
Cahaya yang dipancarkan cincin itu sangat besar hingga menyebar keseluruh tanah Andalusia. Semua orang masih tidak bisa melihat apa – apa kecuali Ahmar yang masih setia memandang wajah gadis yang sangat ia cintai telah pulih kembali seperti sedia kala.
Kulitnya sudah tidak hitam lagi dan luka – lukanya pun telah menghilang.
“Hamra kau sudah sembuh!“ ucap Ahmar terharu.
Tapi ia masih sedih karna hanya jasad Hamra saja yang bagus kembali tapi nyawanya? apakah mungkin kembali?
Seketika cahaya itu menghilang. Kota Andalusia kini telah kembali seperti semula, bahkan jauh lebih indah dari sebalumnya.
Matahari mulai bersinar begitu cerah, hingga membuat sorat mata mereka jadi terheran – heran. Mereka semua ternyata telah menggunakan baju yang indah – indah dan luka yang ada ditubuh mereka pun menghilang.
Sungai yang awalnya surut, kini airnya kembali mengalir jernih dengan deras. Ikan – ikan yang ada didalamnya mulai berenang riang, hutan – hutan yang gundul dan kering kini telah tumbuh dan menghijau kembali, bangunan dan rumah – rumah yang runtuh kini telah berdiri kokoh bahkan lebih megah.
Semua hewan yang sudah merasa sekarat kini sudah mulai bugar kembali. Para penjajah yang dulu menyerang tanah ini, sudah pergi semenjak sijubah hitam lenyap.
Dua negara yang bersatu seperti Castila dan Aragon juga sudah berdamai kembali dengan kerajaan Andalusia. Komandan militer Serbia yang bernama RATKO MLADIC pun sudah membubarkan seluruh tentaranya untuk berhenti menyerang.
Hingga tanah Andalusia menjadi tenang kembali walau sudah pernah hancur, tapi sekarang semuanya sudah seperti surga dunia yang sangat memukau bagi siapa saja yang melihatnya.
Raja dan Ratu sangat bahagia karna semua orang bahagia, ini semua karna Allah telah memberikan nikmat yang tiada bandingannya.
Ahmar turun dengan wajah sendu. ibundanya hanya memandang takjub penampilan putrinya itu, tapi sayang itu hanya keindahan raganya saja. Nyawanya sudah tiada, tapi ia bersyukur karna putrinya sudah sembuh kembali.
Tiba – tiba jari jemari tangan Hamra mulai bergerak hingga membuat mereka jadi menahan nafas seketika dengan apa yang mereka lihat, dan pada saat gadis itu membuka matanya yang pertama kali ia lihat adalah seorang pria yang sangat ia kenal dan cintai begitu tampan.
“Kaka! kok aku masih hidup? bukannya aku udah mati? terus kenapa kulitku jadi bagus lagi dan gaun siapakah ini? perasaan aku tidak mempunyainya. Apakah aku mimpi kak? apakah aku sudah disyurga bersama kaka sekarang? ibunda sama ayahanda mana? aku ingin ketemu mereka, bagaimana juga dengan rakyat? apakah mereka bahagia atau justru membenciku?“ baru saja tersadar ia sudah memberikan pertanyaan yang bertubi – tubi pada Ahmar.
Tapi Ahmar seakan tuli dengan apa yang di ucapkan Hamra, karna otaknya masih mencerna sesuatu yang ia rasa mustahil. Begitu juga dengan keluarganya, ibunda Hamra masih terperangah dan menutup goanya dengan kedua tangannya saking sangat terkejutnya.
Tanpa membuang – buang waktu Ahmar langsung memeluk erat gadisnya. Sangat erat, seakan - akan takut gadisnya kembali merenggang nyawa.
__ADS_1
Setelah puas memeluknya ia pun melepaskannya.
Ibunda dengat gesit berlari kearah putrinya disusul dengan yang lain. Mereka semua kini memeluk Hamra bersama – sama. Air mata Hamra mulai mengalir, bibirnya terus saja memuji kebesaran Ilahi yang masih memberikannya kesempatan untuk hidup hingga akhirnya ia bisa berkumpul lagi dengan keluarga tercintanya.
Setelah melepaskan pelukan mereka dari Hamra, seorang pria yang tadi berkelahi dengan Ahmar mulai berjalan menghampiri Hamra sambil menjatuhkan dirinya dalam keadaan terduduk.
Hamra hanya bingung dibuat nya, ia pun mulai menceritakan kejahatannya karna telah mencaci Hamra sebelum tau yang jelasnya sewaktu Hamra belum sadarkan diri.
Hamra hanya tersenyum dan berjalan kehadapannya sambil mengulurkan sebuah tangannya kehadapan pria itu.
“Mari aku bantu berdiri, tidak usah seperti itu!“ ucapnya lembut yang langsung membuat Ahmar sedikit cemburu tapi ia tahan.
Pria itu menyambutnya ragu – ragu, hatinya begitu senang karna tuan putri masih bersikap baik kepadanya.
“Tidak usah dipikirkan! aku pasti akan memaafkanmu dan memaklumi perbuatanmu, karna setiap manusia yang berbuat salah didunia ini berhak mendapatkan kesempatan kedua.“ jelasnya yang membuat senyum pria itu mengembang dan berulang kali mengucapkan terima kasih.
“Tapi Hamra! dia kan-“ ucapan Ahmar langsung berhenti saat Hamra mulai meletakkan telunjuknya dibibir Ahmar yang membuatnya terdiam.
Saking bahagia nya ia langsung memeluk Ahmar erat. Ahmar sebenarnya ingin menyingkirkannya, namun keinginannya dihentikan oleh tatapan tajam dari Hamra.
"Sabar Ahmar! lagian ini adalah keinginan gadismu, jika tidak aku pasti akan mendorongnya jauh - jauh. Berani - beraninya ia memeluk pangeran tampan sepertiku setelah menghina gadisku!" batinnya.
Seluruh rakyat kini berterima kasih kepada Hamra sambil menyalaminya satu persatu. Melihat senyum bahagia dari gadis nya, membuatnya jadi ikut merasakannya.
Dari pintu Istana ibunda Arfah mulai keluar dengan tubuh yang segar bugar. Pangeran sangat bahagia, ia begitu merindukan pelukan dan belaian ibundanya.
Setelah melepaskan tangannya dari genggaman Aisyah, ia berlari kearah ibundanya. Ia sangat terkejut saat melihat ayahandanya sudah berada dibelakang ibunda. Ayahandanya juga sudah terbangun dari koma panjangnya sambil memeluk erat pinggang istrinya yang juga dipeluk oleh Arfah.
"Assalamualaikum semuanya, 🤗 perkenalkan aku ayahanda Arfah."
__ADS_1
Arfah merasa sangat senang, karna rambutnya sedang dibelai lembut oleh ibundanya. Aisyah hanya tersenyum karna melihat prianya ceria.
"Hidup putri Hamra!!!" teriak Raja hingga membuat rakyat yang mendengar jadi mengikutinya.
Suasana riuh yang membahagiakan membuat Hamra merasa menjadi sesuatu yang berharga.
Ia berjanji akan selalu menjaga dan berusaha menjadi putri yang baik untuk rakyatnya. Ia mulai memeluk pinggang ayahanda dan ibundanya dengan sebelah tangannya, mereka pun membalas pelukannya.
"Ini mimpi bukan sih?" gumamnya.
"Bukan sayang! ini nyata, kamu pasti gak menyangka kan?" bisik Ahmar lembut ditelinga Hamra.
Hamra pun melepaskan pelukannya dari orang tuanya sambil melihat keasal suara yang berada dibelakangnya.
"Dasar kaka! kerjaan nya mengoda mulu!" dengusnya sambil melipat kedua tangannya kebawah dada yang langsung membuat Ahmar merasa gemas sehingga mencubit pipi kanannya hingga Hamra meringis kesakitan lalu membalasnya kembali.
"Sudah waktunya sholat dzuhur, mari kita shalat sama - sama dimasjid tercinta kita ini." ajak Raja yang membuat semua rakyat mengangguk.
Rakyat tidak perlu membawa mukena atau sarung sendiri karna semuanya telah tersedia dimasjid dengan jumlah yang sangat banyak karna cukup untuk semua.
"Seperti inilah Mesjidnya." 😇
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Hai Kaka semuanya... 🤗
Makasih udah mau like, komen, ranting hadiah bahkan tak segan - segan memberikan Vote pada karya Star ya... Star sangat senang atas kebaikan Kaka semuanya... 😆
Semoga Kaka Sehat selalu ya... 😇
__ADS_1