
Setelah berpikir sejenak ia akhirnya memutuskan untuk jujur kepada ibunya terlebih dahulu, walau pun ia tau ini akan berakibat sangat fatal kepada dirinya sendiri.
Ia pun mulai memberanikan diri menanyakan solusi yang baik kepada Aisyah.
“Aisyah! bisakah aku berbicara serius denganmu sekarang?“ tanyanya.
“Boleh,“ jawabku.
“Tapi jangan diluar sini,“ pintanya.
"Memangnya kenapa?“ tanyaku bingung.
"Kumohon tolong turuti permintaanku kali ini aja,“ pintanya gemetaran.
Kami pun langsung masuk kedalam Musolla dan duduk dipojokan dekat jendela sambil berhadap - hadapan, ia terlihat sangat grogi dan merasa panas dingin, mukanya saja terlihat sangat pucat pasi.
“Aisyah,” ucapnya masih dengan kondisi yang sama.
“Maafkan aku yah! karna aku udah bohongin kamu selama ini, aku sebenarnya sudah lama mengagumi islam sejak aku berteman denganmu tapi aku malu mengakuinya.“ jujurnya.
Aku melihat matanya mulai berkaca - kaca hingga aku begitu terharu. Ia seakan - akan seperti bisa membaca pikiranku dan mengetahui isi didalam hatiku.
__ADS_1
“Apa kamu serius ingin masuk keagama islam?“ tanyaku serius.
Hatiku merasa sangat senang dengan keinginannya, dan tak merasa sia - sia telah mengajarinya kitab disaat aku masih mempunyai waktu luang.
Ia mulai menarik nafas dalam - dalam sebelum mengeluarkan suaranya.
“Aisyah! aku tiba - tiba sangat merasa yakin dengan keberadaan Allah, aku merasa tenang saat membaca kitab - kitabnya, aku dapat mengetahui yang mana yang halal dan yang mana yang haram. Aku mulai mengetahui hukum - hukumnya, juga mendapat pencerahan dan kenyamanan saat mempelajarinya. Aku mulai jatuh cinta pada akhlak - akhlaknya para nabi, yang didalamnya terdapat hikmah dan pelajaran yang nyata.“ jelasnya mulai merasa lega sekaligus senang karna sudah berhasil menyampaikannya.
“Aku ingin menyampaikannya sekarang karna aku takut ajalku datang begitu cepat, sebelum sempat aku memeluk agama yang sangat ku cinta ini. Kamu tau gak? cinta ini murni tumbuh sendiri karna dirimu! karna pencerahanmu! kau pasti akan mendapat pahala yang sangat besar karna dapat memasukkan orang kristen sepertiku keagamamu yang indah dan banyak disinari oleh cahaya yang sangat terang, dan mampu membuatku mengerti bahwasanya setelah mati akan dilanjutkan dengan kehidupan yang sebenarnya." ungkapnya.
Aisyah seperti tidak percaya dengan apa yang telah ia katakan dan Aisyah pun mulai berkata setelah sejak tadi sibuk menyimak apa yang telah ia bicarakan.
Karna Aisyah termasuk orang yang sangat menghargai dan menghormati orang lain, walaupun Aisyah lebih pintar dibandingkan orang itu tapi ia sangat menghargai siapa saja yang mengajarinya.
“Ingat pesanku Eris! kamu belum dosa karna kamu belum mengetahuinya, dosamu itu akan dihapus ketika kamu sudah masuk islam. Dosamu tidak akan dihitung, karna kamu ibarat bayi yang baru lahir kedunia. Kamu seperti kertas putih yang belum tergores tinta hitam,” jelasku sambil terus melihat kearah wajahnya yang telah basah oleh air mata.
__ADS_1
Karna mendengar kata - kataku tadi ia mulai lega dan merasa sangat bahagia. Aku langsung menghapus air matanya dan mulai memberikan pelukan hangat untuknya supaya ia dapat merasa tenang, tangan kananku mulai mengelus punggungnya.
Dalam keadaan sedekat ini, aku dapat mendengar detak jantungnya yang berdengup sangat kencang dalam pelukanku. Ia pun mulai berkata kepadaku “Aisyah jika aku besok ingin memeluk islam, menurutmu apakah aku mampu membuat ibuku menerima diriku seperti anaknya sendiri lagi? yang aku bimbangkan dari dulu adalah itu, tapi karna kini aku merasa lebih cinta pada Allah! aku rela sekarang dibenci oleh ibu dan ayahku walau pun ayahku masih belum kembali kesini.“ ucapnya setelah sangat yakin dengan tekatnya.
“Aku yakin! apa pun yang terjadi Allah pasti akan membantu mu, karna kamu termasuk orang yang beruntung karna telah dibukakan pintu hati oleh Allah swt kawan!” ucapku meyakinkannya.
“Makasih Aisyah! berkatmu aku mulai berani sekarang, demi diriku dan juga untuk orang tuaku.“ semangatnya sambil menghapuskan air matanya lalu ia pun mulai melepaskan pelukanku.
Saat kami berdiri ia pun mulai berkata “Aisyah aku ingin masuk islamnya lewat ustadku ajalah! karena beliaulah yang telah mengajariku membaca Al - Qur’an, kitab dan cara sholat. Sekalian aku ingin minta maaf pada beliau karna selama ini aku udah bohongin beliau, aku merasa berdosa banget walau pun aku berbohongnya karna terpaksa." ungkapnya.
Aku sangat terkejut ternyata selama ini ia telah belajar mengaji, aku mulai mengerti tanpa harus ia ceritakan karna ia dulunya ialah orang kristen sampai sekarang.
Seandainya ustad itu mengetahui identitas aslinya, pasti ia tidak akan diterima. Aku mulai berpikir tapi ujungnya aku jadi malas sendiri untuk berpikir, entah kenapa! tiba - tiba jadi seperti ini.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Hai Kaka semuanya... 🤗
__ADS_1
Makasih udah mau like, komen, ranting, hadiah bahkan tak segan - segan memberikan Vote pada karya Star ya... Star sangat senang atas kebaikan Kaka semuanya... 😆
Semoga Kaka Sehat selalu ya... 😇