
Ahmar hanya mampu menutup kedua matanya bersiap untuk merasakan perih dari cakaran makhluk itu, tapi karna tak merasakan apa – apa ia jadi membuka matanya dan mendapatkan gadis yang ia cintai mulai bercucuran darah dipipi indahnya.
Sungguh sebuah pemandangan yang menyakitkan hatinya. Makhluk hitam yang melihat kelakuan gadis itu hanya tersenyum miring, ia sepertinya sangat puas.
“Kaka tidak apa – apa? tanyanya dengan pipi yang penuh darah.
Aku berusaha membuka lilitan itu dengan sihirku, tapi lilitannya malah melilit kembali. Usahanku sia – sia karna makhluk ini sangat kuat dan ahli dalam ilmu tumbuhan.
Disaat aku membelahnya, daun itu akan merapat kembali. Aku tak habis pikir. Orang tuaku juga orang tua Ahmar mulai khawatir begitu juga kaka ku, ia tak berhenti berdoa untukku.
Dalam keadaan seperti ini sangat sulit baginya untuk berpikir jernih, rasa perih mulai kurasakan tapi rasa kebencianku terhadap makhluk itu membuatku seperti mati rasa.
“Hahaha! rupanya kau kuat juga yah! padalah didalam hati udah kesakitan tuh!“ hinanya yang langsung membuat kobaran api bergejolak dari tubuhku.
Semua yang melihatku jadi sangat terkejut, mereka tak percaya bila aku bisa berubah seperti ini. Sebenarnya inilah yang kedua orang tuannya khawatirkan, karna jika api itu tidak bisa dikontrol maka ia akan memakan tubuh pemiliknya sendiri.
Tapi gadis itu merasa tak peduli, ia menahan rasa panas yang perlahan – lahan ingin menggrogoti dirinya sendiri.
“Hamra hentikan Hamra! sabar Hamra! ibunda mohon! ibunda gak mau kamu kenapa – napa!“ seru ibunda dengan berlinang air mata.
Aku yang mendengar seruan ibunda langsung saja menghampirinya dalam keadaan penuh amarah.
“Maafkan aku ibunda! hanya ini satu – satunya cara untuk membakarnya hidup – hidup dan aku rela mengorbankan diriku sendiri ibunda! aku sayang pada ibunda, aku mohon ridoilah aku! walau pun aku harus mati aku pasti akan terus mengingat ibunda.“ ucapku seketika tanpa menyentuhnya sedikit pun.
Ibunda tetap tidak dapat mencerna kata – kataku, ia sangat khawatir, rasanya ia ingin memeluk tubuh putrinya erat tapi rerumputan ini menghalangi keinginannya.
“Aku yang membebaskannya, jadi aku lah yang harus bertanggung jawab atas itu semua.“ sambungku mantap lalu terbang kearah makhluk itu.
Makhluk itu yang menyadari dirinya sedang terancam bahaya langsung saja menghindar, tapi aku tak akan pernah menyerah.
“Pedang api!“ ucapku lalu langsung memenggal lehernya hingga terpelanting jauh, tapi tak berapa lama kemudian leher itu bersatu kembali. Yang awalnya membuatku sedikit tenang kini sudah mulai tegang kembali.
"Inilah gambar pedang apinya." 😆
"Hahaha! kau pikir kau bisa mengalahkan ku semudah itu? oh tentu tidak!“ ucapnya angkuh lalu langsung membalas serangan ku.
Aku yang tak sempat menghindar jadi terpelanting kebawah. Pipiku yang berdarah kini telah kering karna terbakar api, rasa sakit dibagian punggungku mulai membuatku sedikit merasa ngilu akibat terbentur tembok Istana.
“Hamra!!!“ teriak mereka bersamaan.
__ADS_1
“Aku tidak apa – apa! aku akan berusaha menyingkirkannya untuk selamanya! kalian tidak perlu khawatirkan aku, mau bagaimana pun aku sebagai putri Kerajaan Andalusia kan terus berjuang.“ tekatku meyakinkan mereka.
Aku kini berusaha bangkit dan berjalan menghadap kearah makhluk itu.
“Masih ingin melawan yah? dasar keras kepala! sudah tau kamu itu lemah, tapi masih aja belagu.“ remehnya.
Aku tidak peduli, tidak ada cara lain! aku harus mengorbankan diriku sendiri.
Dengan langkah tertatih - tatih aku pun langsung mengeluarkan api yang sangat besar dari dalam diriku hingga membuatku jadi ikut terbakar.
Ahmar yang melihat tindakanku langsung meronta – ronta agar terlepas dari ikatan terlaknat itu, air mata mulai mengalir dari pipinya. Ia hanya mampu berteriak beberapa kali karna tak bisa dilepaskan.
“Maafkan aku hamra, aku memang bodoh! aku pikir aku cukup mampu untuk menolongmu, tapi nyatanya aku sangat lemah! kau yang bahkan selalu merelakan dirimu yang celaka sedangkan aku masih mematung dengan kebodohanku! kumohon jangan kau bakar dirimu sendiri."
"Seandainya kita bisa bertukar raga, biarlah aku yang menggantikan posisimu yang sangat terancam itu! aku rela mati demi kamu, kamu sudah banyak memberikan kenangan yang membuatku hidup kembali dan aku tak mau kenangan itu berakhir sampai disini."
"Aku tau kau memiliki jiwa pendendam yang sangat besar, tapi rasa sayangmu membuat dendam itu menjinak perlahan – lahan dan aku lah yang pertama kali mengetahuinya hingga aku jadi tertarik denganmu.“ batinnya beberapa kali hingga ia jadi terlihat semakin pucat.
Terlebih lagi Ibunda Hamra, ia terus saja menangis tanpa henti dan sang kaka hanya berusaha menenanginya dengan kata – kata agar ibundanya tak terlalu membawa beban. Tapi percuma, tidak ada yang berhasil menenangkannya.
Setelah cukup lama mengeluarkan api kebencian dalam dirinya hingga mampu membakar dirinya sendiri ia pun langsung bergerak cepat terbang kearah makhluk itu dan memeluknya dengan erat.
“Lepaskan aku bodoh! ini sangat panas, apakah kau sudah gila? kau hanya akan membunuh dirimu sendiri menjadi abu bila begini.“ ucapnya panik sambil meronta – ronta dalan dekapannya.
Kuku panjangnya sudah hangus terbakar.
“Rantai api pembelit!“ ucap Hamra dan rantai itu mulai membelit tubuh mereka berdua sesuai perintah lalu ia langsung membakar tubuh mereka hingga terlihat beberapa goresan.
Pakaian Hamra sudah mulai robek disana sini karna telah dilahap api, tapi karna kainnya terbuat dari bahan yang sangat bagus jadi agak begitu sulit untuk dilahap oleh simerah itu.
"Inilah rantai api yang dipinta." 😨
Dari langit turunlah seorang pria yang sangat tampan, pandangannya tertuju kearah seorang gadis yang sibuk merantai dirinya dengan makhluk itu. Ia langsung memusnahkan daun itu hingga meleleh dengan kekuatannya.
"Pangeran!“ ucap seorang wanita yang tak lain adalah kakanya Hamra.
Ia langsung berlari memeluk pria itu sambil menangis begitu deras. Pria itu tersenyum sambil membalas pelukan gadis yang akan menjadi calon pendamping hidupnya.
"Ada apa sayang? kenapa kau menangis hah?“ tanyanya.
__ADS_1
“Kamu sempat – sempatnya tenang dalam kondisi seperti ini,“ keluhnya.
“Maafkan aku!“ sambungnya yang langsung menghapus air mata gadisnya.
“Udah jangan nangis lagi! coba kamu ceritakan apa yang sebenarnya yang terjadi,“ pintanya lembut sambil mengelus pipi Aisyah.
Aisyah pun menceritakan semuanya, wajah pangeran Arfah yang awalnya lembut kini berubah menjadi sorot yang tak dapat diartikan. Terlihat jelas api kemarahan mulai berkobar – kobar dari dalam bola matanya.
"Assalamualaikum semuanya, 🤗 perkenalkan aku Arfah." 😊
“Dia lagi? ternyata dia belum puas juga dengan apa yang telah aku berikan." geram Arfah sambil mengepalkan kedua tangannya.
Rahangnya mulai mengeras, ia pun melangkah menjauhi Aisyah. Aisyah yang penasaran langsung menahan nya dengan memegang tangannya.
“Ada apa pangeran? kau sepertinya mengenalnya!“ tanya Aisyah sambil menaikkan sebelah alisnya.
“Ceritanya panjang Aisyah, tidak ada waktu lagi! kau ingin kan adik mu selamat? apa aku salah bicara? apakah yang sedang berjuang itu bukan adikmu?“ tanyanya tak sabar.
“Iya kau benar itu adikku,“ jawabnya.
“Oke! kalau begitu kau tunggu disini, aku akan berusaha menyelamatkannya. Kau mengerti kan sayang?“ tanyanya lagi sambil menenangkan Aisyah, tak lupa menghapus air matanya yang sudah mengalir kembali.
“Baiklah aku mengerti! aku mengandalkanmu, dan tolong kamu jangan lupa untuk menjaga dirimu juga.“ pesannya lalu dengan percaya diri ia langsung mengecup pipi pria itu hingga membuat pria itu beku beberapa saat.
Ia jadi merasa bahagia. Ia tak menyangka, sudah cukup lama ia berpacaran dengan Aisyah baru kali ini ia melakukan itu padanya.
“Ayahanda dan ibunda mengandalkan mu Arfah! kami harap kau bisa membantu putri kami,“ ucap ayahanda sambil menaruh seblah tangannya di pundak pria itu.
Sedangkan ibunda masih dalam pelukan ayahanda, ia masih tak kuat untuk melihat putrinya.
“Kami juga akan membantumu dengan doa,“ sambung orang tua Ahmar.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Hai Kaka semuanya... 🤗
Makasih udah mau like, komen, ranting hadiah bahkan tak segan - segan memberikan Vote pada karya Star ya... Star sangat senang atas kebaikan Kaka semuanya... 😆
Semoga Kaka Sehat selalu ya... 😇
__ADS_1