
Ayahanda Ahmar menjadi imam setelah Ahmar mengumandangkan azan dengan merdu beserta qomat. Semua yang mendengar hanya mampu berdecak kagum kala mendengar suara Ahmar, sedangkan sang pemilik malah bersikap biasa saja.
Aku tersenyum mendengarkan kumandangan azan nya tersebut.
Seketika semua nya menjadi hening. selesai melaksanakan ibadah dan wirit yang pendek, mereka akhirnya keluar dari Istana dengan damai tanpa keriuhan setelah berpamitan pada Raja lalu pulang kerumah masing - masing.
Tiga keluarga besar kini sedang duduk satu meja bersama untuk makan siang. Setelah mengganti gaunnya Hamra langsung turun keruang makan dengan piama tidur yang membuatnya langsung ditertawakan oleh seisi meja makan.
"Disinilah kami makan bersama." 😊
Ahmar yang melihat tingkah gadisnya hanya mengelus sayang puncak kepalanya yang telah ditutupi jilbab.
"Kenapa penampilanmu begitu sayang?" tanya ibunda tak habis pikir.
"Maaf ibunda! ini Hamra gerah. Soalnya jadi males banget deh pake yang bahannya panjang, panas!" jelasku lalu mengambil piringku kemudian langsung kusuruh salah satu pelayan menaruh isi diatasnya.
__ADS_1
Tapi sebelum pelayan menyentuh piring ku, ia sudah lebih dulu mengambilnya dan menaruh nasi juga lauk pauk lalu sebelum menaruhnya ia sempat bertanya terlebih dahulu apa yang aku suka baru tangannya dengan gesit mengambil apa yang aku pinta.
Semua yang ada diruang makan hanya terkekeh geli melihat tingkah kami, aku hanya acuh tak acuh karna yang terpenting bagiku makanan itu sudah ada didepanku dalam keadaan lengkap dengan apa yang aku inginkan. Karna hari ini, entah kenapa aku malas untuk meraihnya sendiri.
"Nih! abisin yah makanannya, biar gak lemas lagi! kalau gak abis, kamu akan tau akibatnya!" ancamnya sambil menatapku tajam.
"Iya bawel! takut amat sih! orang aku udah sehat - sehat aja kok, jadi kaka gak perlu berlebihan karna aku udah gak perlu lagi dicemasin kayak gitu. Risih tau! malas ah!" responku lalu sibuk memakan makananku dengan lahap.
"Udah jangan pada berantem," cegah ayahanda.
"Lagian Hamra kesal ayahanda! masak Hamra diatur - atur, dikira bebek kali yang suka diatur. Wek! wek! wek!" ucapku geram sambil meniru suara bebek yang hanya mampu membuat si isi meja meresponku dengan tawa mereka.
Aku yang mendengarnya langsung tersedak dan meminum air.
"Ya ampun kenapa aku harus terkejut? salting kan nih jadinya," batinku.
"Ekhem! ada yang pipinya merah tuh!" goda ibunda Ahmar.
__ADS_1
Karna tak percaya saking bodohnya aku malah membuka ponselku dan melihat wajahku yang ternyata sudah bersemu merah, sedangkan sang pelaku malah bersikap biasa saja padahal dalam hati jantungnya juga sedang berolahraga.
Karna lapar aku lebih memilih tak menghiraukan rona tersebut dan mempercepat kunyahanku. Andai saja aku sedang dalam keadaan tidak lapar, pasti aku lebih memilih pergi dari pada mempermalukan diriku seperti sekarang.
Sungguh menyebalkan, aku terus saja mengeluhkan nasibku yang sekarang ini. Setelah menghabiskan makananku, aku langsung bergegas pergi dari tempat yang paling membuatku jadi bed mood.
Entah kenapa setiap aku duduk ditempat itu rasanya selalu ada saja yang membuatku harus bersiap menahan rasa maluku.
"Oke ibunda! ayahanda! dan seluruh keluarga lainnya yang tercinta, aku ingin kekamar dulu yah! capek banget soalnya, pinggang Hamra kayak mau remuk nih! gak kuat." ucapku tanpa basa basi yang membuat mereka hanya menggeleng - gelengkan kepala ketika melihat tingkahku itu.
Dengan langkah lebar aku seperti tak sabar membaringkan tubuhku diatas kasurku yang sangat lembut. Ahmar yang baru selesai dengan makanannya juga meminta izin untuk menemuiku dan diangguki oleh orang tuaku.
Aku yang tak tau kedatangannya malah sibuk membenamkan diriku dalam selimut tebal yang hangat. Kantuk mulai menyerangku, hingga aku jadi tertidur pulas.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Hai Kaka semuanya... 🤗
__ADS_1
Makasih udah mau like, komen, ranting hadiah bahkan tak segan - segan memberikan Vote pada karya Star ya... Star sangat senang atas kebaikan Kaka semuanya... 😆
Semoga Kaka Sehat selalu ya... 😇