
“Iya Hamra! ini aku,“ responnya sambil membantuku untuk berdiri karna saat memanah aku dalam keadaan satu lutut mencium tanah.
“Kau terlihat sangat cantik dengan gaun ini,“ pujinya yang langung membuat pipiku merona.
“Benarkah?“ tanyaku tak percaya dengan jantung yang masih berdebar begitu kencang.
“Apakah nadaku terlihat becanda?“ responnya balik bertanya lalu mendekatkan wajahnya kewajahku.
__ADS_1
Kini jarak antara wajahku dan wajahnya hanya beberapa inci saja. Aku langsung beku sesaat dan saat tersadar aku mulai menjauhkan wajahnya dari hadapanku dengan cara mendorong tubuhnya.
“Kenapa kau mendorongku?“ tanyanya.
“Kau tau? kau hampir membuat jantungku copot,“ dengusku sambil melangkah menjauh darinya.
“Benarkah? apakah kau ingin aku melakukannya lagi?“ tanyanya yang langsung mendapat hadiah berupa tatapan tajam dariku.
Kini ia hanya terkekeh dan menghampiriku. Entah mengapa aku seperti tak ingin berhadapan dengan nya terlebih dahulu, karna aku ingin menenangkan diriku.
Kalau saja jantungku tidak berdenyut sekencang ini, pasti aku tidak akan menghidarinya.
Aku pun merasakan langkah seseorang yang mengikutiku.
“Ada apa?“ tanyaku akhirnya karna mulai risih dengan tingkahnya.
Ia hanya menundukkan tubuhnya dihadapanku sambil mengeluarkan sebuah kotak kecil berwarna merah.
“Apakah kau mau menjadi pendampingku?“ tanyanya yang membuatku mematung sesaat.
“Hamra!“ sambungnya lagi yang langsung menyadarkanku.
"Inilah gambar kotak tersebut."
“Sebelum aku menjawabnya untuk kedua kalinya setelah pembuktian tadi, bolehkan aku bertanya padamu?“ tanyaku yang langsung saja membuatnya terdiam.
“Kau ingin bertanya apa?“ tanyanya.
“Apa alasan kaka memilihku menjadi pendampingmu?“ tanyaku membuatnya bangkit dari posisinya.
Ia kini menyimpan benda itu kembali didalam saku jas hitamnya.
“Aku tidak akan menjawab itu di sini!“ responnya sambil menarik tanganku kesuatu tempat.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Hai Kaka semuanya... 🤗
Makasih udah mau like, komen, ranting hadiah bahkan tak segan - segan memberikan Vote pada karya Star ya... Star sangat senang atas kebaikan Kaka semuanya... 😆
Semoga Kaka Sehat selalu ya... 😇
__ADS_1