Misteri Dua Cincin Dibalik Runtuhnya Istana Andalusia

Misteri Dua Cincin Dibalik Runtuhnya Istana Andalusia
Part 27


__ADS_3

     Ketika sudah sampai keatas, aku pun langsung meletakkan tubuh Alika diatas tanah. Mereka masih saja mematung melihatku.


     Karna tak nyaman aku memutuskan untuk berubah memakai pakaian biasa, dan alhasil akhirnya mereka tersadar setelah beberapa menit melihatku dengan penuh kekaguman.


     Rendi  tanpa pikir panjang langsung berjalan kearahku, ia kini mulai meletakkan kepala Alika diatas pangkuannya.


     “Alika ku mohon Alika! sadarlah Alika! aku tidak bermaksud untuk membunuhmu Alika, maafkan aku Alika, maafkan aku. Aku sangat menyayangimu Alika, sangat! kumohon buka matamu Alika.“ pintanya tak henti mengelus lembut puncak kepala Alika.


     Aku pun mulai memegang bahu Rendi dan meminta izin kepadanya untuk menyembuhkan Alika.


     “Bisakah aku menyembuhkannya untukmu Rendi?“ tanya ku.


     “Tentu putri, silahkan!“ ucapnya sambil menangis deras.


     “Tidak perlu memanggilku putri Rendi, panggil saja aku Aisyah. Aku bukan siapa – siapa kok,“ pintaku.


     Ia hanya membalas dengan senyuman dan mulai menaruh kepala Alika dengan hati - hati diatas tanah, lalu ia menjauh beberapa meter tak jauh dari tempat Alika berbaring.


     Kini aku telah mengeluarkan tenaga dalamku lalu mengarahkan tanganku ketubuh Alika, tiba –tiba bagian tubuh dari tempat Alika tertembak mulai terlihat lubang hitam yang mengeluarkan peluru yang ada ditubuh Alika.


     Saat aku membaca ayat kursi, tiba - tiba dari lubang hitam tersebut mengeluarkan cahaya. Semua luka yang ada ditubuh Alika juga bercahaya dan perlahan - lahan cahaya tersebut semakin mengecil.


     Seperti menjahit semua luka yang ada ditubuh Alika tanpa bekas. Sehingga Alika jadi terlihat sangat sehat, wajah pucat dan lelahnya tak lagi terlihat.


     Perlahan - lahan kelopak matanya mulai terbuka, saat ia melihat kesekelilingnya ia sangat terkejut.


     “Apakah aku masih hidup?“ tanyanya kepada kami.


     “Bukannya aku telah tertembak dan mati?“ tanyanya lagi.


     “Apakah aku masih bermimpi?" herannya karna ia benar - benar masih tak percaya.


  


     Rendi sudah tidak mampu lagi menahan kebahagianya, ia pun langsung berlari kearah Alika dan mulai memeluk erat tubuhnya. Bahkan ia tak segan – segan memutar tubuhnya Alika sampai kaki Alika ikut melayang keudara saat ia membantu Alika untuk bangkit.


     Hingga akhirnya Rendi pun mulai menjawab pertanyaan dari Alika satu persatu.


     “Apakah aku masih hidup? tentu kamu masih hidup Alika karna Aisyah telah menyembuhkanmu 'apakah aku sudah mati?' tentu tidak Alika karna kekuasaan Allah yang masih memberimu kesempatan untuk hidup, akibat kebaikanmu sendiri yang menyebabkan Aisyah mampu mengeluarkan peluru yang telah masuk kedalam dadamu 'apakah aku masih bermimpi?' ya tidak sayangku, karna kau kan telah membuka matamu dan dunia pun telah menyapamu dengan udara yang telah masuk dan keluar dari rongga hidungmu.“ jelasnya bertanya dan menjawab sendiri apa yang menjadi pertanyaan dari Alika hingga Alika sangat senang.


     Brago hanya mampu menelan salivanya saat melihat kemesrahan Alika dan Rendi. Mereka memang serasi, Brago jadi merasa menyesal karna ingin memisahkan dua orang insan yang sedang bahagia. Akhirnya ia pun memberanikan diri untuk mendekati mereka.


     Alika yang awalnya merasa bahagia dengan Rendi, kini mukanya terlihat begitu pucat saat Brago datang menghampiri mereka lalu langsung bersembunyi dibelakang Rendi.


     Rendi yang mengetahui perubahan Alika mulai menatap nanar kearah Brago.

__ADS_1


     “Kalian tenang dulu,“ ucapnya serius.


     “Aku kesini hanya untuk minta maaf kok! terutama kepada kamu Alika! aku telah jahat karna berniat untuk mencelakaimu, padahal kamu tidak salah! kamu sudah berusaha menolak secara lembut tapi aku telah termakan rayuan setan yang membuatku menjadi begitu buas karna keegoisanku." resahnya.


     "Hingga aku jadi berusaha untuk melakukan perbuatan keji tersebut, yang Alhamdulillah sekarang jadi terhalang karna bantuan Aisyah yang telah menyadarkanku dan mengarahkanku kejalan yang benar. aku berani bersumpah, bahwa sanya baru kali ini ada yang berani menegurku dengan cara tegas seperti itu. Aku suka wanita seperti itu, yang tak memikirkan nasibnya demi meluruskan kebenaran. Seandainya engkau seorang pemimpin, rakyatmu pasti akan sangat bahagia Aisyah. terima kasih Aisyah!“ ucapnya.


      Aku sangat tertegun mendengar kata – kata dari Brago yang memujiku. Disisi lain aku terharu, tapi disisi satu lagi aku malah merasa sangat perih karna belum sempat aku memimpin Istana orang tuaku.


     Aku saja masih belum mampu atau siap untuk mengambil ramuan yang membuatku berubah kewajah asliku, sehingga mampu memuncul kan kekuatan yang akan datang sendiri untuk masuk kedalam diriku.


     Rakyat disana sedang menderita sedangkan aku masih belum mampu untuk berbuat apa – apa, aku disini malah bersenang – senang untuk melindungi diri sedangkan rakyatku sedang merenggang nyawa dan sangat membutuhkan pertolonganku.


     Tanpa ku sadari air mataku mulai jatuh, buru – buru aku menghapusnya supaya mereka tak melihatku.


    “Baiklah, aku memang perusak dan penghancur! aku bukanlah orang yang suci disini! jadi lebih baik aku pergi saja, aku harap kalian mau memaafkanku!“ ucapnya tulus.


     Matanya mulai berkaca – kaca. Kini ia membalikkan badannya, hanya punggungnya Brago yang terlihat berjalan menjauh. Rendi pun langsung berjalan menghampirinya, lalu menyentuh bahu Brago pelan dengan sebelah tangannya yang membuat Brago terkejut.


     “Meskipun kita pernah bermusuhan, bukan berarti kita juga harus berjauhan dan memutuskan tali silaturahmi yang nanti akan menyulitkan kita untuk masuk syurga." beritahunya.


     "Brago! kami semua sudah pasti telah memaafkanmu, kami malahan sangat bersyukur jika kamu benar - benar berniat untuk bertobat kepada Allah swt! dan mungkin kita bisa menjadi teman Brago, jika kamu mau!“ tawarnya .


     Brago sangat terkejut mendengar kata - kata Rendi dan langsung membalikkan badan kearahnya.


Apakah kalian senang dengan pertemanan mereka? ☺️


     "Makasih Rendi! aku sangat berterima kasih, ternyata kalian sungguh baik kepadaku! tentu! tentu aku mau menjadi temanmu Rendi, tentu aku ikhlas kalau kau dengan Alika. Aku harap semoga kalian bisa hidup bahagia selamanya! dan aku pun akan berusaha menjadi teman terbaikmu! aku jadi percaya dengan kata - kata ini 'jangan terlalu membenci seseorang siapa tau ia bakal menjadi orang yang sangat engkau cintai bahkan sayangi' aku sangat menyayangimu Rendi, aku harap pertemanan kita nanti akan dapat menghasilkan warna - warni keceriaan yang sangat indah." jawabnya.


     Alika yang awalnya bersembunyi kini mulai memberanikan diri untuk mendekat kearah Brago, dan tanpa Brago pinta tiba - tiba saja Alika memeluk erat pinggang Brago sehingga membuat Rendi terkejut dan berusaha memaklumi kelakuan Alika.


     "Makasih Brago! kamu sungguh baik! ini adalah hadiah terakhirku untukmu karna telah mau melepaskan aku. Aku tau ini gila, tapi aku tau kau telah lama menginginkannya cuma aku masih belum ingin memberinya. Karna aku sangat menghargai posisi Rendi siapa dalam hidupku, aku harap kau mau berubah ya Brago." ucapnya.


    Dengan ragu - ragu Brago pun mulai membalas pelukan Alika, kini ia jadi merasa sangat bahagia walau pun pelukan mereka telah lepas tapi Brago masih tetap merasa bahwasanya Alika masih ada disisinya.


     "Terima kasih Alika, aku akan berusaha menjadi teman yang baik untuk calon pendampingmu Rendi." responnya .


     "Dan sebagai hadiahnya, aku menyatakan bahwa hutang keluarganya Aira lunas! tanpa harus dibayar." sambungnya hingga Aira jadi sangat bersyukur dan turut merasa bahagia.


     Aira pun langsung berjalan kearah Brago lalu menjabat tangan Brago tanpa dipinta.


     "Tidak perlu begitu! ini semua hadiah dari Allah untukmu karna telah menggerakkan hatiku." ucapnya.


     Akhirnya kami pun mulai pergi bersama - sama, aku menaiki mobil Rendi setelah meminta anak buahnya berhenti menyerang teman Rendi melalui telpon. Mobilnya pun mulai melaju ke perkumpulan teman - teman Rendi.


     Mereka sekarang sedang menuju ke Apartemen milik Brago setelah menjemput teman yang lainnya, hingga kini kami telah masuk kekawasan aparteman Brago.

__ADS_1


     Saat semuanya telah turun, semua sangat kagum dengan apartemennya begitu pula denganku karna gedung itu sangat mewah. Tapi aku hanya memasang wajah biasa saja dihadapan mereka.



"Gimana? apakah kalian juga kagum juga? apa mau sekalian mampir ke apartemen Brago?" 😎


    "Nah! untuk malam ini kalian istirahat aja dulu diapartemenku, minta aja kunci kamar yang kalian sukai pada salah satu pelayanku. Kalian tidak perlu malu, karna diperjalanan tadi aku sudah menelpon mereka supaya memberikan kunci untuk delapan orang tamuku dan juga empat orang lainnya yaitu teman Rendi yang sejak tadi sudah lebih dulu datang. Cuman mereka lebih memilih satu kamar berlima denganmu nantinya Rendi," jelasnya sambil memasukkan kedua tangannya kedalam kantong celananya.


     "Terus bagaimana dengan masalah kami?" tanya Rendi.


     "Tenang! besok kita semua akan menghadap kekantor polisi, aku dan Aira akan mengakui semuanya! kalian tenang saja! benar kan Aira?" tanya Brago sambil tersenyum.


     "Tentu saja," jawab Aira mantap.


     Akhirnya kami pun langsung masuk ke aparteman setelah meminta kunci. Apartemen ini sangat lengkap! pantas saja banyak yang betah berlama - lama disini, saat melihat jam dinding mata ku langsung membulat sempurna.


     "Apa? sudah pukul tiga malam," ucapku terkejut.



"Liat nih isi dalamnya, ☺️ dijamin kalau sampainya siang pasti nyebur kedalam kolam biar dingin kayak batu es. 😂 Terus akhirnya tenggelam deh nyentuh lantai." 😁


     Lalu langsung bergegas untuk mengganti pakaianku dengan baju piama, setelah itu aku bergegas kekamar mandi untuk menggosok gigi.



"Ini nih gambar baju piama yang digunakan oleh Aisyah." 😄


     Saat aktivitasku dikamar mandi selesai, aku mulai berbaring dikasur yang sangat empuk. Tanpa menunggu waktu lama aku sudah lelap tertidur karna tubuhku sangat lelah, kemungkinan besar aku pasti tidak akan melaksanakan sholat tahajjud malam ini akibat sangat kelelahan.



"Diatas kasur ini lah Aisyah. 😉 Makanya langsung pules, 🙂 orang kasurnya lembut banget. 😅



"Liat aja tuh pemandangan yang ada disamping kamarnya." 😎


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Hai Kaka semuanya... 🤗


Makasih udah mau like, komen, ranting hadiah bahkan tak segan - segan memberikan Vote pada karya Star ya... Star sangat senang atas kebaikan Kaka semuanya... 😆


Semoga Kaka Sehat selalu ya... 😇

__ADS_1


__ADS_2